0
News
    Home AI Berita Featured Kecerdasan Buatan Spesial Tips & Tricks

    Ubah Foto Pribadi Jadi Animasi, Ahli Siber Beri Peringatan Serius - detik

    9 min read

     

    Ubah Foto Pribadi Jadi Animasi, Ahli Siber Beri Peringatan Serius



    Ilustrasi foto pribadi diubah jadi animasi pakai AI. Foto: Instagram/Hidreley
    Jakarta -

    Tren membuat karikatur menggunakan kecerdasan buatan (AI) tengah viral di berbagai platform media sosial, di mana pengguna mengunggah foto pribadi dan meminta AI membuat ilustrasi berdasarkan kehidupan, pekerjaan, dan informasi pribadi mereka. Meski terlihat kreatif dan menghibur, ahli keamanan siber memperingatkan tren ini berbahaya.

    Perusahaan keamanan siber global Kaspersky mengungkapkan bahwa tren tersebut bukan sekadar penggunaan filter visual biasa. Untuk menghasilkan ilustrasi yang detail, pengguna tanpa sadar memberikan akses luas terhadap informasi pribadi mereka melalui instruksi dan data yang disertakan.

    Selain foto, pengguna sering menyertakan informasi tambahan seperti nama perusahaan, jabatan, lokasi, aktivitas harian, hingga detail keluarga. Kombinasi data ini memungkinkan terbentuknya profil digital yang sangat rinci.

    Informasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk membuat penipuan yang lebih meyakinkan. Penjahat dapat menyusun pesan phishing yang menyebutkan tempat kerja, jabatan, atau anggota keluarga korban, sehingga meningkatkan kemungkinan korban percaya dan memberikan informasi sensitif atau bahkan uang.

    Risiko ini dinilai sangat tinggi di kawasan Asia Pasifik, di mana adopsi AI berkembang pesat. Data menunjukkan 78% profesional di kawasan ini menggunakan AI setiap minggu, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 72%. Namun, tingkat literasi keamanan digital masih tertinggal, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap rekayasa sosial dan phishing.

    Selain itu, ketika menggunakan layanan AI, pengguna tidak hanya membagikan gambar akhir. Bergantung pada kebijakan privasi platform, data seperti foto asli, teks perintah, riwayat penggunaan, alamat IP, perangkat, hingga pola interaksi juga dapat disimpan.

    Data tersebut dapat digunakan untuk mengoperasikan layanan, meningkatkan performa, atau melatih model AI. Artinya, informasi pribadi pengguna berpotensi tersimpan lebih lama dari yang disadari.

    Managing Director Asia Pasifik di Kaspersky, Adrian Hia, mengatakan tren ini sebenarnya dapat menjadi pintu masuk bagi kejahatan siber.

    "Tren viral pembuatan karikatur kehidupan kita ini mungkin tampak seperti hiburan yang tidak berbahaya, tetapi sebenarnya merupakan informasi sukarela bagi penjahat siber. Setiap kali pengguna di Asia Pasifik memberikan detail tentang diri mereka kepada AI hanya untuk melihat ilustrasi yang cerdas, mereka menyerahkan cetak biru untuk serangan rekayasa sosial yang sempurna," kata Adrian Hia dikutip dari siaran pers, Senin (23/2/2026).

    Ia menambahkan, kombinasi adopsi AI yang tinggi dan literasi keamanan digital yang belum merata membuat risiko semakin besar.

    "Di wilayah dengan adopsi AI terdepan namun literasi teknis yang masih tertinggal, potret digital ini menjadi peta berbahaya. Pada dasarnya kita memberi penipu "konteks" yang mereka butuhkan untuk mengubah email phishing generik menjadi penipuan yang sangat personal dan meyakinkan sehingga memungkinkan untuk melewati pertahanan pengguna yang berhati-hati sekalipun," tambahnya.

    Kaspersky menekankan bahwa setiap detail yang dibagikan, mulai dari foto hingga kebiasaan pribadi, dapat menjadi bahan bagi pelaku kejahatan untuk membangun profil korban secara komprehensif.

    Dengan profil tersebut, pelaku dapat melancarkan berbagai jenis serangan, termasuk phishing, penipuan finansial, hingga impersonasi identitas. Bahkan data yang tampak tidak sensitif sekalipun dapat menjadi berbahaya jika dikombinasikan dengan informasi lain.

    Kondisi ini mempertegas pentingnya kesadaran keamanan digital di tengah meningkatnya penggunaan teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari.

    Tips Aman Ikuti Tren Karikatur AI

    Untuk mengurangi risiko, para ahli Kaspersky memberikan sejumlah rekomendasi penting:

    • Hindari memasukkan data pribadi seperti nama lengkap, jabatan, perusahaan, alamat, atau rutinitas harian
    • Jangan mengunggah foto yang menampilkan logo perusahaan, dokumen, atau informasi sensitif lainnya
    • Hindari membagikan informasi atau foto anak di bawah umur
    • Tinjau kebijakan privasi platform sebelum menggunakan layanan AI
    • Gunakan perlindungan keamanan digital untuk menghindari tautan berbahaya dan phishing



    Simak Video "Video: Hati-hati! Ini Tandanya Jika Akun Gmail Sudah Diretas"

    (agt/agt)

    Komentar
    Additional JS