Sosial Media
0
Hot News Kecerdasan Buatan
Menghubungkan ke Jaringan Kecerdasan Buatan...
Kecerdasan Buatan
Menampilkan postingan dengan label Kecerdasan Buatan
Dampak Tren AI, Perusahaan Pilih Ruang Kerja Fleksibel - suara
AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform - Suara
Adopsi AI Makin Cepat, Indonesia Mulai Bersiap Hadapi Ancaman Siber dan Komputasi Kuantum - suara
Emiten AREA Gandeng Perusahaan Eropa, Luncurkan Layanan AI Berbasis Data Center Lokal - suarq
Bakar Duit Nyaris Rp10.000 Triliun, Startup AI Anthropic Incar Dana IPO Rp35 Kuadriliun - suara
AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas  Ilustrasi AI. [Unsplash] BACA 10 DETIK  Kementerian Koperasi menggelar seminar Korea-Indonesia Smart Factory di BINUS Bekasi untuk melatih 30 peserta pada September 2026. Peserta UKM mempelajari pemanfaatan kecerdasan artifisial dan pengolahan data praktis menggunakan perangkat Orange 3 untuk efisiensi produksi. Program ODA Smart Factory yang bekerja sama dengan Korea memberikan pelatihan serta bantuan peralatan bagi pelaku usaha. Suara.com - Kecerdasan artifisial (AI) mulai didorong masuk ke lingkungan usaha kecil dan menengah (UKM), bukan hanya untuk kebutuhan administrasi atau pembuatan konten, tetapi juga untuk membaca data dan membantu meningkatkan proses produksi.  Pemanfaatan AI, data, dan Smart Factory menjadi salah satu fokus dalam program transformasi teknologi bagi koperasi dan UKM Indonesia melalui Korea-Indonesia Smart Factory Seminar yang digelar di BINUS @Bekasi, belum lama ini.  Teknologi tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha memahami kondisi operasional berdasarkan data, mengidentifikasi ruang untuk efisiensi, hingga mendukung pengambilan keputusan dalam proses bisnis.  Program ini menjadi bagian dari Program ODA Smart Factory, yang sebelumnya menggelar pelatihan selama empat hari pada 14–17 September 2026.  Sebanyak 30 peserta dari 14 perusahaan dan koperasi mengikuti pelatihan mengenai Smart Factory, pemanfaatan data, dan teknologi digital.  Data Jadi Fondasi Smart Factory  Dalam penerapan Smart Factory, data menjadi salah satu komponen penting karena berbagai aktivitas operasional perlu diterjemahkan menjadi informasi yang dapat dianalisis.  Karena itu, rangkaian seminar juga menghadirkan sesi mengenai data dan kecerdasan artifisial untuk mendukung Smart Factory bersama perwakilan Indonesian Cloud.  Peserta diperkenalkan pada bagaimana data dan AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung transformasi digital di lingkungan koperasi dan UKM.  Pendekatan tersebut membuat AI tidak sekadar menjadi teknologi yang berdiri sendiri. Data dari proses bisnis dapat menjadi bahan untuk melihat pola, mengevaluasi proses, dan mencari peluang peningkatan efisiensi.  AI Dipraktikkan untuk Olah Data  Penerapan teknologi juga diperkenalkan secara langsung melalui workshop “AI untuk Pengolahan Data: Smart Factory menggunakan Orange 3” yang menghadirkan narasumber dari BINUS University.  Dalam workshop ini, peserta diperkenalkan pada penggunaan AI dan pengolahan data dengan Orange 3, perangkat yang dapat membantu analisis sekaligus visualisasi data.  Dengan pendekatan tersebut, pelaku UKM tidak hanya mendapatkan gambaran mengenai konsep Smart Factory, tetapi juga diperkenalkan pada cara mengolah data secara lebih praktis.  Sementara itu, sesi bersama PT Internex Indonesia membahas transformasi digital dalam manufaktur, termasuk penggunaan teknologi untuk mendukung efisiensi dan produktivitas proses bisnis.  