Perusahaan Game Ini Ganti Karyawan dengan AI, Gamer Langsung Serukan Boikot Massal, - Viva
Jakarta, VIVA – Keputusan Krafton Inc., penerbit gim di balik judul populer seperti PUBG dan Inzoi, untuk memperluas penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam kegiatan perusahaannya telah menimbulkan reaksi keras dari komunitas gamer dan pekerja industri.
Beberapa pihak bahkan menyerukan boikot terhadap perusahaan karena dinilai memprioritaskan teknologi daripada tenaga manusia dalam proses pengembangan gim.
Dorongan AI dan Kekhawatiran Pengguna
Krafton mengumumkan rencana transformasi menjadi perusahaan “AI-first”, sebuah inisiatif yang menurut perusahaan akan membawa efisiensi dan inovasi di berbagai lini bisnisnya.
Langkah ini termasuk program pengunduran diri sukarela yang ditawarkan kepada karyawan, yang memberi insentif pesangon besar bagi mereka yang memilih keluar alih-alih mempertahankan posisi mereka di era otomatisasi.
Namun, keputusan ini menuai kritik tajam karena dianggap sebagai senjata untuk secara tidak langsung menggantikan pekerja manusia dengan teknologi AI. Banyak pemain dan komentator online menilai pendekatan semacam ini “mengancam pekerjaan manusia” serta merendahkan nilai kreativitas dan keterampilan profesional dalam industri gim.
Komentar seperti “boikot instan” muncul di forum dan media sosial, mencerminkan keprihatinan komunitas terhadap masa depan tenaga kerja di sektor ini.
Reaksi dari Komunitas Gaming
Forum komunitas di platform diskusi populer dipenuhi seruan solidaritas terhadap karyawan yang terdampak. Beberapa gamer bahkan menyatakan akan menjauh dari permainan atau produk yang dianggap berlebihan dalam penggunaan AI.
Kritik mereka berfokus pada potensi hilangnya kualitas narasi, desain karakter, dan aspek kreatif lain yang selama ini menjadi kekuatan dalam gim buatan manusia.
Meski demikian, beberapa pendukung AI menilai kekhawatiran tersebut berlebihan dan menyebut boikot bukan solusi.
Mereka menekankan bahwa AI tidak serta-merta mengambil alih semua aspek pekerjaan, dan bahwa beberapa langkah perusahaan lebih kepada mengoptimalkan proses, bukan menggantikan semua pekerja. Namun, perdebatan ini terus berkembang di komunitas.
Krafton: AI untuk Kreativitas, Bukan Pengganti Manusia?
Menanggapi kontroversi ini, Krafton berulang-ulang menegaskan bahwa investasi dalam AI bertujuan untuk meningkatkan pengalaman bermain dan kreativitas, bukan semata-mata memberhentikan pekerja.
Perusahaan telah mempromosikan teknologi AI yang dapat digunakan untuk mempercepat pembuatan aset visual, dialog, serta membantu proses prototyping yang seharusnya mendukung tim pengembang, bukan menggantikan mereka sepenuhnya.
Selain itu, Krafton baru-baru ini menunjuk Kangwook Lee sebagai Chief AI Officer (CAIO) untuk memperkuat strategi jangka panjang mereka dalam pengembangan teknologi AI. Fokus perusahaan adalah pada tiga pilar utama: mengembangkan pengalaman gameplay, meningkatkan efisiensi operasional, serta menemukan mesin pertumbuhan baru di masa depan.
Dampak Lebih Luas dalam Industri
Kontroversi ini mencerminkan perdebatan yang lebih luas di dunia gim dan teknologi tentang peran AI dalam pekerjaan kreatif.
Di sisi lain, banyak perusahaan besar di industri ini sudah mulai mengimplementasikan AI dalam beberapa aspek pengembangan mereka untuk meningkatkan efisiensi dan kreativitas tim internal.
Namun, ketakutan akan hilangnya pekerjaan tetap menjadi isu sensitif yang menyulut emosi, terutama di kalangan pekerja dan penggemar gim.
Langkah Krafton untuk memperluas penggunaan AI dalam pengembangan gim telah menjadi topik hangat dan kontroversial.
Sementara perusahaan menekankan bahwa teknologi ini dimaksudkan untuk memperbesar kreativitas dan efisiensi, seruan boikot dari komunitas menunjukkan kekhawatiran mendalam tentang dampaknya terhadap tenaga kerja manusia dan kualitas kreativitas dalam industri gim. Perdebatan ini kemungkinan akan terus berkembang seiring AI semakin menjadi bagian integral dari dunia hiburan digital.