0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home Aplikasi Featured Spesial Spotify

    Spotify Luncurkan Fitur Group Chat untuk Perkuat Interaksi Pengguna - Marketer

    3 min read

     

    Spotify Luncurkan Fitur Group Chat untuk Perkuat Interaksi Pengguna


    Ilustrasi (Foto: 123rf)

    Setelah memperkenalkan layanan pesan pribadi pada Agustus 2025, Spotify kini meluncurkan fitur group chat. Melalui fitur ini, pengguna dapat berbagi podcastplaylist, maupun audiobook yang sedang didengarkan dengan hingga sepuluh orang dalam satu ruang percakapan.

    Namun, tidak semua pengguna dapat langsung menggunakan fitur group chat dan memulai percakapan grup. Sebagaimana dilaporkan TechCrunch, Spotify membatasi fitur ini hanya untuk pengguna yang sebelumnya sudah pernah berbagi konten.

    BACA JUGA: WhatsApp Hadirkan Strict Account Settings untuk Keamanan Tambahan

    Ini berarti, percakapan hanya bisa dimulai dengan orang-orang yang memiliki riwayat interaksi, seperti melalui playlist kolaboratif, fitur Jam, atau Blend. Tujuannya, memastikan komunikasi terjadi di antara pengguna yang memang sudah saling terhubung di dalam platform.

    Peluncuran fitur group chat sejalan dengan upaya Spotify dalam memperkuat aspek sosial pada aplikasinya. Dalam beberapa tahun terakhir, Spotify secara konsisten menambahkan berbagai elemen sosial, mulai dari kolom komentar pada podcast, fitur mengikuti pengguna lain, hingga kemampuan melihat konten yang sedang didengarkan oleh akun yang diikuti.

    BACA JUGA: Google Tambahkan Fitur Auto Browse Berbasis AI Gemini di Chrome

    Meski demikian, Spotify menegaskan bahwa fitur pesan di aplikasinya tidak dimaksudkan untuk menggantikan layanan perpesanan lain. Perusahaan tetap mendorong pengguna untuk berbagi konten di luar aplikasi.

    Dari sisi keamanan, Spotify memastikan bahwa pesan pengguna telah dienkripsi saat disimpan dan dikirim. Namun, perlindungan tersebut belum menggunakan enkripsi end-to-end, sehingga secara teknis pesan masih dapat diakses oleh pihak Spotify.

    Editor: Ranto Rajagukguk

    Komentar
    Additional JS