0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home AI Berita ChatGPT Featured Kecerdasan Buatan Spesial

    Di Balik Popularitas ChatGPT, Investor Dihimbau Menghindarinya - detik

    2 min read

     

    Di Balik Popularitas ChatGPT, Investor Dihimbau Menghindarinya

    Virgina Maulita Putri - detikInet


    Foto: Getty Images/alexsl

    Jakarta -

    Kondisi keuangan OpenAI sedang menjadi sorotan di tengah ekspansi besar-besaran yang direncanakan hingga beberapa tahun ke depan. Sejumlah pakar memprediksi OpenAI kemungkinan akan menghadapi masalah keuangan di masa depan.

    Salah satunya adalah George Noble, mantan manajer aset di Fidelity, yang memberikan prediksinya dalam postingan panjang di Twitter/X. Noble mengatakan OpenAI mungkin sudah mulai hancur secara real time.

    "Saya telah menyaksikan perusahaan-perusahaan runtuh selama beberapa dekade. Perusahaan ini menunjukkan semua tanda-tanda peringatan," tulis Noble dalam cuitannya, seperti dikutip dari Futurism, Selasa (27/1/2026).

    Noble mengambil contoh laporan bahwa OpenAI merugi USD 12 miliar per kuartal serta membakar uang hingga USD 15 juta per hari untuk aplikasi video generator Sora.

    Selain itu, pertumbuhan pelanggan berbayar ChatGPT juga melambat, yang mungkin menjadi alasan OpenAI akan menampilkan iklan di aplikasi chatbot tersebut. Ia juga meragukan janji industri AI untuk meningkatkan skala operasi yang akan membutuhkan biaya dan energi makin besar.

    "Inilah persoalan besar yang tidak ingin dibahas siapa pun. Akan dibutuhkan energi dan uang 5 kali lipat untuk membuat model-model ini 2 kali lebih baik," tulis Noble.

    "Keuntungan yang mudah diraih sudah hilang. Setiap peningkatan yang bertahap sekarang membutuhkan lebih banyak daya komputasi, lebih banyak pusat data, dan energi yang jauh lebih besar," sambungnya.

    Akibatnya, Noble memprediksi siklus hype AI sudah mencapai puncaknya. Ia memperingatkan investor untuk menjauhi OpenAI karena profil risikonya sangat tinggi.

    "OpenAI adalah perusahaan pembakar uang. Produk ini merugikan investor," ucapnya.

    Komentar Noble dilontarkan hanya seminggu setelah Sebastian Mallaby, peneliti senior di Council on Foreign Relations, memprediksi dalam esainya untuk New York Times bahwa OpenAI bisa kehabisan uang dalam 18 bulan ke depan.

    "Kegagalan OpenAI tidak akan menjadi sebuah contoh buruk terhadap AI, melainkan hanya akan menjadi akhir dari pengembang AI yang paling dibantu hype," tulis Mallaby.


    Komentar
    Additional JS