0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home Android Featured Gadget Google Smartphone Spesial

    Google Rilis Fitur Perlindungan Pencurian Android Revolusioner - Viva

    6 min read

     

    Google Rilis Fitur Perlindungan Pencurian Android Revolusioner


    Amazon Siapkan Rp837 T untuk Suntik OpenAI: Konflik Kepentingan?
    • Google memperkuat mekanisme autentikasi gagal (Failed Authentication Lock) pada Android 16.
    • Perlindungan Identity Check kini meluas ke aplikasi perbankan dan Google Password Manager (Android 15+).
    • Fitur Remote Lock ditingkatkan dengan verifikasi ketat; khusus Brasil mendapat aktivasi keamanan bawaan.

    Resmi Rilis: Redmi Pad 2 Pro Harry Potter Edition, Harga Jual Lebih Mahal

    Google merilis serangkaian pembaruan masif untuk memperkuat sistem keamanan perangkat Android. Raksasa teknologi ini menyadari, perangkat seluler kelas atas kini menjadi target utama pencurian digital dan fisik. Oleh karena itu, Google memperbarui protokol keamanan agar perangkat jauh lebih tahan terhadap upaya peretasan oleh kriminal.

    Pembaruan ini merupakan evolusi dari alat keamanan yang Google perkenalkan sebelumnya, termasuk Theft Detection Lock dan Offline Device Lock. Google berfokus pada penguatan mekanisme autentikasi dan peningkatan alat pemulihan. Perusahaan ini secara eksplisit menyebut, model premium seperti Google Pixel Pro, ponsel lipat, dan seri unggulan Samsung kini memiliki risiko pencurian signifikan, setara dengan iPhone.

    OnePlus 10 Pro Dapat Kejutan OxygenOS 16: Peningkatan AI & Kinerja

    “Kami mengumumkan serangkaian pembaruan Fitur Perlindungan Pencurian Android yang sangat kuat,” tulis Google dalam pernyataan resminya. Pembaruan ini dirancang untuk membuat perangkat Android menjadi target yang jauh lebih sulit bagi para penjahat.

    Penguatan Mekanisme Autentikasi dan Pemulihan Perangkat

    Google memberikan kendali yang jauh lebih mendetail bagi pengguna yang menjalankan sistem operasi Android 16 atau yang lebih baru. Pembaruan ini bertujuan melindungi perangkat dari upaya pembobolan berulang.

    Respons Kunci Otomatis (Failed Authentication Lock)

    Google kini menyematkan tombol khusus aktif/nonaktif di dalam menu pengaturan untuk fitur Failed Authentication Lock. Fitur baru ini memberikan otonomi penuh kepada pemilik perangkat untuk mengatur respons sistem keamanan.

    Layar perangkat akan langsung terkunci secara otomatis apabila sistem mendeteksi jumlah upaya autentikasi gagal yang berlebihan. Selain itu, perangkat Android 16 ke atas menawarkan proteksi lebih ketat terhadap upaya penebakan PIN, pola, atau kata sandi. Sistem akan meningkatkan durasi waktu penguncian secara progresif setelah serangkaian upaya masuk yang gagal.

    Menariknya, Google menerapkan logika komputasi baru untuk mencegah pemilik asli terkunci tanpa sengaja. Sistem telah dirancang agar tebakan salah yang identik—misalnya akibat interaksi anak kecil—tidak lagi dihitung dalam akumulasi batas upaya coba ulang.

    Identity Check untuk Keamanan Finansial

    Peningkatan krusial juga diterapkan pada fitur Identity Check untuk Android 15 dan versi yang lebih baru. Google memperluas cakupan perlindungan fitur ini ke seluruh aplikasi yang menggunakan antarmuka Android Biometric Prompt.

    Perluasan ini memberikan dampak langsung pada keamanan sektor finansial digital. Aplikasi perbankan pihak ketiga dan Google Password Manager kini secara otomatis mendapat lapisan keamanan tambahan. Hal ini mempersulit akses data sensitif, bahkan jika perangkat fisik telah berpindah tangan ke pihak yang tidak berhak.

    Strategi Mitigasi Risiko Global: Remote Lock dan Pasar Prioritas

    Google juga memperbarui alat Remote Lock untuk perangkat berbasis Android 10 ke atas. Fitur ini memungkinkan pengguna mengunci perangkat yang hilang melalui peramban web dengan protokol verifikasi yang diperketat.

    Verifikasi Ketat Remote Lock

    Pembaruan Remote Lock menambahkan tantangan atau pertanyaan keamanan opsional dalam proses penguncian jarak jauh. Langkah ini berfungsi untuk memvalidasi bahwa tindakan penguncian benar-benar diinisiasi oleh pemilik sah. Dengan demikian, Google mencegah potensi penyalahgunaan dari pihak lain yang mungkin menemukan perangkat tersebut.

    Brasil sebagai Pilot Project Keamanan

    Google menerapkan strategi mitigasi risiko agresif khusus untuk pasar Brasil. Tingginya angka pencurian ponsel di sana membuat perusahaan memberlakukan pengaktifan fitur keamanan secara default (bawaan) bagi perangkat Android baru yang diaktifkan di wilayah tersebut.

    Fitur Theft Detection Lock di pasar Brasil menggunakan kecerdasan artifisial (AI) on-device. Teknologi ini mampu mendeteksi gerakan mendadak yang mengindikasikan pencurian tipe "jambret dan lari." Sistem akan segera mengunci layar perangkat dalam hitungan detik.

    Selain itu, fitur Remote Lock di Brasil diaktifkan secara otomatis tanpa memerlukan pengaturan manual sebelumnya. Pengguna dapat langsung mengakses situs android.com/lock untuk mengamankan perangkat sejak hari pertama penggunaan.

    Prospek Keamanan Digital Perangkat Android

    Pembaruan yang Google luncurkan menunjukkan komitmen serius untuk menyetarakan standar keamanan Android dengan kompetitor utama. Dengan fokus pada peningkatan autentikasi dan pencegahan akses data finansial, Google secara efektif meningkatkan biaya operasional bagi para pelaku kriminal.

    Fitur Perlindungan Pencurian Android terbaru ini tidak hanya melindungi perangkat keras, tetapi juga menjaga ekosistem data pribadi dan finansial pengguna. Langkah agresif ini khususnya di pasar berisiko tinggi seperti Brasil, menjadi cetak biru global bagaimana teknologi AI dapat diterapkan secara proaktif untuk melawan kejahatan siber berbasis pencurian fisik. Pengguna Android di seluruh dunia kini merasakan ketenangan pikiran yang lebih besar berkat lapisan keamanan yang diperketat Google.


    Komentar
    Additional JS