0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home Berita Elon Musk Featured Internet Media Sosial Spesial Telegram WhatsApp

    Sepakat dengan Bos Telegram, Elon Musk Tuding WhatsApp Tak Aman - detik

    3 min read

     

    Sepakat dengan Bos Telegram, Elon Musk Tuding WhatsApp Tak Aman

    Aisyah Kamaliah - detikInet


    Elon Musk dan Bos Telegram meragukan keamanan WhatsApp. Di tengah tuduhan, Meta memberikan tanggapan. Foto: Taylor Hill/Getty Images

    Jakarta -

    Elon Musk dan Bos Telegram Pavel Durov meragukan keamanan WhatsApp, platform bertukar pesan yang paling populer di dunia. Di tengah tuduhan yang liar di medsos itu, Meta memberikan responsnya.

    Pada awalnya CEO Telegram Pavel Durov menuliskan pendapatnya di X, media sosial milik Elon Musk.

    "Anda pasti bodoh jika percaya WhatsApp aman di tahun 2026. Ketika kami menganalisis bagaimana WhatsApp menerapkan "enkripsi"-nya, kami menemukan beberapa celah keamanan," tulis Pavel Durov.

    Dalam unggahan tersebut, Durov mengutip analisis internal Telegram yang mengungkapkan 'celah keamanan' yang tidak spesifik dalam implementasi enkripsi WhatsApp, meskipun belum ada detail publik yang muncul.

    Nah, makin panas, pemilik SpaceX dan Tesla ikutan mengkritik WhatsApp milik Meta. Dia membagikan unggahan di X dengan kalimat frontal.

    "WhatsApp tidak aman. Bahkan Signal pun dipertanyakan. Gunakan X Chat," ujar Musk menanggapi unggahan DogeDesigner yang mengutip laporan Bloomberg tentang gugatan terhadap Meta.

    Tak tinggal diam, Kepala WhatsApp Will Cathcart menggunakan X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter) untuk membagikan tanggapannya terhadap tuduhan tersebut.

    "Ini sama sekali tidak benar. WhatsApp tidak dapat membaca pesan karena kunci enkripsi disimpan di ponsel Anda dan kami tidak memiliki akses ke sana. Ini adalah gugatan tanpa dasar, hanya untuk mencari sensasi, yang diajukan oleh firma yang sama yang membela NSO setelah perangkat lunak mata-mata mereka menyerang jurnalis dan pejabat pemerintah," ungkapnya.

    Gugatan diajukan terhadap WhatsApp

    Dikutip detikINET dari Times of India, Jumat (30/1/2026), sekelompok penggugat internasional mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik AS untuk California Utara. Gugatan ini menantang pemasaran fitur E2EE oleh Meta, sebuah standar keamanan yang diklaim perusahaan melindungi pesan di aplikasi dan memastikan hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca pesan.

    Gugatan tersebut mengklaim bahwa klaim privasi Meta adalah salah karena perusahaan WhatsApp 'menyimpan, menganalisis, dan dapat mengakses hampir semua komunikasi 'pribadi' pengguna WhatsApp'. Para penggugat mewakili pengguna dari India, Brasil, Australia, Meksiko, dan Afrika Selatan. Gugatan tersebut juga menuduh bahwa perusahaan mempertahankan kemampuan untuk mendekripsi dan meninjau isi pesan.


    Komentar
    Additional JS