Musk Pede: Teknologi Baterai Baru Tesla Bakal Mengubah Game EV - Kabar Megapolitan
KABARMEGAPOLITAN.com - Tesla kembali mengguncang dunia baterai. Dalam unggahan dini hari di X, Elon Musk menyebut keberhasilan produksi massal baterai dry electrode sebagai “terobosan besar” dalam industri baterai lithium-ion.
Musk tak segan memuji timnya: “Ini sangat sulit dicapai. Selamat untuk tim engineering, produksi, dan supply chain Tesla — serta mitra pemasok kami — atas pencapaian luar biasa ini!”
Tesla kemudian menambahkan bahwa proses manufaktur dry electrode tidak hanya memangkas biaya dan konsumsi energi, tetapi juga membuat pabrik baterai lebih sederhana dan lebih mudah ditingkatkan skalanya.
Secara sederhana, ini berarti Tesla bisa memproduksi baterai lebih efisien, lebih murah, dan dalam jumlah lebih besar — kabar baik bagi masa depan kendaraan listrik.
Bicara soal masa depan, Tesla sebenarnya sudah menyiapkan langkah ini sejak 2024. Saat itu, perusahaan dilaporkan tengah mengembangkan empat jenis baterai 4680 berbasis dry process, dengan target peluncuran pada 2026.
Baca Juga: Bukan Satu Mobil untuk Semua: Cara Tesla Menyusun Ekosistem Robotaxi-nya
Mengapa dry process penting? Dibanding metode konvensional, teknik ini memungkinkan pembuatan elektroda yang lebih tebal, yang berpotensi meningkatkan kepadatan energi baterai — artinya, jarak tempuh lebih jauh tanpa menambah ukuran baterai.
Keempat baterai baru Tesla diberi kode NC05, NC20, NC30, dan NC50, masing-masing dengan misi berbeda:
NC05 — akan dipasang pertama kali pada Robotaxi, sebelum akhirnya dipakai di SUV, Cybertruck, dan satu model rahasia Tesla.
NC20 — versi dengan energi lebih besar, dirancang untuk SUV, Cybertruck, dan kendaraan masa depan lainnya.
NC30 — membawa anoda silikon-karbon untuk kapasitas lebih tinggi; diproyeksikan untuk Cybertruck dan sedan listrik Tesla mendatang.
NC50 — juga berbasis silikon-karbon, tetapi ditujukan untuk mobil performa seperti Roadster dan model sport Tesla lainnya.
Baca Juga: Janji Wireless, Realita Masih Pakai Kabel: Dilema Tesla Cybercab
Jika semua ini terealisasi, Tesla bukan hanya mempercepat transisi ke kendaraan listrik — tetapi juga menetapkan standar baru teknologi baterai di industri otomotif global.***