0
News
    Home Aplikasi Berita Dunia Internasional Featured Kapal Induk Perancis Spesial Strava

    Lokasi Kapal Induk Perancis Terungkap Gara-gara Kru Upload Strava - Kompas

    5 min read

      

    Lokasi Kapal Induk Perancis Terungkap Gara-gara Kru Upload Strava

    KOMPAS.com – Lokasi kapal induk milik Perancis, FS Charles de Gaulle (R91), dilaporkan sempat terungkap ke publik akibat aktivitas olahraga yang diunggah ke aplikasi kebugaran Strava.

    Temuan ini terungkap dalam laporan investigasi media Perancis Le Monde. Dalam laporan tersebut, seorang personel militer bernama Arthur diketahui merekam aktivitas lari menggunakan aplikasi Strava dengan pengaturan akun terbuka.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Data aktivitas tersebut menampilkan rute lengkap beserta koordinat GPS yang dapat diakses publik. Diduga, ia sedang berlari di atas dek kapal induk tersebut.

    Dari sinilah, posisi kapal induk Perancis dapat dilacak secara cukup akurat, bahkan mendekati waktu nyata (real-time).

    Lima Hewan Kecil Ini Bisa Membunuh Manusia dalam Hitungan Menit, Apa Saja?

    Saat itu, kapal induk Charles de Gaulle dilaporkan berada di wilayah Laut Mediterania, tepatnya di barat laut Siprus, sekitar 100 kilometer dari pesisir Turki.

    Baca juga: Kapal Induk Italia Cavour Sandar di Jakarta, Bawa Jet Tempur F-35

    Aktivitas yang diunggah tersebut menunjukkan seorang awak kapal berlari sejauh beberapa kilometer di dek kapal sambil merekam rutenya menggunakan perangkat wearable.

    Dalam laporan yang sama disebutkan, keberadaan kapal induk Perancis di kawasan tersebut sebenarnya bukan informasi rahasia. Presiden Perancis, Emmanuel Macron sebelumnya telah mengumumkan pengerahan kapal tersebut di tengah situasi keamanan di Timur Tengah.

    Terlalu presisi

    Namun, yang menjadi sorotan adalah tingkat detail informasi yang tersebar. Data lokasi yang muncul dari aplikasi Strava dinilai terlalu presisi dan berpotensi membahayakan, terutama karena bisa diakses oleh siapa saja.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Apalagi, kawasan tersebut sedang berada dalam kondisi sensitif. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah fasilitas militer Perancis di Timur Tengah dilaporkan menjadi sasaran serangan, termasuk serangan drone yang menimbulkan korban.

    Kasus ini menambah daftar insiden kebocoran data melalui aplikasi kebugaran yang dikenal dengan istilah “StravaLeaks”. Sebelumnya, aktivitas serupa juga pernah mengungkap informasi terkait patroli kapal selam nuklir Perancis.

    Baca juga: Presiden Perancis Komentari Pemblokiran Akun Medsos Anak di Indonesia

    Aplikasi seperti Strava memang dirancang untuk mencatat aktivitas olahraga secara detail, termasuk rute dan lokasi pengguna. Namun, jika pengaturan privasi tidak diatur dengan baik, data tersebut bisa diakses publik dan membuka celah kebocoran informasi sensitif.

    Dalam konteks militer, informasi seperti lokasi kapal dan pola pergerakan termasuk data strategis yang seharusnya dijaga ketat.

    Penggunaan perangkat pribadi seperti smartwatch di lingkungan militer pun kini menjadi tantangan tersendiri, seiring meningkatnya risiko kebocoran data melalui platform digital.

    Meski belum ada keterangan resmi terkait dampak langsung insiden ini terhadap operasi militer Perancis, kasus ini kembali menegaskan pentingnya disiplin dalam penggunaan teknologi, terutama di lingkungan yang sensitif seperti militer.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS