Gara-gara Salah Kirim Email, Rencana PHK Massal Amazon Terungkap ke Publik - Viva
Jakarta, VIVA – Amazon kembali menjadi sorotan setelah sebuah email internal yang diduga terkirim tanpa sengaja mengungkap adanya perubahan organisasi di unit komputasi awan (cloud) perusahaan. Insiden ini terjadi di tengah ekspektasi pasar bahwa raksasa e-commerce tersebut akan kembali melakukan pemangkasan tenaga kerja besar-besaran, seiring dorongan efisiensi, restrukturisasi bisnis, serta peningkatan penggunaan kecerdasan buatan.
Pada Selasa, 27 Januari 2026, Amazon mengirim pemberitahuan kepada staf cloud dalam sebuah kesalahan yang tampaknya tidak disengaja, yang mengakui adanya perubahan organisasi di perusahaan. Sebelumnya, sumber yang mengetahui masalah ini menyebut Amazon diperkirakan akan mengumumkan PHK massal pada tenaga kerja korporatnya paling cepat pekan ini.
Unit cloud computing dan unit toko ritel termasuk divisi yang diperkirakan terdampak. “Perubahan seperti ini berat bagi semua orang,” tulis Colleen Aubrey, wakil presiden senior solusi AI terapan di Amazon Web Services (AWS) dalam email yang tersebar, sebagaimana dikutip dari CNBC, Rabu, 28 Januari 2026.
“Keputusan ini sulit dan dibuat dengan penuh pertimbangan saat kami memposisikan organisasi dan AWS untuk kesuksesan di masa depan,” sambungnya.
Pesan tersebut juga merujuk pada unggahan kepala SDM Amazon, Beth Galetti, dan menyebut perusahaan telah memberi tahu rekan kerja yang terdampak di perusahaannya.
Subjek email tersebut bertanda “Project Dawn,” dan email itu disebut telah “dibatalkan,” yang mungkin menandakan pesan ditarik kembali setelah terkirim. Hingga kini, belum jelas apa yang dimaksud dengan Project Dawn.
Perwakilan Amazon juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Sebagaimana diketahui, gelombang pengurangan karyawan ini menyusul pengumuman Amazon pada Oktober lalu bahwa perusahaan akan mem-PHK 14.000 karyawan korporat. Saat itu, perusahaan mengindikasikan pemangkasan akan berlanjut pada 2026 seiring upaya menemukan area tambahan untuk menghilangkan lapisan organisasi.
CEO Amazon Andy Jassy sempat menjelaskan bahwa PHK bertujuan mengurangi lapisan manajemen dan birokrasi di dalam perusahaan. Ia juga memprediksi pada Juni lalu bahwa peningkatan efisiensi dari AI akan menyusutkan jumlah staf korporat Amazon dalam beberapa tahun ke depan.
Amazon juga mengumumkan reorganisasi bisnis bahan pangan (grocery). Perusahaan menyatakan akan menutup supermarket Fresh dan gerai minimarket Go guna memprioritaskan investasi di toko Whole Foods serta layanan belanja bahan pangan daring.
Eksekutif utama divisi grocery Amazon, Jason Buechel, mengatakan kepada staf melalui memo bahwa perusahaan perlu membuat pilihan tersebut untuk memenangkan pelanggan. Ia juga mengumumkan langkah restrukturisasi lain, termasuk rencana penunjukan peran kepemimpinan khusus untuk kualitas bahan pangan.
Amazon dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan kuartal keempat setelah penutupan pasar pada 5 Februari. Pelaku pasar kini menantikan apakah restrukturisasi dan efisiensi besar-besaran ini mampu memperbaiki profitabilitas perusahaan ke depan.