BI Catat Lonjakan Transaksi QRIS Sulawesi Tenggara 184 Persen di Triwulan IV 2025: Dorong Ekonomi Digital - Merdeka
BI Catat Lonjakan Transaksi QRIS Sulawesi Tenggara 184 Persen di Triwulan IV 2025: Dorong Ekonomi Digital
Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara melaporkan lonjakan signifikan pada volume Transaksi QRIS Sulawesi Tenggara sebesar 184,61% di triwulan IV 2025, menandakan adopsi digital yang kuat dan mendorong inklusi keuangan.

Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat peningkatan signifikan dalam penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah tersebut. Volume transaksi nontunai ini melonjak drastis pada triwulan IV 2025, menunjukkan adopsi gaya hidup digital yang semakin kuat di masyarakat. Kepala KPw BI Sultra Edwin Permadi menekankan bahwa pertumbuhan ini menjadi pendorong utama ekonomi daerah.
Lonjakan volume transaksi QRIS mencapai 184,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan bahwa masyarakat Sultra semakin nyaman dan aktif menggunakan metode pembayaran digital untuk berbagai keperluan transaksi sehari-hari. Peningkatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan.
Secara keseluruhan, jumlah transaksi nontunai melalui QRIS di Sultra mencapai 4,36 juta kali pada triwulan IV 2025. Angka ini jauh melampaui 1,53 juta transaksi yang tercatat pada triwulan IV 2024, mengindikasikan percepatan transformasi digital dalam sistem pembayaran ritel.
Lonjakan Volume Transaksi QRIS Dorong Ekonomi Digital Sultra
Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara yang solid tidak dapat dilepaskan dari perkembangan pesat transaksi nontunai. Edwin Permadi menyatakan bahwa QRIS telah menjadi pengubah permainan (game changer) dalam pembayaran ritel masyarakat. Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan QRIS menjadikannya pilihan utama bagi banyak konsumen dan pelaku usaha.
Peningkatan volume transaksi QRIS yang mencapai 184,61 persen ini merupakan bukti nyata efektivitas sistem pembayaran digital. Angka 4,36 juta kali transaksi pada triwulan IV 2025 menunjukkan bahwa QRIS tidak hanya diterima, tetapi juga diadopsi secara luas di berbagai lapisan masyarakat. Hal ini berkontribusi pada efisiensi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada uang tunai.
Data menunjukkan bahwa pada triwulan IV 2024, jumlah transaksi QRIS hanya sekitar 1,53 juta kali. Perbandingan ini menegaskan adanya percepatan adopsi yang luar biasa dalam kurun waktu satu tahun. Tren positif ini diharapkan akan terus berlanjut seiring dengan semakin banyaknya edukasi dan sosialisasi mengenai manfaat pembayaran digital.
Peningkatan Pengguna dan Merchant Perkuat Ekosistem QRIS Sulawesi Tenggara
Adopsi gaya hidup digital di Sulawesi Tenggara tidak hanya terlihat dari volume transaksi, tetapi juga dari peningkatan jumlah pengguna dan merchant QRIS. Hingga akhir tahun 2025, total pengguna QRIS di Bumi Anoa telah mencapai 303 ribu orang, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 12 persen secara tahunan (year-on-year). Penambahan pengguna ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan kenyamanan transaksi digital.
Edwin Permadi menambahkan bahwa sepanjang triwulan IV 2025 saja, terdapat penambahan sebanyak 31,7 ribu pengguna baru. Angka ini menyoroti laju pertumbuhan yang cepat dalam adopsi QRIS, melampaui 271 ribu pengguna yang tercatat pada periode yang sama tahun 2024. Peningkatan ini menunjukkan semakin kuatnya tren digitalisasi pembayaran di Sultra.
Selain dari sisi konsumen, ekosistem digital juga diperkuat dengan ekspansi jumlah pedagang atau merchant. Secara tahunan, jumlah merchant yang menyediakan layanan QRIS tumbuh signifikan sebesar 37,65 persen. Tercatat sebanyak 239 ribu merchant di Sultra kini telah terintegrasi dengan sistem QRIS, meningkat dari posisi tahun lalu yang berjumlah 173 ribu merchant. Ini menunjukkan bahwa QRIS telah merambah berbagai sektor usaha, termasuk UMKM.
Proyeksi Tren Pembayaran Digital dan Inklusi Keuangan di Sultra
Bank Indonesia memproyeksikan bahwa tren pembayaran digital melalui QRIS akan terus meningkat di Sulawesi Tenggara. Proyeksi ini didasari oleh semakin luasnya akseptasi QRIS di berbagai sektor ritel, mulai dari pusat perbelanjaan modern hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di pelosok daerah. Kemudahan implementasi QRIS menjadi faktor kunci dalam perluasan jangkauannya.
Sinergi antara kemudahan teknologi pembayaran dan pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan akan terus mendorong inklusi keuangan di Sulawesi Tenggara. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki akses dan menggunakan layanan pembayaran digital, diharapkan akan tercipta ekosistem ekonomi yang lebih efisien dan transparan. Inklusi keuangan juga membantu masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau layanan perbankan.
Pemanfaatan QRIS secara masif juga mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan masyarakat nontunai. Hal ini tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membantu dalam pencatatan keuangan dan potensi peningkatan pendapatan daerah. Keberlanjutan tren ini akan sangat bergantung pada kolaborasi antara regulator, pelaku usaha, dan masyarakat.
Sumber: AntaraNews