Sisi Gelap Nintendo: Kontroversi dan Skandal yang Jarang Diketahui! - Viva
Jakarta, VIVA – Nintendo dikenal dunia sebagai salah satu raksasa industri video game, pencipta franchise ikonik seperti Super Mario, The Legend of Zelda, dan Pokémon. Perusahaan ini telah memikat jutaan gamer lewat konsol inovatif dan pengalaman bermain yang menyenangkan.
Namun di balik citra ramah keluarga dan inovatif, sejarah bisnis Nintendo juga menyimpan peristiwa kontroversial dan praktik yang memicu kritik tajam dari komunitas gamer, pengembang, dan pakar industri.
Tencent dan Nintendo Kolaborasi Bikin Pokemon Unite, Gim Pokemon Versi MOBA. (FOTO: Reuters/Kim Kyung-Hoon)
- wartaekonomi
Dominasi Pasar dan Praktik Restriktif Era NES
Di era 1980‑an, Nintendo berhasil mendominasi pasar video game dengan pangsa pasar mencapai sekitar 65 persen di tahun 1987, jauh mengungguli pesaing seperti Atari dan Sega. Namun dominasi ini tidak lepas dari praktik bisnis yang agresif.
Nintendo menerapkan pengendalian ketat terhadap lisensi game di sistem NES, termasuk pembatasan jumlah game yang dapat dirilis oleh pengembang dan penggunaan chip lockout 10NES yang mencegah game tanpa lisensi berjalan di konsolnya.
Strategi ini secara efektif memberi Nintendo kekuatan pasar yang bisa dianggap sebagai monopoli sesuatu yang kemudian memicu perseteruan hukum dengan Atari.
Kasus “Donkey Kong” dan Sengketa Hak Cipta
Meski Donkey Kong kini dianggap salah satu gim paling bersejarah, produksi awalnya tidak berjalan mulus. Nintendo bekerjasama dengan perusahaan Ikegami Tsushinki untuk membuat kodenya.
Namun setelah produksi awal selesai, Nintendo memesan tambahan *80.000 papan sirkuit tanpa melibatkan Ikegami, yang kemudian menyebabkan perselisihan mengenai hak atas kode tersebut. Perselisihan ini berujung pada gugatan hukum yang dimenangkan oleh Ikegami pada 1990, namun detail penyelesaian akhirnya tidak pernah dipublikasikan secara lengkap.
Upaya Menindak Industri Penyewaan Game
Nintendo juga tercatat pernah menentang praktik penyewaan game melalui rental seperti Blockbuster pada akhir 1980‑an. Nintendo menempuh jalur hukum dengan alasan penyewaan manual game mereka telah melanggar hak cipta, namun kritik menyatakan motivasi yang lebih luas.
Nintendo tidak menyukai kenyataan game mereka disewakan tanpa pembelian. Meskipun penyelesaian hukum membuat Blockbuster berhenti mendistribusikan salinan manual, industri penyewaan game tetap berjalan karena undang‑undang AS tidak mencakup video game secara eksplisit.
Masalah Joy‑Con Drift dan Respon Perusahaan
Nintendo Switch adalah salah satu konsol paling sukses dalam sejarah perusahaan, dengan penjualan puluhan juta unit. Namun salah satu isu paling terkenal adalah drift pada joystick Joy‑Con, di mana stik analog bergerak sendiri tanpa disentuh, memengaruhi pengalaman bermain.
Masalah ini begitu umum hingga menimbulkan banyak gugatan hukum kelas terhadap Nintendo, meskipun perusahaan sempat menawarkan perbaikan dan permintaan maaf publik atas masalah tersebut.
Perlindungan Hak Cipta dan Tindakan Hukum terhadap Komunitas
Nintendo dikenal sangat protektif terhadap kekayaan intelektualnya, tetapi pendekatan tersebut sering menuai kritik. Perusahaan ini tidak segan menuntut pesaing atau fan project, termasuk kasus gugatan terhadap game seperti Palworld yang dituduh melanggar paten, serta tindakan keras terhadap pengembang emulator seperti Yuzu dan Ryujinx yang akhirnya menghentikan pengembangan demi menghindari gugatan.
Kritikus menilai pendekatan ini terlalu agresif dan terkadang menghambat kreativitas komunitas gaming.
Relasi Rumit dengan Pembuat Konten dan Fans
Selain menentang emulator dan piracy, Nintendo juga sering mengambil tindakan hukum terhadap konten penggemar dan kreator di platform seperti YouTube, termasuk penarikan video gameplay maupun mod.
Dalam beberapa kasus, tindakan ini hampir menghancurkan saluran kreator yang berfokus pada sejarah dan emulasi game‑game klasik mereka. Kritik lain menyebut perusahaan kurang ramah terhadap pemain yang ingin mengeksplorasi karya dan warisan mereka secara lebih bebas.
Nintendo tetap menjadi salah satu merek paling berpengaruh di dunia video game, namun catatan sejarahnya bukan tanpa kontroversi. Dari praktik bisnis yang ketat di era awal hingga tindakan hukum agresif terhadap emulator dan penggunaan IP, perusahaan sering kali berada di persimpangan antara perlindungan hak cipta dan kritik karena dianggap membatasi kreativitas komunitas.
Meski demikian, pengaruh Nintendo terhadap dunia game tetap besar, dan debat mengenai pendekatan mereka kemungkinan akan terus berlanjut seiring evolusi industri hiburan digital.