Resmi, Apple Pakai AI Gemini Google untuk Tingkatkan Siri dan Apple Intelligence - Liputan6
Resmi, Apple Pakai AI Gemini Google untuk Tingkatkan Siri dan Apple Intelligence
Apple mengonfirmasi akan menggunakan model AI Gemini dari Google sebagai dasar pengembangan Apple Intelligence. Kerja sama ini membuka jalan peningkatan besar Siri yang dijadwalkan rilis tahun ini.
Liputan6.com, Jakarta - Apple mengonfirmasi akan menggunakan model kecerdasan buatan (AI) Gemini milik Google sebagai dasar pengembangan versi Siri lebih pintar dan Apple Intelligence ke depannya.
Kolaborasi Apple dan Google ini membuka jalan dan mempercepat peningkata besar-besaran Siri, di mana perusahaan berbasis di Cupertino itu menjanjikan asisten digital berbasis AI di tahun ini.
Dalam keterangan bersama, Apple dan Google menyebutkan kolaborasi dua raksasa ini bersifat jangka panjang.
"Apple dan Google telah menjalin kolaborasi multi-tahun di mana generasi selanjutnya dari Apple Foundation Models akan didasarkan pada model Gemini Google dan teknologi cloud," tulis Google dan Apple dalam keterangan resminya, Selasa (13/1/2026).
Apple menegaskan, pendekatan ini tetap mengutamakan privasi pengguna. "Apple Intelligence akan terus berjalan di perangkat Apple dan Private Cloud Compute, sambil mempertahankan standar privasi terdepan Apple di industri ini," katanya.
Kabar ini menegaskan perubahan besar dalam strategi Apple di ranah AI. Sebelumnya, perusahaan sudah menjatuhkan hati ke model AI milik OpenAI. ChatGPT resmi terintegrasi dengan Siri sejak akhir 2024, di mana ini menjadi solusi cepat sembari Apple mengembangkan asisten digital versi AI secara internal.
Namun, laju pengembangan internal pembuat iPhone tersebut berjalan di tempat dan tertinggal jauh dari Gemini. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, AI milik Google ini melesat dengan kemampuan multimodal dan pemrosesan berbasis cloud lebih matang.
Sadari hal tersebut, Apple pun akhirnya memutuskan untuk mengandeng Goolge sebagai fondasi utama pengemabgan AI mereka ketimbang OpenAI.
Sayangnya, baik Google dan Apple masih menyimpan rapat-rapat detail teknis peningkatan Siri akan seperti apa. Bagi pengguna iPhone, kabar ini memberi sinyal jelas bagaimana Siri akan berubah.
Harapan fans iPhone untuk memiliki asisten virtual yang memiliki respons lebih kontekstual, dan pemahaman bahasa lebih natural segera terwujud. Selain itu, fitur AI di Apple Intelligence akan semakin canggih di masa mendatang.
iPhone Air 2 Dirumorkan Lebih Tipis, Baterai Irit, dan Pakai Kamera Ganda?
Apple membuat banyak pihak terkejut dengan kehadiran iPhone Air. Pada awalnya, ponsel ini sempat menuai kritik saat debut karena kapasitas baterai diragukan dan kamera tunggal.
Namun seiring waktu, banyak pengguna menilai daya tahannya cukup untuk aktivitas harian. Namun, keterbatasan kamera iPhone Air tetap menjadi catatan utama.
Terkini, Apple dikabarkan menyiapkan peningkatan besar untuk generasi berikutnya, yang sementara ini disebut iPhone Air 2.
Mengutip laporan The Elec, Senin (12/1/2026), Apple disebut tengah mempertimbangkan merilis iPhone Air versi lebih tipus pada 2027. Waktu tersebut bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-20 iPhone.
Raksasa teknologi berbasis di Cupertino itu dilaporkan ingin mengadopsi teknologi layar baru bernama CoE (Color filter on Encapsulation). Teknologi ini memungkinkan panel layar dibuat lebih tipis dibanding panel OLED konvensional.