UKM Tak Cukup Sekadar Punya Teknologi  Korea-Indonesia Smart Factory Seminar. [Ist]  Korea-Indonesia Smart Factory Seminar. [Ist] Masuknya AI ke sektor UKM membawa tantangan tersendiri. Memiliki perangkat atau teknologi belum otomatis membuat proses bisnis menjadi lebih efisien.  Kemampuan sumber daya manusia untuk memahami dan menerapkan teknologi menjadi faktor penting agar investasi digital benar-benar memberikan dampak.  “Transformasi digital tidak cukup hanya dengan pengetahuan, tetapi harus diikuti dengan kemampuan untuk menerapkan teknologi secara nyata dalam proses bisnis,” ujar Pengawas Ahli Utama, Kementerian Koperasi RI, Daniel Asnur dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2026).  Menurut Daniel, Program ODA Smart Factory tidak hanya memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas. Koperasi dan UKM juga mendapatkan dukungan peralatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.  Artinya, pendekatan transformasi yang didorong dalam program ini tidak berhenti pada edukasi. Teknologi juga diarahkan untuk masuk ke proses operasional secara langsung.  Smart Factory Jadi Langkah Berikutnya  Seminar yang diikuti lebih dari 100 pelaku UKM dan perwakilan perusahaan tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, perusahaan teknologi, industri, serta dunia usaha.  Program ODA Smart Factory sendiri memasuki tahun terakhir pelaksanaannya pada 2026. Kementerian Koperasi berharap pengalaman dari program tersebut dapat menjadi best practice yang dikembangkan dan direplikasi untuk menjangkau lebih banyak koperasi dan UKM.  Kerja sama dengan Pemerintah Republik Korea dan INNOBIZ Association juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem transformasi teknologi bagi koperasi dan UKM Indonesia. - suara

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas Ilustrasi AI. [Unsplash] BACA 10 DETIK Kementerian Koperasi menggelar seminar Korea-Indonesia Smart Factory di BINUS Bekasi untuk melatih 30 peserta pada September 2026. Peserta UKM mempelajari pemanfaatan kecerdasan artifisial dan pengolahan data praktis menggunakan perangkat Orange 3 untuk efisiensi produksi. Program ODA Smart Factory yang bekerja sama dengan Korea memberikan pelatihan serta bantuan peralatan bagi pelaku usaha. Suara.com - Kecerdasan artifisial (AI) mulai didorong masuk ke lingkungan usaha kecil dan menengah (UKM), bukan hanya untuk kebutuhan administrasi atau pembuatan konten, tetapi juga untuk membaca data dan membantu meningkatkan proses produksi. Pemanfaatan AI, data, dan Smart Factory menjadi salah satu fokus dalam program transformasi teknologi bagi koperasi dan UKM Indonesia melalui Korea-Indonesia Smart Factory Seminar yang digelar di BINUS @Bekasi, belum lama ini. Teknologi tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha memahami kondisi operasional berdasarkan data, mengidentifikasi ruang untuk efisiensi, hingga mendukung pengambilan keputusan dalam proses bisnis. Program ini menjadi bagian dari Program ODA Smart Factory, yang sebelumnya menggelar pelatihan selama empat hari pada 14–17 September 2026. Sebanyak 30 peserta dari 14 perusahaan dan koperasi mengikuti pelatihan mengenai Smart Factory, pemanfaatan data, dan teknologi digital. Data Jadi Fondasi Smart Factory Dalam penerapan Smart Factory, data menjadi salah satu komponen penting karena berbagai aktivitas operasional perlu diterjemahkan menjadi informasi yang dapat dianalisis. Karena itu, rangkaian seminar juga menghadirkan sesi mengenai data dan kecerdasan artifisial