0
News
    Home Featured Google Maps Internet Lebaran Spesial

    Niat Hindari Macet Jalan Solo, Ratusan Pemudik Malah Tersasar ke Pematang Sawah Arahan Google Maps - Joglo News

    3 min read

     

    Niat Hindari Macet Jalan Solo, Ratusan Pemudik Malah Tersasar ke Pematang Sawah Arahan Google Maps

    SLEMAN, Joglo News — Ratusan pemudik arus balik Lebaran 2026 nekat melintasi jalan tanah dan pematang sawah demi menembus akses menuju Gerbang Tol Purwomartani, Kabupaten Sleman. Fenomena jalur alternatif tak lazim ini menjadi potret nyata perjuangan pengendara yang berusaha menghindari kemacetan panjang di jalur utama.

    Kepadatan parah yang melumpuhkan ruas Jalan Solo–Yogyakarta memaksa mayoritas pengendara mengandalkan aplikasi navigasi.

    Alih-alih mendapatkan jalan aspal yang lancar, mereka justru diarahkan blusukan ke jalur perkampungan sempit hingga membelah area persawahan di wilayah Kalasan.

    BACA JUGA: Niat Mudik Sepedaan ke Ponorogo, Kakek Asal Bantul Malah Nyasar Masuk Tol Jogja-Solo

    Terjebak Jalan Tanah Mengikuti Peta Digital

    Salah satu pemudik asal Jakarta, Damar, mengaku tidak menyangka rute yang ia lalui berubah drastis menjadi jalan tanah. Ia pasrah mengikuti petunjuk peta digital karena jalur utama sudah tak bisa diakses.

    “Iya diarahin Google Maps. Tujuannya memang tol. Sempat ragu, tapi mau putar balik sudah enggak bisa lagi,” ungkap Damar saat ditemui di Perkampungan Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Selasa (24/3/2026).

    Pengendara yang berniat kembali ke Jakarta ini awalnya kebingungan saat ban mobilnya mulai menyentuh kontur tanah di tengah lahan pertanian.

    “Saya kira jalannya bagus, ternyata jalan tanah dan membelah persawahan, tapi ya mau bagaimana lagi,” keluhnya.

    Pengalaman serupa turut dibagikan Haryono. Ia terpaksa mencari jalan alternatif setelah melihat indikator merah pekat pada aplikasi navigasinya membentang dari Jalan Adisucipto hingga Tajem, Maguwoharjo.

    “Kondisi jalan masih berupa tanah dan belum rata. Jalan Solo sudah merah semua. Jalannya ya seadanya, jalan sawah, enggak ada petugas, cuma warga,” ujar Haryono.

    Continue Reading

    Komentar
    Additional JS