0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home Chrome OS Featured Google Sistem Operasi Spesial

    Google Tak Sengaja ‘Perkenalkan’ OS Baru Mereka, Bakal Jadi Calon Pengganti ChromeOS - Radar Bojonegoro

    4 min read

     

    Google Tak Sengaja ‘Perkenalkan’ OS Baru Mereka, Bakal Jadi Calon Pengganti ChromeOS - Radar Bojonegoro



    RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Google sejatinya sudah memiliki rencana jangka panjang untuk mengganti sistem operasi (OS) andalan milik mereka, yakni ChromeOS yang biasanya terpasang di berbagai unit Chromebook milik mereka. Namun sejak diumumkan pada Desember silam, Google masih menutupi detail mengenai OS yang diberi nama Alumunium OS atau ALOS tersebut.

    Namun sayang bagi perusahaan asal Amerika Serikat tersebut, mereka sendiri tak sengaja membocorkan tampilan Alumunium OS dalam laporan galat mereka pada Rabu (28/1). Sebagaimana diktuip dari 9to5Google dan Tom’s Hardware, salah satu laporan dan video demonstrasi galat tersebut berasal dari laptop Chromebook yang dipasangi Alumunium OS.

    Secara spesifik, laporan tersebut diterbitkan dari sebuah laptop HP Elite Dragonfly dengan prosesor Intel Core generasi ke-12. Menariknya dalam laporan galat dalam browser Chromium tersebut, tercantum pula versi OS yang dipakai, yakni ALOS ZL1A.260119.001.A1.

    Selain itu, laporan internal dalam browser sebagaimana terlihat dalam video demonstrasi galat mencantumkan Alumunium OS bukan sebagai ALOS, namun sebagai Android 16. Hal tersebut membenarkan klaim mengenai visi Google untuk menggabungkan kodingan ChromeOS dan Android ke dalam satu wadah, yakni Alumunium OS.

    “Dulu kami memiliki sistem berbeda untuk komputer (ChromeOS) dan smartphone (Android), jadi kami bakal memulai proyek untuk menggabungkan keduanya. Kami ingin dapat memboyong semua terobosan yang sudah kami capai ke platform komputer. Kurang lebih, bisa dikatakan ini Android yang dapat digunakan untuk komputer,” jelas Wakil Presiden bidang Layanan dan Gawai Google, Rick Osterloh pada Desember lalu sebagaimana dikutip dari PCMag.

    Sebagaimana dijelaskan oleh Rick dan tercantum dalam temuan laporan galat tersebut, Alumunium OS dibentuk dari basis OS Android 16, alais Android Baklava yang diluncurkan pada Juli 2025 silam. Setidaknya dari tampilan antarmuka (UI), banyak elemen dari Android 16 versi tablet dan ChromeOS nampak dalam video demonstrasi galat.

    Yang paling mencolok, kolom menu start di bawah layar nampak lebih besar ketimbang milik ChromeOS. Selain itu, agak berbeda dengan ChromeOS yang memiliki jajaran menu start di kiri layar (mirip Windows 7 dan 10), Alumunium OS mengikuti Android 16 Tablet yang memiliki menu start di tengah (mirip Windows 11).

    Selebihnya, mayoritas antarmuka dan kegunaan dalam video tersebut masih identik dengan bawaan dari ChromeOS, namun dengan berbagai ikon bawaan dari Android. Serupa dengan Android, berbagai aplikasi juga dapat langsung diperbarui menggunakan Google Playstore.

    Google sendiri belum secara resmi menyatakan kapan Alumunium OS bakal keluar, meskipun Rick menargetkan rilis paling awal pada akhir 2026. Meskipun demikian, Google tetap menjamin ChromeOS tetap akan mendapat pembaruan dan perawatan hingga setidaknya 10 tahun ke depan.

    “Beberapa waktu lalu kami telah memperpanjang masa dukungan ChromeOS dari 7 tahun menjadi 10 tahun. Selama masa transisi ini, kami tetap berkomitmen pada jangka waktu tersebut, terhitung sejak produk peranti Anda dijual ke pasar,” jelas Wakil Presiden bidang Manajemen Google, John Maletis dalam wawancara bersam Chrome Unboxed pada awal Januari lalu.

    Selain itu, pergantian dari ChromeOS ke Alumunium OS tidak abak dilakukan serta merta. Namun tidak hanya produk laptop baru dapat langsung menggendong Alumunium OS, Google mengindikasikan pengguna ChromeOS nantinya juga dapat langsung melakukan update peralihan dari ChromeOS ke Alumunium OS.

    Photo Author
    Kurang lebih, tampilan Alumunium OS bakal terlihat seperti ini. (Dok. 9to5Google)

    “Untuk migrasi sistem, mungkin tidak semua perangkat langsung bisa beralih meskipun punya spesifikasi yang memenuhi syarat. Tapi untuk produk-produk yang lebih baru, kami akan mengusahakan fitur untuk melakukan peralihan tersebut,” tambah Maletis. (edo)

    Komentar
    Additional JS