untuk mendukung Smart Factory bersama perwakilan Indonesian Cloud. Peserta diperkenalkan pada bagaimana data dan AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung transformasi digital di lingkungan koperasi dan UKM. Pendekatan tersebut membuat AI tidak sekadar menjadi teknologi yang berdiri sendiri. Data dari proses bisnis dapat menjadi bahan untuk melihat pola, mengevaluasi proses, dan mencari peluang peningkatan efisiensi. AI Dipraktikkan untuk Olah Data Penerapan teknologi juga diperkenalkan secara langsung melalui workshop “AI untuk Pengolahan Data: Smart Factory menggunakan Orange 3” yang menghadirkan narasumber dari BINUS University. Dalam workshop ini, peserta diperkenalkan pada penggunaan AI dan pengolahan data dengan Orange 3, perangkat yang dapat membantu analisis sekaligus visualisasi data. Dengan pendekatan tersebut, pelaku UKM tidak hanya mendapatkan gambaran mengenai konsep Smart Factory, tetapi juga diperkenalkan pada cara mengolah data secara lebih praktis. Sementara itu, sesi bersama PT Internex Indonesia membahas transformasi digital dalam manufaktur, termasuk penggunaan teknologi untuk mendukung efisiensi dan produktivitas proses bisnis. UKM Tak Cukup Sekadar Punya Teknologi Korea-Indonesia Smart Factory Seminar. [Ist] Korea-Indonesia Smart Factory Seminar. [Ist] Masuknya AI ke sektor UKM membawa tantangan tersendiri. Memiliki perangkat atau teknologi belum otomatis membuat proses bisnis menjadi lebih efisien. Kemampuan sumber daya manusia untuk memahami dan menerapkan teknologi menjadi faktor penting agar investasi digital benar-benar memberikan dampak. “Transformasi digital tidak cukup hanya dengan pengetahuan, tetapi harus diikuti dengan kemampuan untuk menerapkan teknologi secara nyata dalam proses bisnis,” ujar Pengawas Ahli Utama, Kementerian Koperasi RI, Daniel Asnur dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2026). Menurut Daniel, Program ODA Smart Factory tidak hanya memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas. Koperasi dan UKM juga mendapatkan dukungan peralatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Artinya, pendekatan transformasi yang didorong dalam program ini tidak berhenti pada edukasi. Teknologi juga diarahkan untuk masuk ke proses operasional secara langsung. Smart Factory Jadi Langkah Berikutnya Seminar yang diikuti lebih dari 100 pelaku UKM dan perwakilan perusahaan tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, perusahaan teknologi, industri, serta dunia usaha. Program ODA Smart Factory sendiri memasuki tahun terakhir pelaksanaannya pada 2026. Kementerian Koperasi berharap pengalaman dari program tersebut dapat menjadi best practice yang dikembangkan dan direplikasi untuk menjangkau lebih banyak koperasi dan UKM. Kerja sama dengan Pemerintah Republik Korea dan INNOBIZ Association juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem transformasi teknologi bagi koperasi dan UKM Indonesia. - suara

Lenovo Bawa AI ke Dunia Kerja, Desktop hingga Monitor Kini Makin Pintar  ThinkCentre X Ultra. [Lenovo] BACA 10 DETIK  Lenovo memperkenalkan perangkat bisnis berbasis AI di ajang Lenovo Innovation World pada Kamis, 24 September 2026. Perangkat baru tersebut mencakup desktop ThinkCentre, laptop ThinkBook, monitor ThinkVision, dan sistem keamanan enterprise ThinkShield. Rangkaian perangkat inovatif ini bertujuan membantu perusahaan mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam operasional kerja sehari-hari. Suara.com - Kecerdasan buatan (AI) mulai bergeser dari sekadar fitur tambahan menjadi bagian dari perangkat yang digunakan sehari-hari di lingkungan kerja.  