0
News
    Home Featured Google

    Google Alphabet Kembali Didenda Rusia Terkait Kewajiban Penghapusan Konten Terlarang - Kontan

    2 min read

     

    Google Alphabet Kembali Didenda Rusia Terkait Kewajiban Penghapusan Konten Terlarang

    Oleh: Anastasia Lilin Y      
    Google Alphabet Kembali Didenda Rusia Terkait Kewajiban Penghapusan Konten Terlarang
    KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia kembali mendenda Google Alphabet sebesar 9 juta rubel atau US$ 121.000 terkait dengan serangkaian hukuman terbaru. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu gagal menghapus konten yang dianggap ilegal oleh Kremlin.
    Pada Hari Selasa (7/12), Pengadilan Distrik Tagansky di Moskow mengatakan total denda untuk Google mencakup tiga kasus administratif terpisah karena tidak menghapus konten. Pengadilan mengutip undang-undang yang mengatakan konten tersebut mungkin termasuk unggahan yang berisi kegiatan ekstremis, pornografi anak atau promosi penggunaan narkoba.
    Bulan ini Google dan Meta Platform menghadapi kasus pengadilan. Keduanya disidang karena pelanggaran berulang terhadap undang-undang Rusia tentang konten dan dapat didenda sebesar persentase dari pendapatan tahunan mereka di Rusia.
    Ini Artikel Spesial

    Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini.

    ATAU

    Tidak ada pernyataan dari Google. Perusahaan tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar.
    Adapun tahun ini Google telah membayar denda lebih dari 32 juta rubel. Secara signifikan, mereka juga sudah mengurangi jumlah unggahan yang dilarang oleh Moskow.
    Tahun ini Rusia telah meningkatkan tekanan terhadap perusahaan-perusahaan teknologi asing. Para kritikus mengatakan upaya pihak berwenang untuk mengontrol internet lebih ketat itu bisa melumpuhkan kebebasan individu dan perusahaan.
    Rusia sudah memperlambat kecepatan Twitter sejak Maret 2021 sebagai hukuman karena tidak menghapus konten yang dilarang. Twitter membantah mengizinkan platform miliknya untuk mempromosikan perilaku ilegal.
    Pada 1 Januari 2021, Moskow juga telah menuntut 13 perusahaan teknologi asing yang sebagian besar AS didirikan di Rusia. Perusahaan-perusahaan itu menghadapi kemungkinan pembatasan atau larangan langsung.
    Pada Hari Senin kemarin, regulator komunikasi Negara Rusia kembali menegaskan maksudnya. Roskomnadzor mengatakan perlambatan dan pemblokiran layanan dilihat sebagai upaya terakhir untuk pelanggaran.
    Komentar
    Additional JS