JAKARTA -- Evan Williams, lahir pada 31 Maret 1972 di dekat Clarks, Nebraska, dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik lahirnya Twitter. Bersama Jack Dorsey dan Biz Stone, ia membangun platform mikroblogging yang kemudian menjadi fenomena global.

Dikutip dari britannica.com, Williams tumbuh di lingkungan pertanian, namun sejak muda sudah berambisi berbisnis. Ia meninggalkan University of Nebraska, Lincoln sebelum meraih gelar sarjana. Pada pertengahan 1990-an, ia sempat menjalankan usaha bersama ayahnya yang menyediakan materi pembelajaran tentang World Wide Web. Setelah itu, ia bekerja sebagai pengembang web di sejumlah perusahaan teknologi di California.

Tahun 1999 menjadi titik penting ketika Williams ikut mendirikan Pyra Labs, perusahaan perangkat lunak manajemen proyek. Di sana, ia bersama Biz Stone mengembangkan Blogger, sebuah alat penerbitan konten pribadi di internet yang kemudian memicu tren blog. Blogger.com akhirnya diakuisisi Google pada 2003.

Williams meninggalkan Google pada 2004 dan mendirikan Odeo, perusahaan podcasting yang menarik Stone bergabung setahun kemudian. Pada 2006, Jack Dorsey datang dengan ide memanfaatkan pesan teks sebagai sarana komunikasi sederhana. Gagasan itu melahirkan prototipe Twitter yang resmi diluncurkan pada tahun yang sama. Tak lama kemudian, mereka mendirikan perusahaan induk Obvious, yang mengakuisisi Odeo dan melahirkan Twitter.Inc. sebagai entitas mandiri pada 2007.

Twitter berkembang pesat dan menjadi medium komunikasi populer yang digunakan selebritas, media, hingga perusahaan besar. Williams awalnya menjabat sebagai ketua dewan sebelum naik menjadi CEO pada akhir 2008. Namun, pada 2010 ia mundur dari posisi tersebut untuk fokus pada strategi produk, dan pada 2019 resmi melepas kursi dewan.

Selain Twitter, Williams juga mendirikan Medium pada 2012. Platform penerbitan ini ia gambarkan sebagai “tempat untuk ide dan cerita,” dengan banyak konten berasal dari pengguna.

Menurut Forbes (20 Agustus 2025), Evan Williams memiliki kekayaan bersih sekitar US$2 miliar. Sumber utama kekayaannya berasal dari kepemilikan saham Twitter, di mana ia sempat menjadi pemegang saham individu terbesar saat IPO 2013 dengan porsi sekitar 12 persen. Ia juga memperoleh keuntungan besar dari penjualan Pyra Labs (Blogger) ke Google pada 2003.

Selain itu, melalui perusahaan modal ventura Obvious Ventures, Williams berhasil menanamkan investasi di sejumlah startup, termasuk Beyond Meat, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh penting di dunia teknologi digital. (DH)