0
News
    Home Berita Featured Game IGRS Komdigi Spesial Steam

    5 Poin Penting Jawaban Komdigi soal Sengkarut IGRS di Platform Steam - Bisnis com

    3 min read

     

    5 Poin Penting Jawaban Komdigi soal Sengkarut IGRS di Platform Steam

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan klarifikasi mendalam terkait munculnya label Indonesia Game Rating System (IGRS) pada platform distribusi gim raksasa, Steam, yang sempat memicu kegaduhan di kalangan pengguna media sosial.

    Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana mengatakan tampilan rating IGRS yang sempat muncul di Steam bukanlah hasil verifikasi final pemerintah, melainkan dampak dari miskomunikasi teknis di pihak internal Steam.

    Dia menambahkan, saat ini integrasi tersebut masih dalam tahap uji coba dan belum terdapat nota kesepahaman (MoU) resmi antara Komdigi dan Steam. Menurutnya, terjadi misinformasi terkait implementasi rating yang ditampilkan di situs Steam, sementara pemerintah hanya mengakui rating yang telah diverifikasi melalui situs resmi IGRS.

    Berikut Rangkuman 5 poin penting jawaban Komdigi terkait sengkarut rating IGRS di Steam:

    1. Belum Ada MOU Resmi dengan Steam

    Sonny menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada nota kesepahaman (MoU) resmi maupun integrasi sistem ke sistem (API) antara Komdigi dan Steam. Pertemuan untuk penandatanganan MOU baru dijadwalkan akan dilakukan pada Mei 2026 mendatang. Munculnya rating tersebut murni merupakan tindakan sepihak dari Steam yang langsung menaikkan fitur uji coba tanpa persetujuan pemerintah.

    2. Status Rating Masih 'Self-Assessment'

    Komdigi menyampaikan rating yang sempat beredar di Steam tersebut murni berdasarkan self-assessment atau penilaian mandiri dari pengembang gim melalui kuesioner internal Steam. Sonny menekankan  IGRS yang resmi harus memiliki sertifikat klasifikasi setelah melalui proses verifikasi oleh tim tester pemerintah untuk memastikan kesesuaian konten.

    3. Penarikan Konten 'Unfit for Distribution'

    Terkait label unfit for distribution yang sempat ramai dibahas, Sonny menjelaskan  kategori tersebut diperuntukkan bagi gim yang mengandung unsur judi terbuka atau pornografi.

    "Sama seperti pemblokiran pada umumnya, gim yang mengandung judi dengan fitur cash-out atau pornografi tidak boleh beredar di Indonesia. Sedangkan untuk rating 18+, itu tetap diperbolehkan selama penggunanya sesuai usia," tuturnya.

    4. Sinkronisasi dengan Standar Global (IARC)

    Imbas kasus ini, pemerintah Indonesia berencana bergabung dengan International Age Rating Coalition (IARC). Tujuannya adalah agar pengembang gim lokal tidak perlu melakukan sertifikasi ulang saat ingin masuk ke pasar Eropa atau Amerika, dan sebaliknya. Meski mengadopsi standar global, Indonesia akan tetap menggunakan rating logic yang lebih konservatif sesuai dengan nilai budaya lokal.

    5. Target Implementasi Penuh Juni 2026

    Komdigi menargetkan seluruh kesiapan teknis dan integrasi dengan berbagai storefront (termasuk Google Play dan Apple App Store) akan rampung pada Juni 2026. Saat ini, Steam telah melakukan rollback atau menarik kembali tampilan IGRS tersebut hingga proses klarifikasi dan koordinasi lebih lanjut selesai dilakukan melalui pertemuan daring yang dijadwalkan besok.

    Sonny  mengingatkan bahwa sistem rating ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan panduan bagi orang tua untuk berperan aktif dalam memfilter konten digital bagi anak-anak mereka. "Ini adalah soal memberikan informasi bahan atau ingredients dari sebuah gim, sehingga orang tua tahu apa yang dikonsumsi anak mereka," pungkasnya.


    Komentar
    Additional JS