Kanada Guyur ASEAN Rp51 Miliar, Fokus Garap Keamanan Pangan hingga Perang Lawan Kejahatan Siber - Inilah
Kanada Guyur ASEAN Rp51 Miliar, Fokus Garap Keamanan Pangan hingga Perang Lawan Kejahatan Siber
Kiri-kanan: Duta Besar Kanada untuk ASEAN Ambra Dickie, Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional Randeep Sarai, dan Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/1/2026). (Foto: Antara/Cindy Frishanti)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kanada kian serius menancapkan pengaruh strategisnya di Asia Tenggara. Melalui dana segar sebesar 4,2 juta dolar Kanada atau setara Rp51 miliar, Negeri Pecahan Es ini resmi memperkuat kemitraan dengan ASEAN guna merespons berbagai tantangan global mulai dari kedaulatan pangan hingga ancaman di ruang digital.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, Randeep Sarai, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/1/2026). Dana tersebut merupakan bagian dari komitmen besar Kanada senilai 11,7 juta dolar Kanada (Rp141,6 miliar) yang disalurkan melalui Dana Perwalian Rencana Aksi ASEAN-Kanada.
“Kanada menyediakan dana ini untuk memperkuat standar pertanian, mempromosikan tata kelola AI yang bertanggung jawab, hingga riset mendalam terkait ekonomi digital, termasuk memerangi kejahatan siber,” ujar Sarai.
Melawan Teror Digital dan Misinformasi
Satu hal yang menjadi sorotan adalah alokasi dana sebesar 385 ribu dolar Kanada (Rp4,6 miliar) untuk pengembangan ASEAN Socio-Cultural Development Outlook Volume 2. Bekerja sama dengan The Asia Foundation, riset ini akan membedah 'penyakit' digital masa kini: penipuan daring, misinformasi, hingga kesenjangan akses teknologi di kawasan.
Tak berhenti di situ, Kanada juga mengucurkan Rp21,8 miliar untuk inisiatif Canada & ASEAN AI Connect. Proyek berdurasi dua tahun ini dirancang agar pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara tidak liar, melainkan tetap selaras dengan kerangka kerja internasional yang bertanggung jawab.
Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Hijau
Sektor perut alias pangan juga tak luput dari perhatian. Kanada mengalokasikan Rp7,9 miliar untuk memperkuat kapasitas regional ASEAN dalam menerapkan standar keamanan pangan berbasis sains. Tujuannya jelas: mengharmonisasikan standar pertanian agar peluang perdagangan internasional semakin terbuka lebar bagi negara-negara anggota ASEAN.
Terakhir, isu dekarbonisasi menjadi penutup dari paket bantuan ini. Dana sebesar Rp16,9 miliar disalurkan kepada Pusat Energi ASEAN untuk mempercepat teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCU/S). Ini adalah langkah nyata Kanada mendukung daya saing industri ASEAN di tengah tuntutan ekonomi hijau dunia.
Investasi ini bukan sekadar bantuan cuma-cuma, melainkan sinyal kuat bahwa bagi Kanada, ASEAN adalah mitra masa depan yang terlalu berharga untuk ditinggalkan begitu saja.