0
News
    Home Amerika Serikat Berita Chip Dunia Internasional Featured Spesial Taiwan

    AS Minta Jatah 40% Industri Chip, Taiwan: Tidak Masuk Akal - detik

    3 min read

     

    AS Minta Jatah 40% Industri Chip, Taiwan: Tidak Masuk Akal

    Fino Yurio Kristo - detikInet


    Foto: Dok. TechInsights

    Jakarta -

    Taiwan menyampaikan kepada Washington bahwa usulan Amerika Serikat untuk memindahkan 40% rantai pasok semikonduktor ke AS adalah hal mustahil. Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun menegaskan ke Washington bahwa ekosistem semikonduktor negaranya, yang dibangun puluhan tahun, tidak dapat dipindahkan begitu saja.

    Menurutnya, ekspansi internasional Taiwan termasuk investasinya di AS, didasarkan pada prinsip bahwa industri ini tetap berakar di Taiwan dan terus memperluas investasi di dalam negeri.

    Komentar tersebut merupakan penolakan terhadap target lokalisasi Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick bulan Januari, tak lama setelah perjanjian perdagangan AS-Taiwan terbaru disepakati. Lutnick ingin 40% rantai pasok chip Taiwan pindah ke AS dalam masa jabatan Presiden Donald Trump.

    Berdasarkan kesepakatan tersebut, pemerintah Taiwan menjanjikan investasi langsung USD 250 miliar oleh perusahaan-perusahaan teknologinya, ditambah kredit senilai USD 250 miliar yang disediakan bagi mereka untuk memperluas kapasitas produksi di AS.

    Washington menurunkan pungutan atas sebagian besar barang dari Taiwan menjadi 15% dari sebelumnya 20%, menghapuskan tarif untuk obat generik dan bahan bakunya, komponen pesawat terbang, serta sumber daya alam yang tidak tersedia di dalam negeri, dan menjanjikan kuota yang lebih tinggi untuk ekspor cip bebas tarif dari Taiwan ke AS.

    Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), pembuat chip kontrak terkemuka di dunia dan produsen semikonduktor tercanggih, telah berupaya untuk lebih menyelaraskan diri dengan kepentingan kebijakan AS.

    Mereka berkomitmen lebih dari USD 65 miliar untuk manufaktur di AS dalam beberapa tahun terakhir, dengan rencana meningkatkannya menjadi USD 165 miliar, guna memproduksi chip bagi klien AS seperti Apple dan Nvidia. Investasi ini juga memanfaatkan dana hibah di bawah UU Sains dan CHIPS AS (U.S. CHIPS and Science Act).

    Namun menurut Lutnick, Washington juga mengharapkan ratusan perusahaan kecil lainnya dalam rantai pasok chip untuk pindah ke AS.

    "Kami akan membangun kawasan industri semikonduktor raksasa di Amerika," ujarnya pada bulan Januari, dikutip detikINET dari CNBC. Ia menambahkan perusahaan chip di Taiwan yang tidak membangun pabrik di AS kemungkinan akan menghadapi tarif 100% yang diancamkan Trump.

    Namun, para analis semikonduktor umumnya setuju dengan penilaian Cheng bahwa rencana lokalisasi itu tidak realistis, mengingat sulitnya memindahkan rantai pasok yang begitu canggih. Analis dan pejabat industri menunjuk pada ekosistem semikonduktor Taiwan yang terintegrasi mendalam, kekurangan tenaga kerja di AS, dan tingginya biaya.

    Analis geopolitik juga menyoroti teori Perisai Silikon, yang beranggapan bahwa peran sentral Taiwan dalam pasokan chip global mengharuskan AS mencegah agresi China. Perisai Silikon ini dapat semakin menghalangi Taiwan memindahkan rantai pasokannya ke luar negeri.


    Komentar
    Additional JS