Google Tingkatkan Keamanan Android 17 Lewat App Lock, Apa Fungsinya? - Liputan6
Google Tingkatkan Keamanan Android 17 Lewat App Lock, Apa Fungsinya?
Google sedang mengembangkan fitur App Lock bawaan di Android 17 yang mampu menyembunyikan isi notifikasi dari aplikasi terkunci.
Facebook baru saja mengumumkan kehadiran fitur Screen Sharing untuk pengguna Messenger di iOS dan Android. (Doc. Facebook)
Liputan6.com, Jakarta - Google diam-diam menyempurnakan sistem penguncian aplikasi bawaan di Android 17 dengan petunjuk baru yang mengungkapkan bagimana aplikasi yang terkunci akan berjalan di seluruh notifikasi dan UI sistem.
Mengutip Digital Trends, Minggu (11/1/2026) informasi ini terungkap dari bocoran Android 17 versi Canary yang dikutip Android Authority. Dalam laporan tersebut disebutkan, notifikasi baru dari aplikasi yang dilindungi oleh fitur App Lock bawaan sistem operasi akan tetap muncul di layar, namun detail penting di dalamnya disembunyikan.
Sebagai contoh, jika pengguna mengunci aplikasi WhatsApp dan menerima pesan baru saat ponsel dalam mode tidur. Notifikasi WhatsApp masih akan muncul di layar kunci atau sebagai notifikasi pop-up. Namun, isi pesan maupun percakapan tidak akan terlihat sampai pengguna membuka kunci aplikasi tersebut.
Dengan langkah ini, Android 17 menerapkan sistem penguncian aplikasi di tingkat sistem operasi. Di mana, konten notifikasi akan tetap tersembunyi sampai pengguna melakukan autentikasi, seperti sidik jari, pengenalan wajah, maupun konten keamanan lain yang didukung perangkat.
Meski belum jelas apakah nama aplikasi yang dikunci masih akan ditampilkan pada notifikasi, sejumlah produsen ponsel Android (OEM) saat ini tetap menampilkan nama aplikasi tanpa detail isi. Google memperkirakan akan menerapkan pendekatan serupa demi konsistesi pengalaman pengguna.
Pengembangan ini didasarkan dari temuan sebelumnya terkait App Lock API di Android 17. Google disebut sedang mengerjakan sistem pengunci aplikasi individual tanpa perlu aplikasi pihak ketiga yang selama ini memiliki implementasi berbeda-beda di tiap perangkat.
Saat fitur ini hadir, fitur harus terintegrasi ke dalam sistem operasi Android, sehingga memungkinkan aplikasi dikunci secara manual atau otomatis dan memerlukan otetikasi biometrik untuk membukanya. Penguncian aplikasi bawaan diharap mampu menstandarkan kontrol privasi di seluruh platform.
Fitur tersebut dinilai akan sangat berguna untuk aplikasi perbankan, perpesanan, atau aplikasi terkait pekerjaan yang berisi informasi sensitif atau pribadi. Terutama bagi pengguna ponsel Pixel atau Android yang kerap meminjamkan ponselnya kepada orang lain.
Walau begitu, Google belum mengumumkan fitur ini secara resmi. Fitur ini terus dikembangkan dan disempurnakan secara bertahap. Jika Perusahaan terus mengerjakannya sesuai rencana, Android 17 seharusnya akan memiliki sistem penguncian aplikasi bawaan sendiri saat diluncurkan utnuk ponsel Pixel dan perangkat Android versi stock.
Android 17 akan Jiplak Fitur Universal Cllipboard Milik Apple, Bagaimana Cara Kerjanya?
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-portrait-new.png,400,20,0)/kly-media-production/medias/3148866/original/014176300_1591777496-Ilustrasi_Smartphone_Android__3_.jpg)
Setelah menghadirkan dukungan Quick Share yang bisa bekerja sama dengan AirDrop milik Apple, Google kembali menyiapkan peningkatan besar pada sistem operasi Android 17.
Perusahaan kini dikabarkan tengah menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna menyalin konten dari ponsel dan menempelkan langsung di perangkat lain yang terhubung. Fitur ini serupa dengan Universal Clipboard yang selama ini menjadi keunggulan Apple.
Dilansir dari Digital Trends, Minggu (30/11/2025) sebagaimana yang dilaporkan Android Authority, temuan awal dari build pengembangan Android 17 menunjukkan fitur ini sudah diuji coba di balik layar.
Meskipun Google belum mengumumkannya, dasar-dasar dalam berkas sistem menunjukkan adanya peningkatan lintas-perangkat signifikan yang akan segera hadir.
Temuan Awal di Android 17
Pengembang menemukan referensi terhadap komponen baru bernama Universal Clipboard Manager pada kode Android 17.
Berkas tersebut berada di bawah android.companion.datatransfer.continuitynamespace yang memberi petunjuk fitur ini dirancang untuk sinkronisasi antar perangkat.
Implementasi awal tampaknya memprioritaskan transfer teks, dengan kemungkinan perluasan ke format lain di tahap berikutnya.
Mekanisme kerja fitur ini memanfaatkan clipboard listener bawan Android serta layanan Google Play untuk mengirimkan data papan klip ke perangkat yang terhubung.
Ketika fitur ini hadir, Universal Clipboard akan menutup celah yang selama ini menghambat produktivitas pengguna Android. Saat ini, proses ke komputer sering kali membutuhkan perantara, mulai dari mengirim pesan ke diri sendiri, email, hingga aplikasi pihak ketiga.
Dengan fitur sinkronisasi bawaan, Android dapat menghadirkan kontinuitas nyata di seluruh perangkat, setara dengan pengalaman yang sudah dinikmati pengguna iOS selama bertahun-tahun.
Universal Clipboard Tingkatkan Efisiensi
Manfaat yang dapat dirasakan:
- Mempercepat alur kerja, terutama bagi pengguna yang sering berpindah perangkat.
- Meningkatkan efisiensi untuk pelajar, kreator konten, hingga pekerja jarak jauh yang mobilitasnya tinggi
- Menunjukkan keseriusan Google dalam memperkuat integrasi lintas perangkat sehingga ekosistem Android menjadi lebih terpadu.
- Memberi nilai tambahan bagi perangkat PC dan tablet berbasis Android karena keterkaitannya dengan ponsel menjadi lebih erat.
Dampak bagi pengguna
Bagi pengguna yang mengandalkan ponsel Android dan PC sekaligus, fitur ini menjanjikan pengalaman kerja yang lebih sederhana. Konten cukup disalin sekali, lalu dapat ditempel di perangkat mana pun yang terhubung tanpa langkah tambahan.
Namun ada catatan terkait privasi dan keamanan. Konten clipboard sering kali berisi informasi sensitif seperti kata sandi, alamat, atau catatan pribadi. Google perlu memastikan mekanisme enkripsi dan kontrol perangkat bekerja dengan ketat. Pengguna juga perlu memahami bagaimana proses penghubungan perangkat, cara menonaktifkan fitur, dan sejauh mana data mereka tetap aman.
Perkembangan fitur ini kemungkinan akan terlihat lebih jelas melalui developer preview dan beta awal Android 17 dalam beberapa bulan ke depan. Dari sanalah Universal Cliboard kemungkinan besar akan segera memperluas peluncurannya di seluruh ekosistem Android.
Ketika fitur ini dirilis resmi, fitur ini diperkirakan menjadi salah satu pembaruan paling menarik yang akan mendapat banyak perhatian dari pengguna maupun pengembang.
Google Hadirkan Snapseed dengan Filter Kamera Analog Retro untuk iPhone
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5395979/original/021212700_1761723631-Memotret_dengan_kamera_iPhone__pexels_.jpg)
Aplikasi pengedit foto Snapseed kembali menghadirkan inovasi menarik bagi pengguna iOS. Melalui pembaruan versi 3.11 yang dirilis sekitar bulan lalu, Snapseed memperkenalkan “Snapseed Camera,” sebuah fitur kamera baru yang dirancang untuk mendukung kreativitas, control, dan gaya personal pengguna.
Dilansir 9to5Google, Kamis (8/1/2026), aplikasi kamera ini memungkinkan pengguna memotret langsung menggunakan filter film analog yang telah diatur sebelumnya. Sejumlah filter film preset terinspirasi dari film-film jadul di dunia fotografi, seperti Kodak, Fuji, Agfa, hingga Polaroid.
Beberapa pilihan filter yang tersedia pada aplikasi ini antara lain:
- KP1: Terinspirasi oleh Kodak Portra 400
- KP2: Terinspirasi oleh Kodak Portra 160
- KG1: Terinspirasi oleh Kodak Gold 200
- KE1: Terinspirasi oleh Kodak E200
- FS1: Terinspirasi oleh Fuji Superia 200
- FS2: Terinspirasi oleh Fuji Superia 800
- FP1: Terinspirasi oleh Fuji Pro 400h
- AG1: Terinspirasi oleh Agfa Optima 200
- AS1: Terinspirasi oleh Agfa Scala 200
- PD1: Terinspirasi oleh Polaroid 600
- TC1: Terinspirasi oleh Technicolor
Tak hanya preset film, Snapseed Camera juga memberikan akses ke tampilan dan pengatturan edit yang sebelumnya telah disimpan pengguna, seghingga proses pengambilan gambar dan pengeditan terasa lebih praktis.
Dari sisi desain, jendala bidik tampil skeuomorpic dengan animasi tombol putar saat pergantian film, serta enam tema warna: Editor, Dusk, Negative, Steel, Haze, dan Depth.
Kontrol lampu kilat dan navigasi kamera depan-belakang ditata dengan sederhana, sementara efek noise atau butiran film baru diterapkan setelah foto diambil untuk menjaga kesan autentik. Fitur ini dapat diakses melalui pintasan Pusat Kontrol iOS atau kontrol kamera pada perangkat terbaru.
Sejak tahun lalu, Snapseed untuk iOS rutin menerima pembaruan, berbeda dengan Android yang belum mendapat pembaruan terbaru.
Meski demikian, Snapseed Camera menjadi pelengkap modernisasi editor Snapseed dengan pengalaman memotret gratis bernuansa retro, mengingatkan pada era awal Instagram muncul dan Hipstamatic
Infografis Ponsel Black Market Diblokir melalui IMEI
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2850775/original/075324800_1562839674-Infografis_HL_Blokir_Ponsel_Black_Market.jpg)