0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home Beria Dunia Internasional Featured Gaza israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Israel Ambil Keuntungan Pribadi dari Teknologi Baru Pengolah Reruntuhan di Gaza - Adara Relief International

    2 min read

     

    Israel Ambil Keuntungan Pribadi dari Teknologi Baru Pengolah Reruntuhan di Gaza - Adara Relief International

    Media Israel telah mempromosikan teknologi baru yang akan mengubah puing-puing menjadi bahan yang menguntungkan. Pengumuman ini disampaikan di tengah berlanjutnya penghancuran rumah-rumah warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat oleh Israel. Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa sebuah perusahaan Israel mengembangkan sistem untuk mengubah puing-puing di Gaza menjadi material bangunan. Laporan itu menggambarkan proyek tersebut sebagai terobosan lingkungan dan ekonomi.

    Teknologi yang disebut Morphit ini dikembangkan oleh Rom, sebuah perusahaan Israel yang terkait dengan Luzon Group. Morphit mengubah beton yang rusak, papan gipsum, pasir, dan plester menjadi “bahan yang dapat digunakan.” CEO Rom, Ariel Abram, menggambarkan puing-puing bangunan di seluruh Palestina sebagai masalah yang semakin meningkat. “Semua orang membicarakan tentang besarnya skala limbah konstruksi ilegal di sini,” katanya.

    Beberapa pekan lalu, pemerintahan AS mengirim pesan kepada Israel agar mereka membersihkan puing-puing dari Gaza dengan biaya sendiri, sebagai langkah persiapan menuju pembangunan kembali “Gaza modern.” Menurut harian Israel Yedioth Ahronoth, Israel telah menyetujui hal itu dan akan memulai fase pertama pembersihan puing-puing di Kota Rafah, selatan Gaza.

    Israel Lakukan Genosida Reproduksi terhadap Para Ibu Palestina di Gaza

    Melalui teknologi seperti Morphit, puing-puing rumah-rumah Palestina yang hancur akan kembali ke Tel Aviv dalam bentuk keuntungan, menghasilkan dolar dari reruntuhan yang ditinggalkan oleh genosida tersebut.

    Di Gaza, sekitar 10.000 warga Palestina masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan yang dihancurkan oleh tentara Israel selama genosida. Seluruh lingkungan rata dengan tanah akibat serangan udara dan operasi darat. Puing-puing belum dibersihkan, didaur ulang, atau dibangun kembali. Sementara itu, ribuan warga Palestina yang meninggal tidak dapat dievakuasi dari bawah reruntuhan karena bombardir Israel.

    Di Tepi Barat, Israel terus menghancurkan rumah-rumah warga Palestina dalam skala besar. Pihak berwenang menyebut kurangnya izin bangunan atau klaim keamanan sebagai dalih. Banyak pembongkaran dilakukan sebagai hukuman kolektif terhadap keluarga-keluarga Palestina yang melawan pendudukan. Menurut UNRWA, pasukan Israel mengeluarkan perintah penghancuran massal pada Maret dan Juni, yang menargetkan lebih dari 190 rumah di kamp pengungsi Jenin.

    Sumber: QudsNen

    Komentar
    Additional JS