Jika rencana ini terwujud, iPhone Air 2 berpotensi melampaui rekor pendahulunya yang memiliki ketebalan sekitar 5,6mm. Karenanya, bodi lebih ramping membuka peluang desain internal lebih fleksibel.
Menariknya, layar lebih tipis justru memberi keuntungan pada sektor baterai. Karena dengan begini, Apple bisa memanfaatkan ruang internal lebih lega untuk menanam baterai berkapasitas lebih besar tanpa harus mengorbankan desain tipis.
Tak hanya itu, teknologi CoE juga memiliki dampak langsung pada efisiensi daya. Layar dengan teknologi ini memiliki keterbacaan lebih baik di bawah sinar matahari.
Dengan begitu, layar tidak perlu meningkatkan tingkat kecerahan secara agresif. Konsumsi daya pun bisa ditekan, terutama saat penggunaan di luar ruangan.
Saat ini, perusahaan belum menggunakan teknologi CoE di lini iPhone. Perusahaan disebutkan bakal menjajalnya lebih dulu di iPhone Fold yang dijadwalkan meluncur pada paru kedua 2026.
Sementara itu, Samsung Electronics juga berencana memakai CoE pada ponsel lipatnya (Galaxy Z Fold dan Z Flip), diikuti oleh Galaxy S26 Ultra, dijadwalkan rilis pada kuartal pertama tahun ini.
Rumor iPhone Air 2
Lebih lanjut, bocoran terbaru menyebutkan Apple tersebut sedang menyiapkan kejutan tidak biasa, yakni harga iPhone Air 2 bakal lebih murah dari pendahulunya.
Mengutip GSM Arena, Kamis (18/12/2025), iPhone Air 2 disebut bakal meluncur pada musim semi 2027. Salah satu peningkatan paling mencolok ada pada sektor kamera.
Jika iPhone Air hanya memiliki satu kamera, maka generasi HP baru berbodi tipis milik Apple ini dirumorkan bakal hadir dengan kamera kedua yang memiliki kemampuan ultra-wide.
Tambahan kamera iin membuat iPhone Air 2 terasa lebih komplet. Kini, pengguna tak lagi hanya mengandalkan kamera utama untuk memotret.
Akan tetapi, pengguna juga memiliki opsi pengambilan foto sudut lebar yang selama ini menjadi fitur standar di lini iPhone kelas atas.
Hal lain yang menjadi perbincangan panas adalah isu harga. Beredar kabar, iPhone Air 2 akan lebih mudah dibandingkan harga iPhone Air di pasar Amerika Serikat. Jika rumor ini akurat, langkah Apple ini bisa dibilang cukup berani.
Sebagai pengingat, iPhone Air generasi pertama dirilis dengan harga USD 999 atau sekitar Rp 16,6 jutaan. Sementara itu, iPhone Air 2 diperkirakan akan dibanderol mulai USD 899 atau sekitar Rp 14,9 jutaan.
Harga iPhone Air 2 Lebih Murah dari Pendahulunya?
Penurunan harga ini terasa sangat janggal, mengingat tren industri smartphone global justru bergerak sebaliknya. Setiap tahun, harga ponsel cenderung naik seiring peningkatan spesifikasi, fitur, dan biaya produksi.
Ditambah, kondisi pasar global juga tidak mendukung HP harga murah. Kelangkaan RAM, memori, dan strorage diprediksi terus berlanjut dan berpotensi mendorong harga HP semakin tinggi.
Di sisi lain, Apple juga dikenal jarang hingga nyaris tidak pernah merilis lini iPhone baru dengan harga lebih rendah dari generasi sebelumnya.
Jika bocoran ini benar, iPhone Air 2 berpotensi menjadi pengecualian langka dalam sejarah Apple. Dengan harga lebih terjangkau, dua kamera belakang, serta rumor baterai lebih besar menjadi opsi menarik bagi konsumen yang ingin punya iPhone ringan, tipis, dan tetap fungsional.
Pertanyaannya, jika iPhone Air 2 benar-benar hadir dengan harga Rp 14 jutaan, dua kamera, dan desain super tipis, apakah kamu tertarik untuk membelinya?
Banner Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4817610/original/067652800_1714471502-673_x_373_rev__30_.jpg)