0
News
    Home Berita Chromebook Featured Kasus Nadiem Makarim Spesial

    Ahli IT di Sidang Nadiem Menilai Harga Chromebook Rp 6 Juta Kemahalan - Kompas

    5 min read

     

    Ahli IT di Sidang Nadiem Menilai Harga Chromebook Rp 6 Juta Kemahalan

    JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli Teknologi Informasi dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya), Mujiono Sadikin, menilai harga laptop Chromebook senilai Rp 6 juta terlalu mahal.

    Penilaian ini Mujiono sampaikan ketika dimintai pendapatnya dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook untuk terdakwa Nadiem, dkk.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    “Mohon izin, saya tidak bisa mengakses atau tidak perlu mengakses atau tidak tahu harga sebenarnya berapa harga belinya, tapi dengan asumsi harganya misalnya Rp 6 juta, itu sudah ada kelebihan,” ujar Mujiono dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/4/2026).

    Ketika diminta pendapatnya, Mujiono mengaku tidak punya atau tidak mencari data secara mandiri, tapi mengambil data yang disediakan oleh penyidik.

    Malaysia Jaga Merek Lokal, BYD Diminta Ekspor 80 Persen Produksi

    Baca juga: Di Sidang Nadiem, Ahli IT Sebut Harga Chromebook Berkisar Rp 3-4 Juta

    Mujiono melakukan perbandingan dengan data berupa bahan presentasi dari tim kementerian Nadiem, berjudul “Pengadaan TIK untuk Asesmen dan Pembelajaran Tim PAUDasmen dan Tim Asesmen dan Tim Wartek” yang berbentuk bahan presentasi.

    “Kalau melihat apa yang disajikan di file presentasi, harga jual pada dasarnya, harga jual dasar pada e-commerce yang dikutip di slide presentasi itu sebesar Rp 3.299.000 per unit,” kata Mujiono.

    Baca juga: Harga Chromebook di Daerah Capai Rp 6-7 Juta per Unit, Jaksa: Wow!

    Adapun harga perkiraan Rp 6 juta tersebut merupakan harga Chromebook yang berujung pembelian oleh kementerian dalam pengadaan.

    Sementara, di tahun 2025-2026, harga Chromebook bervariasi mengikuti tipe dan spesifikasinya.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    “Kalau saya lihat situs-situs sekarang, maksudnya posisi 2025-2026 kemarin itu (harganya) antara Rp 3 juta sampai dengan Rp 4 juta dengan catatan display-nya 11 inch, penyimpanan 32 GB, dan prosesornya tipe N4000 atau N4020,” imbuhnya.

    Baca juga: Di Sidang Nadiem, Vendor Akui Harga Chromebook Kini Anjlok di Rp 1,2 Juta

    Mujiono mengaku tidak lagi menemukan Chromebook yang dulu dilakukan pengadaan. Dia menemukan produk dengan spesifikasi lain.

    “Jadi, dari situs-situs e-commerce yang display-nya 12 inch itu Rp 1.850.000, yang storage-nya 32 GB itu Rp 1.750.000,” kata Mujiono lagi.

    Dakwaan kasus Chromebook

    Dalam kasus ini, Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim bersama tiga terdakwa lainnya disebut telah menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp 2,1 triliun.

    Nadiem didakwa memperkaya diri sendiri senilai Rp 809 miliar. Angka ini disebut berasal dari investasi Google ke Gojek atau PT AKAB.

    Nadiem disebutkan telah menyalahgunakan kewenangannya sehingga membuat Google menjadi satu-satunya penguasa pengadaan TIK, salah satunya laptop, di ekosistem teknologi di Indonesia.

    Hal ini dilakukan dengan mengarahkan agar kajian pengadaan mengarah pada satu produk, yaitu perangkat berbasis Chrome yang merupakan produk Google.

    Perbuatan ini Nadiem lakukan bersama tiga terdakwa lainnya, yaitu Eks Konsultan Teknologi di lingkungan Kemendikbudristek, Ibrahim Arief; Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020–2021 sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Mulyatsyah; serta Direktur SD Kemendikbudristek tahun 2020–2021 sekaligus KPA, Sri Wahyuningsih.

    Atas perbuatannya, Nadiem dan terdakwa lainnya diancam dengan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS