YouTube Uji Fitur Baru, Minta Penonton Nilai Video yang Terindikasi AI Slop - Marketer
YouTube Uji Fitur Baru, Minta Penonton Nilai Video yang Terindikasi AI Slop
YouTube mulai menguji fitur baru yang meminta penonton menilai apakah sebuah video terasa seperti konten “AI slop”, istilah yang digunakan untuk menggambarkan video buatan kecerdasan buatan dengan kualitas rendah dan cenderung repetitif.
Dalam uji coba tersebut, sebagian pengguna melihat prompt atau pertanyaan yang muncul saat menonton video. Dirangkum dari Digita,lTrends, Jumat (20/3/2026), mereka diminta memberikan penilaian terkait seberapa besar konten tersebut terlihat seperti hasil produksi AI yang kurang berkualitas, dengan pilihan jawaban dari “tidak sama sekali” hingga “sangat terasa”.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya jumlah konten berbasis AI di platform video tersebut. Konten yang disebut sebagai “AI slop” umumnya dibuat secara massal dengan kualitas rendah, minim kreativitas, dan sering kali hanya bertujuan mengejar jumlah tayangan atau pendapatan iklan.
YouTube disebut ingin memanfaatkan umpan balik pengguna untuk membantu mengidentifikasi jenis konten tersebut secara lebih akurat. Data yang dikumpulkan berpotensi digunakan untuk meningkatkan sistem moderasi, termasuk menentukan visibilitas video atau kebijakan monetisasi di masa depan.
BACA JUGA: YouTube Siapkan Dana Rp 300 Miliar untuk Program Literasi Digital Remaja
Namun, uji coba ini juga memunculkan kritik. Sejumlah pihak menilai langkah tersebut berpotensi menjadikan pengguna sebagai “pelatih gratis” bagi sistem AI, karena masukan yang diberikan dapat digunakan untuk mengembangkan teknologi deteksi konten secara otomatis.
YouTube sendiri sebelumnya telah menyatakan bahwa pengelolaan konten AI berkualitas rendah menjadi salah satu prioritas utama. Perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara memberi ruang bagi kreativitas berbasis AI dan memastikan platform tetap dipenuhi konten yang relevan serta bernilai bagi penonton.
BACA JUGA: YouTube Perluas Akses Teknologi Deteksi Deepfake AI
Uji coba fitur ini menunjukkan bahwa platform mulai melibatkan pengguna secara langsung dalam proses kurasi konten, seiring meningkatnya tantangan dalam mengelola banjir konten berbasis kecerdasan buatan di era digital.