Kombinasi Rudal Sejjil Iran dan Satelit Pemandu BeiDou China Hajar Pusat Komando Udara Israel? - Tribunnews
Kombinasi Rudal Sejjil Iran dan Satelit Pemandu BeiDou China Hajar Pusat Komando Udara Israel?
Rudal Sejjil, berbahan bakar padat propelan punya kelemahan presisi target, navigasi satelit BeiDou China menutupi hal itu. Israel kena serangan.
Garda Revolusi Iran Umumkan Penggunaan Rudal Sejjil ke Pusat Komando Udara Israel, Apa Hebatnya?
TRIBUNNEWS.COM - Garda Revolusi Iran (IRGC), Minggu (15/3/2026) menyatakan kalau mereka menggunakan rudal strategis Sejjil berbahan bakar padat dalam gelombang serangan ke Israel, Sabtu malam.
IRGC menambahkan kalau rudal tersebut berhasil menargetkan pusat komando operasi udara dan infrastruktur Israel.
Baca juga: IRGC Bersiap Luncurkan Serangan Terkuat Balas AS-Israel, Iran Punya Rudal Balistik Apa Saja?
Sebagai informasi, ini bukan pertama kalinya Iran menggunakan Rudal Sejjil ke Israel.
Dalam perang 12 hari pada Juni 2025 silam, Iran juga sudah menggunakan rudal jenis ini ke Israel.
Rudal balistik Sejjil adalah salah satu rudal tercepat yang dimiliki Iran.
Beberapa pakar di Barat meyakini Iran memang menggunakan rudal ini jika terjadi perang besar dengan Israel.
Rudal ini dianggap sebagai ancaman serius bagi Israel dan sekutu-sekutu Amerika di kawasan Timur Tengah.
Apa kehebatan rudal balistik Sejjil yang diluncurkan Iran?

Spesifikasi Rudal Sejjil
Merujuk pada ulasan Missile Threat, rudal Sejjil memiliki panjang sekitar 18 meter, diameter 1,25 meter, dan berat saat diluncurkan mencapai 23,6 ton.
Rudal ini mampu membawa muatan seberat 700 kilogram dan menempuh jarak hingga 2.000 kilometer.
Saat ini, rudal Sejjil diperkirakan membawa hulu ledak konvensional (HE), sambil menunggu kemungkinan Iran memiliki hulu ledak nuklir.
Jangkauan maksimalnya sekitar 2.000 kilometer, meskipun angka ini masih berdasarkan perkiraan teknis dari struktur rudal berbahan baja khusus untuk penerbangan.
Secara teoritis, Iran memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan rudal ke berbagai wilayah seperti Timur Tengah, Eropa Timur, Afrika Timur, hingga Asia Selatan.
Meskipun saat ini Iran belum memiliki rudal yang mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat secara langsung dari dalam negeri, negara tersebut tetap memiliki potensi untuk menyerang aset dan kepentingan AS yang berada di kawasan-kawasan sekitar, termasuk pangkalan militer atau mitra strategis Amerika di wilayah sekitarnya.
Rudal Sejjil dinilai berpotensi menjadi salah satu kendaraan utama untuk membawa hulu ledak nuklir, jika Iran suatu hari berhasil mengembangkannya.

Rudal Sejjil dan Panduan Satelit Navigasi BeiDou China
Rudal Sejjil merupakan produk pengembangan mandiri Iran, yang mencerminkan lompatan besar dalam teknologi pertahanan negara tersebut.
Dilengkapi hulu ledak seberat 2.200 pon, Sejjil menjadi salah satu rudal paling canggih.
Salah satu keunggulan utama Sejjil adalah penggunaan bahan bakar padat, sebuah peningkatan signifikan dibandingkan rudal Shahab-3 yang masih menggunakan bahan bakar cair.
Menurut laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington, kemajuan teknologi propelan ini mulai dikembangkan sejak program Zelzal pada 1990-an, dan diyakini mendapat dukungan teknis dari China.
Bahan bakar padat memungkinkan rudal Sejjil diluncurkan dengan waktu persiapan yang sangat singkat, sehingga mengurangi kerentanan terhadap serangan saat proses peluncuran.
Selain itu, rudal ini mudah dipindahkan karena tidak memerlukan pengisian bahan bakar sebelum digunakan.
Namun, jenis propelan ini juga memiliki kekurangan, yakni lebih sulit dikendalikan dan diarahkan secara presisi.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti bagaimana Iran mengatasi tantangan teknis tersebut.
Namun, analis menduga bahwa para insinyur Iran telah memodifikasi sistem pemandu dari rudal Shahab atau mungkin menerima bantuan teknis dari luar negeri.
Belakangan dilaporkan, Iran mendapat panduan satelit navigasi BeiDou China yang memungkin rudal untuk diarahkan secara lebih presisi ke target serangan.
Baca juga: Mengenal Sistem Satelit Navigasi BeiDou China, Pemandu Rudal Presisi Iran Hajar Aset Amerika-Israel
Meski sempat muncul spekulasi bahwa desain Sejjil terinspirasi dari rudal China seperti DF-11 dan DF-15, para analis menilai bahwa rudal ini merupakan rancangan asli Iran.
Tidak seperti sistem sebelumnya yang banyak mengadopsi teknologi Korea Utara, Sejjil tampil sebagai platform baru yang menunjukkan kemajuan kemandirian teknologi Iran.
(oln/khbrn/kmps/*)