0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home AI Aiman Witjaksono Deddy Corbuzier Featured Kecerdasan Buatan Spesial

    Ngeri! Aiman Witjaksono Bongkar Cara AI Memalsukan Wajah dan Suara, Semua Bisa Jadi Korban - Berita Kebumen

    3 min read

     

    Ngeri! Aiman Witjaksono Bongkar Cara AI Memalsukan Wajah dan Suara, Semua Bisa Jadi Korban - Berita Kebumen



    Unknown's avatar

    Beritakebumen.com – Perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan.

    Dalam sebuah Podcast di kanal YouTube Deddy Corbuzier, jurnalis senior Aiman Witjaksono mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai betapa mudahnya teknologi ini digunakan untuk memanipulasi realitas dan menipu masyarakat luas.

    Ancaman Nyata Teknologi Deepfake

    Aiman menyoroti fenomena deepfake, sebuah teknologi berbasis AI yang mampu meniru wajah dan suara seseorang dengan tingkat akurasi yang luar biasa tinggi.

    Ancaman ini tidak lagi sekadar teori, melainkan sudah terjadi di depan mata kita. Penipuan menggunakan identitas tokoh publik atau orang terdekat kini menjadi modus operandi baru yang sangat sulit dideteksi oleh mata telanjang.

    Teknologi ini bekerja dengan mempelajari ribuan data visual dan audio untuk menciptakan tiruan digital yang sangat identik.

    Akibatnya, video maupun rekaman suara palsu dapat diproduksi untuk menyebarkan disinformasi, melakukan pemerasan, hingga merusak reputasi seseorang dalam sekejap.

    Manipulasi Informasi dan Penipuan Digital

    Salah satu poin krusial yang dibahas adalah bagaimana AI dapat digunakan untuk memanipulasi opini publik. Dengan algoritma yang canggih, konten palsu dapat disebarkan secara masif sehingga menciptakan kebingungan di tengah masyarakat.

    Aiman menekankan bahwa selama ini kita mungkin telah sering terpapar konten hasil rekayasa AI tanpa menyadarinya.

    Kasus penipuan keuangan berbasis suara (voice phishing) juga menjadi sorotan. Hanya dengan potongan suara singkat dari media sosial, pelaku kejahatan bisa mengkloning suara korban untuk meminta uang kepada keluarga atau kerabat. Hal ini menunjukkan betapa rentannya keamanan data pribadi kita di era digital saat ini.

    Urgensi Literasi Digital dan Regulasi

    Menghadapi ancaman yang kian nyata ini, Aiman Witjaksono mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital.

    Verifikasi dua langkah dan sikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima melalui platform digital menjadi pertahanan utama yang harus dimiliki setiap individu.

    Selain kesadaran personal, diskusi ini juga menggarisbawahi pentingnya peran pemerintah dalam menciptakan regulasi yang ketat terkait penggunaan AI.

    Tanpa aturan yang jelas dan perlindungan data yang kuat, masyarakat akan terus berada dalam bayang-bayang ancaman kejahatan siber yang semakin canggih.

    Komentar
    Additional JS