0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home Baterai Kuantum Berita Featured Komputer Spesial Superkomputer

    Terobosan Ilmuwan: Baterai Kuantum Diklaim Mampu Jadi Sumber Daya Superkomputer Masa Depan - Viva

    5 min read

     

    Terobosan Ilmuwan: Baterai Kuantum Diklaim Mampu Jadi Sumber Daya Superkomputer Masa Depan


    GadgetDIVA - Para ilmuwan dari Australia dan Jepang kembali menghadirkan terobosan besar di dunia teknologi. Kali ini, mereka mengusulkan desain komputer kuantum generasi baru yang ditenagai oleh baterai kuantum berukuran mini namun berkekuatan tinggi. Temuan ini diyakini mampu membuat superkomputer masa depan bekerja lebih cepat, lebih stabil, sekaligus jauh lebih hemat energi.

    Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi Physical Review X. Melalui pendekatan teoretis, para peneliti menunjukkan bagaimana baterai kuantum dapat diintegrasikan langsung ke dalam sistem komputer kuantum untuk memasok energi secara efisien.

    Tak hanya itu, penggunaan teknologi ini bahkan diperkirakan mampu meningkatkan jumlah qubit—unit dasar pemrosesan dalam komputer kuantum hingga empat kali lipat.

    Organisasi sains nasional Australia, Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), mengungkapkan bahwa inovasi ini berpotensi menjadi solusi atas berbagai tantangan besar dalam pengembangan komputer kuantum selama ini.

    Energi Mini, Daya Maksimal

    Salah satu penulis penelitian sekaligus pemimpin riset baterai kuantum di CSIRO, James Quach, menjelaskan bahwa baterai kuantum memiliki ukuran sangat kecil namun menyimpan energi luar biasa besar.

    Menurutnya, sistem ini memungkinkan komputer kuantum untuk mendaur ulang energi secara internal. Artinya, daya yang digunakan tidak langsung terbuang sebagai panas, melainkan dapat dimanfaatkan kembali selama proses komputasi berlangsung.

    “Baterai kuantum ibarat tangki bahan bakar internal yang mampu mengisi ulang dirinya sendiri saat komputer beroperasi,” jelas Quach.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa teknologi ini membawa komputer kuantum selangkah lebih dekat ke penggunaan nyata di dunia industri dan riset.

    Masalah Pendinginan Jadi Tantangan Besar

    Sebagai informasi, komputer kuantum bekerja berdasarkan prinsip fisika kuantum yang sangat sensitif terhadap gangguan lingkungan. Oleh karena itu, sistem ini membutuhkan pendinginan ekstrem menggunakan teknologi kriogenik berskala besar yang menghabiskan energi sangat tinggi.

    Akibatnya, selain mahal, infrastruktur komputer kuantum juga sulit dikembangkan dalam skala besar. Inilah yang selama ini menjadi penghambat utama pertumbuhan jumlah qubit serta peluncuran teknologi ini ke pasar komersial.

    Namun, dengan hadirnya baterai kuantum internal, kebutuhan energi eksternal dapat ditekan secara signifikan.

    Panas Berkurang, Kapasitas Meningkat

    Dalam perhitungan yang dilakukan tim peneliti, komputer kuantum berbasis baterai kuantum akan menghasilkan panas jauh lebih rendah dibanding sistem konvensional.

    Selain itu, penggunaan kabel juga bisa diminimalkan, sehingga ruang fisik yang tersedia dapat diisi dengan lebih banyak qubit. Dengan kata lain, performa meningkat tanpa perlu memperbesar ukuran perangkat.

    “Kami melihat ini sebagai langkah penting menuju komputer kuantum yang praktis, efisien, dan mudah ditingkatkan skalanya,” ujar Quach.

    Dampak Besar di Berbagai Industri

    Jika teknologi ini berhasil diwujudkan secara nyata, dampaknya diperkirakan akan sangat luas. Komputer kuantum berdaya baterai kuantum dapat mempercepat riset di bidang:

    • kedokteran dan penemuan obat
    • energi terbarukan
    • sistem keuangan global
    • komunikasi superaman
    • simulasi material canggih

    Dengan efisiensi energi yang jauh lebih baik, teknologi kuantum tidak lagi menjadi eksperimen mahal di laboratorium, tetapi berpotensi menjadi alat komputasi utama di masa depan.

    Menuju Era Komputasi Super Efisien

    Meski masih berada pada tahap teoritis, para ilmuwan optimistis bahwa konsep baterai kuantum ini bisa segera diuji dalam sistem nyata.

    Seiring berkembangnya teknologi nanomaterial dan fotonik, kemungkinan penerapan baterai kuantum semakin terbuka lebar.

    Jika berhasil, dunia akan memasuki era baru di mana superkomputer tidak lagi bergantung pada sistem pendinginan raksasa dan konsumsi energi masif.

    Sebaliknya, komputer masa depan bisa menjadi lebih ringkas, lebih cepat, dan jauh lebih ramah lingkungan.

    Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.


    Komentar
    Additional JS