0
News
    Home Android Berita Donald Trump Featured Gadget Google Smartphone Spesial

    Google Bayar 2,2 Triliun untuk Tutup Kasus Pengumpulan Data Tanpa Izin, Pengguna Android Berhak dapat Kompensasi 1.6 Juta per Orang! - Inberita

    4 min read

     

    Google Bayar 2,2 Triliun untuk Tutup Kasus Pengumpulan Data Tanpa Izin, Pengguna Android Berhak dapat Kompensasi 1.6 Juta per Orang!



    Google bayar denda 2 triliun

    INBERITA.COM, Pada 28 Januari 2026, Google sepakat membayar sebesar 135 juta dolar AS (sekitar Rp2,2 triliun) untuk menyelesaikan gugatan yang menuduh perusahaan tersebut telah mengumpulkan data pengguna Android tanpa izin.

    Penyelesaian ini diajukan ke pengadilan federal di San Jose, California, dan kini masih menunggu persetujuan hakim.

    Penyelesaian Gugatan Data Android Jadi yang Terbesar dalam Kasus Privasi di AS

    Gugatan ini dimulai pada 12 November 2017, di mana sekelompok pengguna smartphone Android mengklaim bahwa Google secara otomatis mengumpulkan data seluler mereka meskipun aplikasi Google telah ditutup, layanan lokasi dinonaktifkan, atau perangkat dalam keadaan terkunci.

    Mereka menuduh Google menggunakan data tersebut untuk pengembangan produk dan iklan berbasis data, yang disebut sebagai bentuk “conversion” atau pengambilan paksa data pribadi tanpa izin pengguna.

    Glen Summers, pengacara penggugat, menyebutkan bahwa penyelesaian sebesar 135 juta dolar AS ini menjadi yang terbesar dalam sejarah AS terkait kasus privasi dan pengambilan data tanpa izin.

    “Kami percaya bahwa penyelesaian ini merupakan prestasi besar bagi konsumen yang peduli terhadap privasi mereka,” kata Summers.

    Google Setuju Perketat Kontrol Transfer Data Pengguna

    Sebagai bagian dari kesepakatan, Google berkomitmen untuk menghentikan praktik transfer data pengguna tanpa persetujuan eksplisit. Ini terutama berlaku saat pengguna mengatur perangkat Android baru.

    Google juga akan memperjelas informasi terkait pengumpulan dan pemrosesan data dalam syarat layanan Google Play dan mempermudah pengguna untuk menghentikan transfer data melalui tombol toggle yang lebih mudah diakses.

    Meskipun menyetujui penyelesaian ini, Google menegaskan bahwa mereka tidak melanggar privasi pengguna. Keputusan ini diambil agar perusahaan dapat menghindari biaya litigasi yang besar dan ketidakpastian dari proses hukum yang berkepanjangan.

    Juru bicara Google, José Castañeda, menyatakan, “Kami senang bisa menyelesaikan kasus ini, yang menurut kami didasarkan pada standar industri yang umum dan kami terus berupaya memberikan informasi yang lebih jelas tentang layanan kami.”

    Pengguna Android Berhak Terima Kompensasi Hingga Rp1,6 Juta

    Sebagai bagian dari penyelesaian, pengguna Android yang terlibat dalam gugatan ini berhak menerima kompensasi hingga 100 dolar AS (sekitar Rp1,6 juta) per orang.

    Kompensasi ini akan dibagikan secara proporsional berdasarkan jumlah klaim yang diterima setelah biaya administrasi dan hukum dikurangi. Pengguna yang memenuhi syarat dapat mengajukan klaim setelah penyelesaian resmi disetujui oleh hakim.

    Selain kompensasi, penyelesaian ini juga dianggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan transparansi dan kontrol pengguna terhadap data pribadi mereka.

    Google diwajibkan untuk memperbarui syarat layanan Google Play, halaman bantuan, dan pengaturan perangkat Android agar lebih jelas dalam menjelaskan aktivitas pengumpulan data di latar belakang serta penggunaan data seluler.

    Pengacara penggugat menambahkan, “Penyelesaian ini akan memastikan pengguna mendapatkan informasi yang lebih baik dan kontrol yang lebih besar atas data mereka.”

    Dengan penyelesaian ini, diharapkan akan ada peningkatan pengawasan dan kontrol yang lebih baik terhadap data pribadi pengguna Android, serta memberikan lebih banyak transparansi dalam cara perusahaan mengelola informasi pengguna.


    Komentar
    Additional JS