Game TheoTown Dibanjiri Pemain Indonesia, Developer sampai Heran - medcom
3 min read
Game TheoTown Dibanjiri Pemain Indonesia, Developer sampai Heran
Muhammad Syahrul Ramadhan - 10 Januari 2026 11:13 WIB
Jakarta: Sebuah fenomena unik tengah melanda dunia game simulasi pembangunan kota. Game TheoTown, yang dikenal dengan grafis pixel art klasiknya, tiba-tiba mengalami lonjakan pemain yang luar biasa drastis. Menariknya, gelombang pemain baru ini mayoritas berasal dari satu negara, yaitu Indonesia.
Game simulasi membangun kota dengan grafis pixelnya ini kini kembali populer di kalangan komunitas Indonesia. Banyak pemain game ini yang berasal dari Indonesia dengan konsep roleplay.
Selain menjadi wali kota yang punya niat baik untuk membangun kota dan mensejahterakan warganya, para pemain juga bermain untuk memperkaya dirinya sendiri sebagai pejabat.
Para pemain juga suka membagikan fenomena-fenomena unik yang mereka alami, salah satunya sebuah kedai mie yang didemo. Ada juga yang membakar lahan untuk membuka kebun.
Game simulasi membangun kota dengan grafis pixelnya ini kini kembali populer di kalangan komunitas Indonesia. Banyak pemain game ini yang berasal dari Indonesia dengan konsep roleplay.
Selain menjadi wali kota yang punya niat baik untuk membangun kota dan mensejahterakan warganya, para pemain juga bermain untuk memperkaya dirinya sendiri sebagai pejabat.
Para pemain juga suka membagikan fenomena-fenomena unik yang mereka alami, salah satunya sebuah kedai mie yang didemo. Ada juga yang membakar lahan untuk membuka kebun.

(Player membagikan kedai mie didemo. Foto: X)
Lonjakan statistik yang tidak terduga ini kabarnya sempat membuat tim pengembang (developer) heran sekaligus takjub. Bagaimana tidak, game yang awalnya lebih populer di pasar Eropa dan Amerika ini mendadak dipenuhi oleh kota-kota virtual yang sangat akrab bagi warga lokal Indonesia.
Karena membludaknya jumlah player baru dalam waktu yang singkat, developer game ini, yaitu Lobby Divinus sepertinya menyadari hal tersebut. Hal ini dapat dilihat melalui unggahan salah satu anggota komunitas di Facebook, Dika Alvino.
Berdasarkan postingannya, ia memperlihatkan splash screen game yang berisikan komentar dari developer yang keheranan karena banyaknya player dari Indonesia. Bahkan di salah satu splash screen game tersebut juga memperlihatkan niat developer untuk mempelajari Bahasa Indonesia.
Admin game ini yang muncul pada komunitas Theotown Community of Indonesia juga langsung disambut oleh para anggota. Ia mengunggah sebuah postingan yang isinya menanyakan bagaimana kesan-kesan player Indonesia ini terhadap game buatan mereka.
Momen tersebut juga dimanfaatkan oleh para player untuk berinteraksi langsung kepada salah satu perwakilan dari developer dan juga ajang untuk meminta fitur-fitur baru. Banyak dari mereka yang meminta fitur lapangan padel, dan lain-lain.
Fenomena ini membuktikan bahwa player Indonesia memiliki cara unik dalam menikmati sebuah karya global. Mereka tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga memanfaatkan ruang virtual tersebut untuk mengekspresikan identitas bangsa.
Kini, jika kamu masuk ke forum komunitas TheoTown, jangan kaget jika melihat diskusi tentang cara membangun warung kopi di tengah kawasan industri, karena bagi player Indonesia, TheoTown adalah wadah untuk membangun kembali lingkungan mereka ke dalam dunia digital yang lebih tertata.
(Fany Wirda Putri)
(RUL)