Pendapatan Microsoft Menurun, Bisnis Gaming Disalahkan - detik
Pendapatan Microsoft Menurun, Bisnis Gaming Disalahkan
Microsoft telah mengungkapkan laporan pendapatannya untuk kuartal 2 tahun fiskal 2026. Tercatat kalau pendapat perusahaan mengalami penurunan, dan sektor game disebut sebagai penyebabnya.
Dilansir Windows Central, Sabtu (31/1/2026), pendapatan Microsoft dari bisnis game-nya merosot 9% di tengah upaya perusahaan ingin memajukan ekosistem ini. Hal itu diperparah dengan anjloknya penjualan perangkat keras Xbox hingga 32%. Lalu pendapatan konten dan layanan di Xbox juga menurun sebesar 5%.
Sebagian orang mungkin berpikir perubahan pada layanan Game Pass menjadi akar masalahnya, tapi dugaan itu salah. Malahan, CFO Microsoft, Amy Hood, membeberkan bahwa perusahaan memprediksi pendapatan Game Pass akan tumbuh di Q3, bukan menurun.
Pada saat yang sama, Microsoft juga memperkirakan penjualan perangkat keras Xbox akan turun lagi pada kuartal ketiga. Namun di sisi lain, mereka berhadap melandainya pendapatan dari perangkat keras Xbox bisa diimbangi oleh kinerja bagus Game Pass.
Hood kemudian menyalahkan pendapatan buruk perusahaan di sektor ini karena game pihak pertama. Ia mengaku pendapatan di sektor game di bawah ekspektasi.
Untuk diketahui, kuartal kedua berlangsung dari 1 Oktober hingga 31 Desember 2025. Selama periode tersebut ada empat game yang dirilis, di antaranya Ninja Gaiden 4, Keeper, Outer Worlds 2, dan Call of Duty: Black Ops 7.
Meskipun Ninja Gaiden 4 dapat menyumbang angka penjualan yang lumayan besar selama kuartal tersebut, tapi Call of Duty sebagai game andalan mereka malah punya performa berbeda. Dengan berita terbaru Black Ops 7 mengalami penurunan penjualan yang begitu drastis, tidak heran jika penghasilan perusahaan berkurang.
Call of Duty: Black Ops 7 yang rilis pada November 2025 seharusnya bisa merebut posisi teratas di industri game. Namun kenyataannya, game ini tertinggal di belakang empat judul lain seperti Monster Hunter Wilds, Borderlands 4, NBA 2K26, dan Battlefield 6.