Bongkar! Ini Cara Deteksi Konten AI - RRI
Tips, Kecerdasan Buatan,
Bongkar! Ini Cara Deteksi Konten AI
KBRN, Sumenep : Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) hingga saat ini terus mengalami peningkatan pesat dan dapat diakses dengan mudah oleh siapa pun. Tedapat teknologi AI seperti Gemini, ChatGPT, Claude dan lainnya mampu dengan mudah mencipta konten.
Konten – konten buatan AI yang semakin canggih membuat orang sulit membedakan keasliannya. Namun, berikut beberapa teknik yang bisa Anda gunakan untuk mendeteksi konten buatan AI:
1. Ciri Tekstual
Pola dalam konten hasil AI biasanya memiliki ciri pengunaan struktur kalimat yang mirip, memiliki variasi kosakata terbatas hingga beberapa pengulangan frasa. Kerapian teks yang terlampaui sempurna seperti bukan tulisan oleh manusia. Konten berdasar AI juga kurang menggambarkan sudut pandang dan emosi yang digambarkan.
2. Menggunakan Detektor dan Alat Otomatis
Selanjutnya dengan menggunakan alat detektor. Anda bisa menggunakan Copyleaks AI Detector dengan akurasi tinggi (>99%) dan mendukung 30+ bahasa. Selanjutnya, GPTZero yang terkenal dilingkungan pendidikan. Juga ada Originality.ai yang merupakan gabungan deteksi AI dan plagiarism, dan website lain seperti Turnitin, Writer, dan CrossPlag.
3. Penggunaan Teknik Canggih dengan Metode Mutakhir
Pada setiap konten AI memiliki watermarking yang dapat dilacak jika watermark tersebut telah ditemukan. Seperti halnya pada Google DeepMind yang telah membuka watermark-nya yang disebut SynthID-Text. Penggunaan model seperti DistilBERT untuk membedakan teks buatan manusia atau AI. Analisis terhadap paraphrase juga dapat dilakukan untuk mendeteksi konten AI dengan dengan teknik retrieval.
Meski telah menggunakan sejumlah teknik di atas, perlu kita ketahui dan sadari bahwa tidak ada metode sempurna untuk mendeteksi AI. Terkadang teks manusia pun dapat terdeteksi sebagai AI. Teks pendek pun akan sulit untuk dideteksi hingga pada editing teks dapat menyamarkan dari jejak AI.
Deteksi konten AI merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Kemajuan teknologi membuatnya semakin sulit. Dengan kombinasi antara pengamatan manual seperti pola dan gaya teks dengan alat deteksi otomatis dapat membantu membedakan konten AI dan buatan manusia.