Apple Menang di Awal? Kasus Kebocoran iOS 26 Masuk Babak Baru - KABARMEGAPOLITAN
KABARMEGAPOLITAN.com - Kasus kebocoran iOS 26 kembali memasuki babak baru. Laporan terbaru dari media teknologi 9to5Mac menyebut Apple kini memperketat langkah hukumnya terhadap pembocor terkenal Jon Prosser, terkait dugaan pencurian dan penyebaran informasi rahasia perusahaan.
Menurut laporan tersebut, Apple mewajibkan Prosser menjalani deposisi di luar pengadilan dengan sumpah hukum untuk mengungkap sejauh mana keterlibatannya dalam memperoleh dan menyebarkan informasi rahasia.
Deposisi merupakan proses pemeriksaan saksi atau terdakwa di luar ruang sidang, biasanya di kantor pengacara. Dalam proses ini, pihak yang diperiksa harus memberikan keterangan di bawah sumpah, dan seluruh pernyataan akan direkam serta bisa digunakan sebagai bukti di persidangan.
Pengadilan sebelumnya telah menjatuhkan putusan default terhadap Jon Prosser karena tidak merespons gugatan dalam batas waktu yang ditentukan.
Meski begitu, keputusan ini tidak menghentikan proses hukum yang berjalan dan justru memperpanjang masalah hukum yang dihadapinya.
Baca Juga: Apple Siapkan Era AI di Mobil, CarPlay Kini Dukung Asisten Suara Pihak Ketiga
Sengketa hukum ini bermula pada 2025. Pada Maret dan April tahun tersebut, Prosser membocorkan detail desain antarmuka iMessage dan aplikasi kamera dari sistem yang saat itu disebut sebagai iOS 19, yang belakangan diketahui sebagai iOS 26.
Untuk menyamarkan sumber bocoran, Prosser mengklaim hanya menampilkan render yang digambar ulang secara manual, bukan tangkapan layar asli sistem.
Namun upaya tersebut gagal. Apple berhasil melacak sumber kebocoran dan pada Juli 2025 resmi menggugat Prosser beserta pihak terkait atas dugaan penyalahgunaan rahasia dagang.
Investigasi Apple mengungkap kronologi kebocoran yang cukup serius. Rekan tergugat, Michael Ramacciotti, disebut memperoleh password perangkat iPhone internal milik temannya, Ethan Lipnik—karyawan Apple saat itu—tanpa izin.
Ramacciotti kemudian memperlihatkan antarmuka sistem operasi perangkat tersebut kepada Prosser melalui panggilan FaceTime, yang akhirnya menjadi sumber informasi bocoran.
Baca Juga: Segmen Rp4–9 Jutaan Dikuasai Brand Lokal, Apple Kalah Telak di China
Dalam pembaruan status kasus pada Februari 2026, Apple tidak hanya menuntut ganti rugi dan biaya hukum. Perusahaan juga meminta pengadilan mengeluarkan perintah permanen yang melarang Prosser dan Ramacciotti membagikan rahasia dagang Apple kepada pihak mana pun tanpa izin tertulis.
Saat ini, proses hukum masih berada pada tahap pengumpulan bukti terbatas. Ramacciotti telah memenuhi permintaan Apple sejak Desember 2025 dengan menyerahkan komputer dan dokumen untuk diperiksa.
Berbeda dengan rekannya, posisi Prosser dinilai lebih rentan. Meski ia membantah melewatkan tenggat pengadilan dan mengklaim tetap berkomunikasi dengan Apple, kini ia tetap harus memberikan kesaksian di bawah sumpah.
Sidang pembaruan kasus berikutnya dijadwalkan pada 13 April 2026. Sementara Prosser masih aktif merilis video seputar rumor Apple, perkembangan terbaru menunjukkan posisi hukum Apple saat ini lebih diunggulkan dalam sengketa tersebut.***