Anthropic Kembangkan Model AI Untuk Tangkal Serangan Siber Berbasis AI - Validnews
Anthropic mengembangkan AI untuk cegah serangan siber berbasis teknologi pintar, merespons kekhawatiran atas kejahatan siber yang semakin cerdas dan mengancam raksasa-raksasa teknologi global.
Ilustrasi - Serangan siber pada sistem IT. ANTARA/Pexels/Tima Miroshnichenko/am.
JAKARTA - Dunia teknologi akhir-akhir ini semakin diwarnai oleh penetrasi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI). Industri hingga sektor pemerintahan semakin mengandalkan AI untuk mengakselerasi layanan, menciptakan ekosistem teknologi cerdas yang beroperasi luas.
Ironisnya, kemajuan teknologi itu pula yang membuka peluang kejahatan bertransformasi ke dalam bentuk-bentuk baru yang lebih kuat, juga lebih cerdas. AI kini dimanfaatkan untuk melancarkan beragam operasi kejahatan siber secara massif. AI mampu membaca pola, menciptakan simulasi dan mengolah kode-kode komputasi hingga bisa menembus sistem keamanan canggih.
Kekhawatiran atas kejahatan siber berbasis AI telah meluas di industri, termasuk mengancam raksasa-raksasa teknologi global. Terbukti, salah satu perusahaan pengembang AI paling terkemuka, Anthropic kini mengembangkan sistem AI untuk mencegah serangan siber berbasis teknologi pintar.
Pengembang AI menciptakan AI untuk melawan serangan AI. Sekilas terasa seperti komedi, namun begitulah perkembangan terkini.
Melansir Antara, menurut warta Engadget pada Rabu (8/4), inisiatif tersebut ditujukan untuk "mengamankan perangkat lunak paling penting di dunia" dari serangan berbasis AI. Upaya tersebut dilaksanakan bermitra dengan perusahaan teknologi dan organisasi besar seperti Amazon Web Services, Apple, Broadcom, Cisco, CrowdStrike, Google, JPMorgan Chase, Linux Foundation, Microsoft, NVIDIA, serta Palo Alto Networks.
Dalam pelaksanaan proyek yang dinamai "Project Glasswing", perusahaan dan organisasi yang terlibat akan memanfaatkan model AI terbaru Anthropic bernama Claude Mythos yang belum dirilis untuk meningkatkan proyek keamanan siber masing-masing. Mythos adalah model serbaguna untuk sistem AI Claude milik Anthropic yang menurut klaim perusahaan memiliki kemampuan pengodean dan penalaran agen yang kuat.
Baca juga: Waspadai Evolusi Serangan Siber Berbasis AI
Anthropic mengklaim model AI tersebut telah menemukan ribuan celah keamanan siber yang dapat dieksploitasi, termasuk pada berbagai sistem operasi dan peramban web.
Meskipun tidak secara khusus dilatih untuk pekerjaan keamanan siber, menurut perusahaan Claude Mythos dapat digunakan untuk memindai sistem perangkat lunak pihak pertama dan sumber terbuka guna mencari kerentanan kode.
Perusahaan menyatakan ingin mulai menggunakan alat-alatnya secara defensif untuk mencegah penyalahgunaan AI yang dapat menyebabkan konsekuensi serius bagi perekonomian dan keamanan.
Baca juga: AI Perluas Permukaan Serangan Cloud Secara Masif
Anthropic termasuk perusahaan AI yang menyoroti masalah etika dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Awal tahun ini Anthropic menolak permintaan untuk menghapus pembatasan pada layanannya yang digunakan untuk kepentingan Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Keputusan tersebut membuat Departemen Pertahanan Amerika Serikat memberikan sanksi kepada Anthropic dengan menetapkan perusahaan sebagai "risiko rantai pasok."