Amazon Siapkan Rp837 T untuk Suntik OpenAI: Konflik Kepentingan? - Viva
- Amazon dilaporkan tengah mempertimbangkan investasi besar di OpenAI senilai minimal US$50 miliar (sekitar Rp837 triliun).
- Langkah ini menjadi sorotan karena Amazon memiliki hubungan erat dan telah menginvestasikan US$8 miliar di Anthropic, pesaing utama OpenAI.
- Investasi Amazon bertujuan strategis untuk mendorong penggunaan chip AI miliknya di ekosistem global, bersaing dengan dominasi Nvidia.
- Jika pendanaan berhasil, valuasi OpenAI bisa melonjak signifikan hingga US$830 miliar.
Raksasa teknologi Amazon dilaporkan sedang dalam pembicaraan serius untuk menanam investasi besar di OpenAI. Nilai investasi yang diperkirakan mencapai US$50 miliar atau sekitar Rp837 triliun ini menjadi bagian dari upaya OpenAI mengumpulkan pendanaan senilai total US$100 miliar.
Jika kesepakatan ini terwujud, investasi Amazon OpenAI akan mengubah peta persaingan kecerdasan buatan (AI) secara drastis. Amazon akan menjadi salah satu penyumbang dana terbesar. CEO Amazon, Andy Jassy, memimpin langsung diskusi krusial ini bersama CEO OpenAI, Sam Altman.
Membongkar Valuasi Raksasa dan Sumber Pendanaan OpenAI
OpenAI, pengembang teknologi AI terkemuka, saat ini memiliki valuasi sekitar US$500 miliar. Perusahaan tersebut menargetkan peningkatan pendanaan substansial hingga US$100 miliar.
Apabila putaran pendanaan ini berhasil, valuasi perusahaan tersebut diprediksi melonjak hingga US$830 miliar atau sekitar Rp13,9 kuadriliun. Laporan Wall Street Journal menggarisbawahi potensi Amazon sebagai investor kunci.
Siapa Saja yang Mengincar OpenAI?
OpenAI tidak hanya berbicara dengan Amazon. Mereka secara aktif berdiskusi dengan berbagai pihak lain untuk mengamankan kebutuhan dana ini.
Beberapa di antaranya termasuk dana kekayaan negara (SWF) dari Timur Tengah. Selain itu, raksasa teknologi lain seperti Nvidia, Microsoft, dan SoftBank juga berada dalam daftar negosiasi. Proses pendanaan masif ini ditargetkan rampung sebelum akhir kuartal pertama tahun ini.
Dilema Amazon: Antara Anthropic dan Investasi Amazon OpenAI
Rencana kemitraan antara Amazon dan OpenAI menciptakan dilema menarik. Selama ini, Amazon menjalin hubungan sangat erat dengan Anthropic, yang notabene adalah pesaing langsung OpenAI di pasar model AI.
Amazon Web Services (AWS) berperan sebagai penyedia utama layanan komputasi awan dan pelatihan model AI bagi Anthropic. Amazon bahkan telah menanamkan investasi sedikitnya US$8 miliar ke Anthropic. Mereka juga baru meresmikan pusat data senilai US$11 miliar di Indiana, khusus dirancang untuk mendukung pengembangan model AI milik Anthropic.
Strategi di Balik Perebutan Chip AI
Langkah Amazon menanam modal di pesaing mitra terdekatnya bukanlah tanpa alasan. Keputusan investasi Amazon OpenAI ini dinilai menguntungkan dari sisi strategis perangkat keras.
Amazon saat ini masih tertinggal dalam bisnis chip AI. Sulit bagi Amazon untuk bersaing langsung dengan Nvidia, pemain paling dominan di sektor tersebut. Dengan mengikat diri pada OpenAI melalui investasi, Amazon membuka jalan. Mereka memastikan produk chip AI mereka dapat digunakan secara luas di ekosistem AI global yang dikembangkan OpenAI.
Sebelumnya, Amazon juga diketahui telah menginvestasikan US$10 miliar untuk pengembangan chip. Sebagian dari chip hasil investasi tersebut kini berpotensi digunakan oleh OpenAI melalui kesepakatan pendanaan baru ini.
Prospek dan Dampak Industri Kecerdasan Buatan Global
Diskusi intensif terkait potensi investasi Amazon OpenAI menandai fase baru konsolidasi kekuasaan di sektor kecerdasan buatan. Raksasa teknologi tidak lagi memilih satu kuda dalam pacuan AI. Mereka kini menyebar risiko dan modal ke seluruh pemain utama.
Pergeseran fokus dan loyalitas investasi ini menyoroti bagaimana perusahaan besar berjuang mengamankan posisi terdepan. Mereka harus mengendalikan infrastruktur kritis untuk model AI masa depan, termasuk komputasi awan dan chip semikonduktor. Perkembangan ini akan mempercepat inovasi, namun juga meningkatkan tekanan persaingan bagi pemain AI skala kecil.