Iran Siap Serang Google, YouTube, dan Microsoft - SindoNews
Iran Siap Serang Google, YouTube, dan Microsoft
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Kamis, 12 Maret 2026 - 12:04 WIB
Iran Siap Serang Google, YouTube, dan Microsoft. Foto/ MEE
TEHERAN - Iran mengancam akan menyerang perusahaan teknologi milik AS dan Israel untuk melumpuhkan keuangan negara tersebut.
Seorang juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya, siap bombardir perusahaan teknologi milik AS dan Israel.
Dia menyatakan bahwa “musuh membiarkan kita leluasa untuk menargetkan pusat-pusat ekonomi dan bank-bank milik Amerika Serikat dan rezim Zionis di kawasan tersebut.”
Kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC)merilis daftar kantor dan infrastruktur yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan top AS serta memiliki hubungan dengan Israel danteknologinya digunakan untuk aplikasi militer. Tasnim menyebutnya sebagai 'target baru Iran'.
“Seiring dengan meluasnya cakupan perang regional ke perang infrastruktur, cakupan target sahIranpun meluas,” kata kantor berita tersebut.
Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk Google, Microsoft, Palantir, IBM, Nvidia, dan Oracle, dan kantor serta infrastruktur untuk layanan berbasiscloudyang terdaftar berlokasi di beberapa kota di Israel, serta di beberapa negara Teluk
Lokasi-lokasi yang tercantum mencakup kantor dan infrastruktur cloud di beberapa kota Israel dan di beberapa negara Teluk.
Sebelumnya,Kelompok peretas yang diduga terkait pemerintah Iran dilaporkan berhasil menyusup ke sejumlah jaringan penting di Amerika Serikat (AS), termasuk sistem bank dan bandara. Serangan siber ini dilakukan dengan menanamkan backdoor atau akses tersembunyi yang memungkinkan pelaku memantau dan mengendalikan sistem korban dari jarak jauh.
Laporan tersebut diungkap dalam artikel yang dipublikasikan oleh media teknologi keamanan The Register. Serangan dikaitkan dengan kelompok peretas bernama MuddyWater, yang diketahui berafiliasi dengan Ministry of Intelligence and Security Iran (MOIS).
Kelompok MuddyWater sendiri dikenal sebagai salah satu aktor siber yang aktif melakukan operasi spionase digital terhadap berbagai sektor strategis. Sejak sekitar 2017, kelompok ini kerap menargetkan pemerintah, sektor telekomunikasi, lembaga keuangan, serta infrastruktur penting di berbagai negara.
Para peneliti memperingatkan bahwa keberadaan backdoor pada jaringan kritikal dapat menimbulkan risiko keamanan serius. Selain memungkinkan pencurian data, akses tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk operasi siber lanjutan, termasuk sabotase sistem atau pengumpulan intelijen jangka panjang.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel