0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home Android Featured Keamanan Digital Smartphone Spesial

    Kenali 6 Izin Aplikasi Android yang Lebih Baik Ditolak demi Keamanan Data -

    4 min read

     

    Kenali 6 Izin Aplikasi Android yang Lebih Baik Ditolak demi Keamanan Data



    • MetroTV Live TV
    Lufthi Anggraeni - 11 Oktober 2025 15:18 WIB
    Kenali 6 Izin Aplikasi Android yang Lebih Baik Ditolak demi Keamanan Data
    Berikut 6 izin aplikasi Android yang sebaiknya pengguna tolak demi menjaga keamanan data.
    Jakarta: Setiap kali memasang aplikasi baru di perangkat Android, pengguna kerap mendapati permintaan izin akses terhadap berbagai fitur ponsel seperti lokasi, kamera, mikrofon, penyimpanan, dan lainnya. 

    Kendati banyak dari permintaan izin ini wajar dalam konteks fungsi aplikasi, namun terdapat sejumlah izin yang sebaiknya pengguna tolak atau batasi, karena memiliki potensi penyalahgunaan dan risiko terhadap privasi.

    Sebab, jika sembarangan menekan opsi Izinkan, aplikasi bisa melacak aktivitas, merekam suara, bahkan menjual informasi pribadi ke pihak ketiga tanpa sepengetahuan pengguna. Karenanya, pengguna perlu lebih hati-hati terkait dengan izin ini.
     

    Akses Lokasi

    Izin lokasi memungkinkan aplikasi melacak posisi pengguna secara real-time melalui GPS, Wi-Fi, dan jaringan seluler. Kendati penting untuk aplikasi seperti peta, transportasi online, atau layanan pengantaran, izin ini berpotensi menjadi pintu bagi aplikasi tak relevan untuk memantau gerak langkah harian atau membangun profil rutinitas hidup pengguna.

    Aplikasi jahat juga dapat menjual data lokasi ke pihak pengiklan tanpa izin nyata dari pengguna. Karenanya, pengguna diimbau untuk membatasi akses lokasi hanya untuk aplikasi yang benar-benar memerlukannya, dan pemantauan dilakukan lewat Dasbor Privasi pada perangkat bersistem operasi Android 12 ke atas).
     

    Akses Panggilan dan Pesan

    Jenis izin ini memberikan kemampuan aplikasi membaca atau mengirim SMS, mengakses daftar panggilan, bahkan kode OTP yang masuk. Mengingat bersifat sangat sensitif, pengguna diimbau untuk menolak izin ini pada aplikasi yang bukan layanan komunikasi atau perbankan. 

    Sebab jika aplikasi mencurigakan memiliki akses ini, bisa terjadi penyalahgunaan, misalnya pendaftaran ke layanan berbayar secara diam-diam.
     

    Akses Penyimpanan

    Izin penyimpanan membuka akses ke semua file di perangkat, dari foto, dokumen, data sensitif, hingga file aplikasi. Jika diizinkan secara luas ke aplikasi tak relevan, risiko data bocor atau dimodifikasi tanpa izin meningkat.

    Karena itu, sebelum memberikan izin penyimpanan, pastikan fungsi aplikasi memang memerlukannya, seperti editor foto dan musik. Untuk file sensitif, pengguna disarankan menyimpannya di cloud terenkripsi daripada di penyimpanan lokal.
     

    Akses Kamera

    Izin kamera memungkinkan aplikasi mengambil foto dan video menggunakan kamera depan maupun belakang perangkat. Risiko besar muncul ketika aplikasi melakukan penyalahgunaan, termasuk risiko aplikasi secara aktif merekam tanpa sepengetahuan pengguna, termasuk saat aplikasi tidak digunakan.

    Sebagai langkah mitigasi, pengguna dianjurkan memberikan izin kamera hanya saat aplikasi digunakan via fitur yang tersedia di perangkat bersistem operasi Android 11 ke atas, dan menolak izin kamera untuk aplikasi dengan fungsi utama bukan fotografi, video, atau komunikasi.
     

    Akses Daftar Kontak

    Izin daftar kontak memberi aplikasi kemampuan membaca, mengubah, hingga menghapus data kontak. Dengan demikian, aplikasi jahat dengan izin ini dapat mencuri info seperti nama, nomor telepon, dan alamat email teman atau keluarga untuk spam atau penipuan.

    Dengan demikian, jika aplikasi fungsi utamanya bukan media sosial atau komunikasi, sebaiknya tolak izin kontak ini. Pada perangkat bersistem operasi Android 13 ke atas, pengguna bisa memilih hanya sebagian kontak yang diizinkan aksesnya.
     

    Akses Mikrofon

    Izin mikrofon tidak jauh berbeda dengan risiko kamera, sebab memungkinkan perekaman audio sekitar perangkat. Aplikasi berbahaya bisa secara diam-diam merekam percakapan dan menggunakannya untuk iklan atau pemerasan.

    Sistem Android versi terbaru yaitu Android 12 ke atas memperlihatkan indikator mikrofon aktif setiap saat, sebagai salah satu kontrol transparansi bagi pengguna. Karena itu, pengguna diminta untuk memastikan bahwa hanya aplikasi penting seperti panggilan suara, perekam, atau asisten AI yang mendapatkan izin ini.

    Setelah mengetahui risiko dari izin tersebut, pengguna memang tidak perlu menolak semua izin, namun tetap diimbau untuk berhati-hati. Pengguna dianjurkan untuk memastikan aplikasi benar-benar memerlukan akses tertentu agar fungsinya berjalan baik.

    Sebagai pedoman umum, jika aplikasi tidak berkaitan dengan kamera, video, audio, atau komunikasi, pengguna dianjurkan untuk menolak akses kamera, mikrofon, lokasi, pesan, panggilan, dan kontak.

    Cek Berita dan Artikel yang lain di
    Komentar
    Additional JS