Lenovo melihat perubahan tersebut melalui konsep Hybrid AI, yang menggabungkan kemampuan AI di perangkat, edge, on-premises, hingga cloud.  Melalui ajang Lenovo Innovation World di IFA 2026, Lenovo memperkenalkan sejumlah perangkat dan solusi terbaru untuk kebutuhan bisnis.  Portofolionya mencakup desktop ThinkCentre, laptop ThinkBook, monitor ThinkVision, hingga sistem keamanan enterprise.  Menurut Lenovo, pendekatan ini dibutuhkan karena perusahaan mulai bergerak dari tahap eksperimen AI menuju penggunaan AI dalam operasional sehari-hari.  “Organisasi kini mulai beralih dari tahap eksperimen AI dan mengintegrasikan AI ke dalam operasional sehari-hari,” ujar Senior Vice President, Global Innovation Center, Lenovo Intelligent Devices Group, Johnson Jia dalam keterangan resminya, Kamis (24/9/2026).  Desktop Ringkas untuk Era Agentic AI  Salah satu perangkat yang menjadi perhatian adalah ThinkCentre X Ultra. Desktop ini dirancang untuk kebutuhan agentic AI dengan dukungan prosesor hingga AMD Ryzen AI Max+ PRO 495 Series dan memori unified hingga 128GB.  Meski memiliki kapasitas komputasi tinggi, perangkat tersebut hadir dalam bodi berukuran hanya 1,6 liter.  Lenovo juga memungkinkan hingga empat ThinkCentre X Ultra dihubungkan dalam satu konfigurasi cluster. Pengaturan ini dapat digunakan untuk memperbesar kapasitas komputasi dan memori ketika perusahaan menjalankan model AI yang lebih besar atau workflow multi-agent.  Untuk kebutuhan bisnis yang lebih umum, Lenovo menghadirkan ThinkCentre M75s Gen 6 dengan prosesor hingga AMD Ryzen AI PRO 400 Series dan akselerasi AI lokal hingga 50 TOPS.  Ada pula ThinkCentre M75q Gen 6 dengan desain lebih ringkas yang dapat dipasang di belakang monitor atau ditempatkan di ruang kerja terbatas.  Laptop AI Tak Harus Besar dan Berat  AI juga dibawa ke perangkat yang lebih mobile melalui ThinkBook 14 Gen 9.  Laptop 14 inci ini menggunakan Snapdragon X2 Plus dengan performa AI hingga 80 TOPS. Perangkat memiliki ketebalan 17,7 mm dan bobot mulai dari 1,3 kg.  Lenovo juga membekalinya dengan pengalaman Copilot+ PC dan Lenovo Qira. Fitur seperti Pay Attention dan Catch Me Up ditujukan untuk membantu pengguna mengikuti rapat dan mengejar informasi yang terlewat.  ThinkBook 14x Gen 2. [Lenovo]  ThinkBook 14x Gen 2. [Lenovo] Sementara itu, ThinkBook 14x Gen 2 menyasar pengguna yang lebih mengutamakan mobilitas. Laptop ini memiliki ketebalan hanya 12,9 mm dan bobot 990 gram.  Laptop Bisa Jadi Lebih Tipis Lagi  Lenovo juga memamerkan dua proof of concept yang memperlihatkan arah pengembangan perangkat PC di masa depan.  Project AeroBlade mengeksplorasi laptop 14 inci dengan ketebalan kurang dari 10 mm dan bobot di bawah 830 gram.  Menariknya, konsep ini menggunakan sistem pendingin tanpa kipas melalui teknologi AirJet dari Frore Systems. Lenovo Active Flow dirancang untuk menjaga performa secara berkelanjutan sekaligus mengurangi kebisingan dan masuknya debu.  Sementara Project Swan membawa konsep berbeda. Perangkat yang awalnya berbentuk notebook 14 inci dapat diperluas menjadi layar 17 inci dengan rasio 16:9 melalui mekanisme roll-out.  Konsep tersebut ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan ruang layar lebih besar saat melakukan multitasking, mengolah dokumen, membuat presentasi, atau mengerjakan pekerjaan kreatif.  Monitor Ikut Dibekali AI  AI tidak berhenti di komputer. Lenovo juga membawa teknologi tersebut ke lini ThinkVision.  