0
News
    Home Berita Featured Internet Keamanan Digital Kejahatan Digital Kejahatan Siber Serangan Siber Spesial WFH

    Serangan Siber Menggila di Indonesia, Karyawan WFH Diminta Ekstra Waspada - Viva

    3 min read

     

    Serangan Siber Menggila di Indonesia, Karyawan WFH Diminta Ekstra Waspada

    Jakarta, VIVA - Bertepatan dengan bulan Ramadan di Indonesia, pemerintah Indonesia baru-baru ini mengumumkan penerapan kebijakan pengaturan kerja fleksibel (FWA) atau bekerja dari rumah (WFH).

    Ini artinya karyawan akan lebih sering menggunakan perangkat kerja mereka saat bepergian, yang berpotensi membuka kerentanan tertentu jika tidak dilindungi dengan kebersihan siber yang tepat.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Berdasarkan telemetri terbaru Kaspersky 2025 di Indonesia, terdeteksi hampir 40 juta upaya ancaman pada perangkat (on device threats) di dalam negeri. Data yang diperoleh dari tinjauan ancaman tahunan ini didasarkan pada pemrosesan dan pengumpulan data dari pengguna sukarela yang menggunakan Kaspersky Security Network (KSN).

    img_title

    Secara umum, 31,5 persen pengguna diserang oleh ancaman lokal selama periode Januari - Desember 2025. Dalam tahun ini, produk Kaspersky mendeteksi 39.718.903 insiden lokal pada komputer peserta KSN di Indonesia.

    Ini setara dengan lebih dari 108.000 insiden per hari yang berasal dari perangkat yang dapat dilepas (removable device). Data ini juga menempatkan Indonesia di posisi ke-71 secara global.

    Penggunaan statistik infeksi lokal untuk komputer pengguna merupakan indikator yang sangat penting. Worm dan virus file merupakan penyebab sebagian besar insiden tersebut.

    Data ini menunjukkan seberapa sering pengguna diserang oleh malware yang menyebar melalui drive USB yang dapat dilepas, CD dan DVD, serta metode "offline" lainnya.

    “Meskipun bekerja jarak jauh itu nyaman dan memiliki banyak manfaat, hal itu juga mengekspos individu dan bisnis pada berbagai risiko keamanan siber. Itulah mengapa penting untuk mempertimbangkan dengan serius keamanan siber di rumah dan pribadi. Demikian pula, laptop dan ponsel pintar yang digunakan di luar perimeter perusahaan harus dilindungi seperti halnya yang berada di balik firewall dan solusi perlindungan jaringan di dalam kantor. Penting juga untuk mengingatkan karyawan tentang pentingnya melindungi perangkat mereka dengan kata sandi untuk mencegah pihak ketiga mengakses file sensitif,” kata Country Manager Kaspersky untuk Indonesia, Defi Nofitra.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Dengan tenaga kerja yang tersebar dan bekerja jarak jauh, staf perlu lebih waspada terhadap ancaman keamanan siber bahkan di luar lingkungan kantor untuk memastikan mereka dapat bekerja dengan aman dan nyaman selama Ramadan. Tips agar karyawan dapat bekerja dari rumah dengan aman:

    ●    Selalu perbarui perangkat lunak di semua perangkat untuk mencegah penyerang mengeksploitasi kerentanan dan menyusup ke jaringan organisasi.
    ●    Cadangkan data secara teratur dan pastikan data tersebut dapat diakses dengan cepat saat dibutuhkan atau dalam keadaan darurat.
    ●    Pastikan email hanya dapat diakses dengan aman melalui VPN perusahaan Anda, yang membuat koneksi jaringan terenkripsi yang mengautentikasi pengguna dan/atau perangkat serta mengenkripsi data yang sedang ditransmisikan antara pengguna dan layanan Anda. Jika Anda sudah menggunakan VPN, pastikan VPN tersebut telah diperbarui sepenuhnya.
    ●    Saat bekerja dari rumah, karyawan akan menggunakan jaringan rumah dan koneksi internet mereka. Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengedukasi karyawan cara mengkonfigurasi router nirkabel dan firewall pribadi mereka serta menjaga keamanan jaringan rumah mereka.


    Komentar
    Additional JS