0
News
    Home Berita Featured QR Code Spesial

    Rekor Dunia! QR Code Terkecil di Dunia Lebih Kecil dari Bakteri - Kabar Megapolitan

    4 min read

     

    Rekor Dunia! QR Code Terkecil di Dunia Lebih Kecil dari Bakteri


    Ilustrasi. Rekor Dunia! QR Code Terkecil di Dunia Lebih Kecil dari Bakteri /ist/

    KABARMEGAPOLITAN.com - Dunia teknologi penyimpanan data kembali mencetak terobosan baru. Tim peneliti dari Vienna University of Technology bekerja sama dengan perusahaan teknologi penyimpanan data Cerabyte berhasil menciptakan QR code terkecil di dunia yang kini resmi diakui Guinness World Records.

    Ukuran QR code ini benar-benar ekstrem — luasnya hanya 1,98 mikrometer persegi, bahkan lebih kecil dari sebagian besar bakteri. Meski ukurannya nyaris tak terlihat, teknologi ini diklaim mampu menyimpan data secara stabil hingga ratusan bahkan ribuan tahun.

    QR code ultra-mini ini dibuat dengan teknik focused ion beam, yaitu proses pengukiran presisi tinggi pada lapisan film keramik super tipis. Setiap piksel hanya berukuran 49 nanometer, sekitar sepersepuluh panjang gelombang cahaya tampak.

    Karena ukurannya sangat kecil, kode ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang maupun mikroskop optik biasa. Untuk membacanya, dibutuhkan mikroskop elektron agar data dapat diakses secara akurat.

    Ukuran QR code terbaru ini hanya sekitar 37% dari pemegang rekor sebelumnya. Proses pembacaan dan spesifikasi teknisnya telah diverifikasi secara independen oleh University of Vienna.

    Baca Juga: Samsung Masih Raja, Pasar Smartphone Asia Tenggara Perlahan Pulih

    Kunci utama teknologi ini terletak pada penggunaan film keramik tipis sebagai media penyimpanan. 

    Material tersebut dikenal sangat tahan terhadap kondisi ekstrem dan biasa digunakan sebagai pelapis alat pemotong berperforma tinggi. Stabilitas dan daya tahannya membuat keramik menjadi media ideal untuk penyimpanan data jangka panjang.

    Selain ukurannya yang sangat kecil, teknologi ini juga menawarkan kepadatan penyimpanan luar biasa. Film keramik seukuran kertas A4 disebut mampu menyimpan data lebih dari 2TB.

    Keunggulan lainnya, data dapat bertahan tanpa memerlukan listrik atau sistem pendingin, berbeda dengan media penyimpanan konvensional seperti hard disk atau penyimpanan elektronik yang umumnya memiliki usia pakai terbatas hanya beberapa tahun.

    Ke depan, tim peneliti berencana mengeksplorasi material baru untuk meningkatkan kecepatan penulisan data serta mengembangkan proses produksi skala besar. 

    Baca Juga: NBA: Prediksi Cleveland Cavaliers vs Charlotte Hornets pada Sabtu, 21 Februari 2026

    Tujuannya agar teknologi penyimpanan berbasis keramik ini tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga bisa digunakan secara luas di industri.

    Jika berhasil dikembangkan lebih lanjut, teknologi ini berpotensi membuka era baru penyimpanan data super tahan lama dengan ukuran yang sangat ringkas.***


    Komentar
    Additional JS