ThinkVision P34WD-4v hadir dengan layar curved 34 inci WQHD berasio 21:9 dan kamera 5MP yang dipadukan dengan AI sensor Lenovo.  ThinkVision P34WD-4v. [Lenovo]  ThinkVision P34WD-4v. [Lenovo] Kamera tersebut dapat membantu menyesuaikan framing pengguna saat rapat, sementara sistem juga dapat mendeteksi beberapa peserta dan menyesuaikan volume suara berdasarkan jarak.  Monitor ini juga mendukung Thunderbolt 4, daisy-chain, serta refresh rate adaptif hingga 120Hz.  Untuk kebutuhan visual profesional, Lenovo memperkenalkan ThinkVision P27UL-40, monitor OLED 27 inci beresolusi UHD dengan cakupan warna 99 persen DCI-P3 dan 100 persen sRGB.  Lenovo juga memperluas ThinkVision T Series melalui T32UD-4v dan T34WD-4v. Keduanya membawa fitur seperti USB-C docking, Windows Hello, Microsoft Teams, serta fitur kenyamanan dan privasi berbasis AI.  AI Juga Harus Dibekali Keamanan  Semakin banyak perangkat menggunakan AI, semakin besar pula kebutuhan untuk menjaga data dan perangkat yang digunakan perusahaan.  Karena itu, Lenovo turut memperkuat portofolio keamanan melalui ThinkShield, termasuk solusi ThinkShield TraceLock dan Prompt Security, a SentinelOne company.  Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Lenovo tidak hanya mendorong penggunaan AI pada sisi produktivitas, tetapi juga menempatkan keamanan sebagai bagian dari penerapan AI di lingkungan enterprise- suarq

Lenovo Bawa AI ke Dunia Kerja, Desktop hingga Monitor Kini Makin Pintar ThinkCentre X Ultra. [Lenovo] BACA 10 DETIK Lenovo memperkenalkan perangkat bisnis berbasis AI di ajang Lenovo Innovation World pada Kamis, 24 September 2026. Perangkat baru tersebut mencakup desktop ThinkCentre, laptop ThinkBook, monitor ThinkVision, dan sistem keamanan enterprise ThinkShield. Rangkaian perangkat inovatif ini bertujuan membantu perusahaan mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam operasional kerja sehari-hari. Suara.com - Kecerdasan buatan (AI) mulai bergeser dari sekadar fitur tambahan menjadi bagian dari perangkat yang digunakan sehari-hari di lingkungan kerja. Lenovo melihat perubahan tersebut melalui konsep Hybrid AI, yang menggabungkan kemampuan AI di perangkat, edge, on-premises, hingga cloud. Melalui ajang Lenovo Innovation World di IFA 2026, Lenovo memperkenalkan sejumlah perangkat dan solusi terbaru untuk kebutuhan bisnis. Portofolionya mencakup desktop ThinkCentre, laptop ThinkBook, monitor ThinkVision, hingga sistem keamanan enterprise. Menurut Lenovo, pendekatan ini dibutuhkan karena perusahaan mulai bergerak dari tahap eksperimen AI menuju penggunaan AI dalam operasional sehari-hari. “Organisasi kini mulai beralih dari tahap eksperimen AI dan mengintegrasikan AI ke dalam operasional sehari-hari,” ujar Senior Vice President, Global Innovation Center, Lenovo Intelligent Devices Group, Johnson Jia dalam keterangan resminya, Kamis (24/9/2026). Desktop Ringkas untuk Era Agentic AI Salah satu perangkat yang menjadi perhatian adalah ThinkCentre X Ultra. Desktop ini dirancang untuk kebutuhan agentic AI dengan dukungan prosesor hingga AMD Ryzen AI Max+ PRO 495 Series dan memori unified hingga 128GB. Meski memiliki kapasitas komputasi tinggi, perangkat tersebut hadir dalam bodi berukuran hanya 1,6 liter. Lenovo juga memungkinkan hingga empat ThinkCentre X Ultra dihubungkan dalam satu konfigurasi cluster. Pengaturan ini dapat digunakan untuk memperbesar kapasitas komputasi dan memori ketika perusahaan menjalankan model AI yang lebih besar atau workflow multi-agent. Untuk kebutuhan bisnis yang lebih umum, Lenovo menghadirkan ThinkCentre M75s Gen 6 dengan prosesor hingga AMD Ryzen AI PRO 400 Series dan akselerasi AI lokal hingga 50 TOPS. Ada pula ThinkCentre M75q Gen 6 dengan desain lebih ringkas yang dapat dipasang di belakang monitor atau ditempatkan di ruang kerja terbatas. Laptop AI Tak Harus Besar dan Berat AI juga dibawa ke perangkat yang lebih mobile melalui ThinkBook 14 Gen 9. Laptop 14 inci ini menggunakan Snapdragon X2 Plus dengan performa AI hingga 80 TOPS. Perangkat memiliki ketebalan 17,7 mm dan bobot mulai dari 1,3 kg. Lenovo juga membekalinya dengan pengalaman Copilot+ PC dan Lenovo Qira. Fitur seperti Pay Attention dan Catch Me Up ditujukan untuk membantu pengguna mengikuti rapat dan mengejar informasi yang terlewat. ThinkBook 14x Gen 2. [Lenovo] ThinkBook 14x Gen 2. [Lenovo] Sementara itu, ThinkBook 14x Gen 2 menyasar pengguna yang lebih mengutamakan mobilitas. Laptop ini memiliki ketebalan hanya 12,9 mm dan bobot 990 gram. Laptop Bisa Jadi Lebih Tipis Lagi Lenovo juga memamerkan dua proof of concept yang memperlihatkan arah pengembangan perangkat PC di masa depan. Project AeroBlade mengeksplorasi laptop 14 inci dengan ketebalan kurang dari 10 mm dan bobot di bawah 830 gram. Menariknya, konsep ini menggunakan sistem pendingin tanpa kipas melalui teknologi AirJet dari Frore Systems. Lenovo Active Flow dirancang untuk menjaga performa secara berkelanjutan sekaligus mengurangi kebisingan dan masuknya debu. Sementara Project Swan membawa konsep berbeda. Perangkat yang awalnya berbentuk notebook 14 inci dapat diperluas menjadi layar 17 inci dengan rasio 16:9 melalui mekanisme roll-out. Konsep tersebut ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan ruang layar lebih besar saat melakukan multitasking, mengolah dokumen, membuat presentasi, atau mengerjakan pekerjaan kreatif. Monitor Ikut Dibekali AI AI tidak berhenti di komputer. Lenovo juga membawa teknologi tersebut ke lini ThinkVision. ThinkVision P34WD-4v hadir dengan layar curved 34 inci WQHD berasio 21:9 dan kamera 5MP yang dipadukan dengan AI sensor Lenovo. ThinkVision P34WD-4v. [Lenovo] ThinkVision P34WD-4v. [Lenovo] Kamera tersebut dapat membantu menyesuaikan framing pengguna saat rapat, sementara sistem juga dapat mendeteksi beberapa peserta dan menyesuaikan volume suara berdasarkan jarak. Monitor ini juga mendukung Thunderbolt 4, daisy-chain, serta refresh rate adaptif hingga 120Hz. Untuk kebutuhan visual profesional, Lenovo memperkenalkan ThinkVision P27UL-40, monitor OLED 27 inci beresolusi UHD dengan cakupan warna 99 persen DCI-P3 dan 100 persen sRGB. Lenovo juga memperluas ThinkVision T Series melalui T32UD-4v dan T34WD-4v. Keduanya membawa fitur seperti USB-C docking, Windows Hello, Microsoft Teams, serta fitur kenyamanan dan privasi berbasis AI. AI Juga Harus Dibekali Keamanan Semakin banyak perangkat menggunakan AI, semakin besar pula kebutuhan untuk menjaga data dan perangkat yang digunakan perusahaan. Karena itu, Lenovo turut memperkuat portofolio keamanan melalui ThinkShield, termasuk solusi ThinkShield TraceLock dan Prompt Security, a SentinelOne company. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Lenovo tidak hanya mendorong penggunaan AI pada sisi produktivitas, tetapi juga menempatkan keamanan sebagai bagian dari penerapan AI di lingkungan enterprise- suarq

Dubbing Tak Lagi Bikin Aneh, AI Kini Bisa Sinkronkan Gerak Mulut Aktor - Suara
Microsoft Kucurkan 1,7 Miliar Dolar AS ke Indonesia, Meutya Dorong RI Jadi Hub AI ASEAN - suara
Additional JS