Anthropic Rilis Mythos, Model AI Keamanan Siber Terkuat untuk Saingi Cloude Opus - Bisnis com
Bisnis.com, JAKARTA — Startup AI Anthropic merilis pratinjau terbatas dari model frontier terbarunya yang diberi nama Mythos untuk perkuat sektor keamanan siber. Perusahaan berambisi menggulung kompetitor utama mereka Cloude Opus.
Melalui proyek tersebut, Anthropic menggandeng 12 mitra utama untuk menerapkan model ini dalam pekerjaan keamanan defensif dan pengamanan perangkat lunak kritis. Inisiatif ini difokuskan untuk memindai kerentanan kode pada sistem perangkat lunak internal maupun open source.
Startup rival dari OpenAI ini mengklaim bahwa Mythos telah berhasil mengidentifikasi ribuan kerentanan zero-day dalam beberapa pekan terakhir pengujiannya. Menariknya, banyak dari celah keamanan tersebut dikategorikan kritis dan telah ada dalam sistem selama satu hingga dua dekade.
Anthropic mengatakan Mythos merupakan model paling kuat yang pernah dikembangkan oleh perusahaan hingga saat ini. Meskipun dikembangkan sebagai model serbaguna untuk sistem Claude AI, Mythos memiliki kemampuan penalaran dan pengodean agen (agentic coding) yang sangat superior.
"Kemampuan yang kami amati pada Mythos Preview dapat membentuk kembali keamanan siber," tulis pihak Anthropic dilansir dari TechCrunch, Rabu (8/4/2026).
Perusahaan menambahkan model ini memiliki performa yang jauh melampaui seri Claude Opus dalam hal pengodean perangkat lunak dan penalaran akademik. Daftar organisasi mitra yang mendapatkan akses awal melalui Project Glasswing mencakup raksasa teknologi global. Nama-nama besar seperti Amazon, Apple, Broadcom, Cisco, CrowdStrike, Microsoft, Palo Alto Networks, hingga Linux Foundation tercatat masuk dalam konsorsium tersebut.
Selain 12 mitra utama, akses pratinjau ini juga akan diberikan kepada sekitar 40 organisasi lain yang membangun atau memelihara infrastruktur perangkat lunak kritis. Para mitra nantinya akan berbagi hasil temuan mereka agar industri teknologi secara luas dapat memetik manfaat dari riset tersebut.
Sebagai bentuk dukungan terhadap riset keamanan, Anthropic berkomitmen mengalokasikan dana senilai US$100 juta atau sekitar Rp1,7 triliun dalam bentuk kredit penggunaan. Dana ini diberikan agar para mitra dapat melakukan pengujian keamanan tanpa harus membayar biaya antarmuka pemrograman aplikasi (application programming interface/API).
Anthropic menegaskan bahwa Mythos tidak akan dirilis untuk publik dalam waktu dekat karena dianggap terlalu kuat dan berisiko tinggi. Perusahaan mengkhawatirkan adanya potensi penyalahgunaan oleh aktor jahat jika model ini digunakan untuk mengeksploitasi celah keamanan alih-alih memperbaikinya.
Di sisi lain, Anthropic dilaporkan tengah menjalani diskusi berkelanjutan dengan pejabat pemerintah Amerika Serikat terkait akses terhadap Mythos. Namun, negosiasi ini dibayangi oleh sengketa hukum antara Anthropic dengan pemerintahan Trump yang sedang berlangsung di pengadilan.
Konflik tersebut bermula ketika Pentagon melabeli lab AI ini sebagai risiko rantai pasokan. Label tersebut muncul setelah Anthropic menolak izin penggunaan teknologi Claude untuk penargetan senjata otonom atau pengawasan massal terhadap warga sipil.
Informasi mengenai kehadiran Mythos sebelumnya sempat bocor ke publik melalui laporan salah satu media asing, Fortune bulan lalu. Dokumen internal yang tidak sengaja terekspos menyebutkan bahwa model ini, yang saat itu menggunakan kode nama "Capybara" memiliki tingkat kecerdasan yang melampaui semua model publik Anthropic sebelumnya.
Mythos kini diposisikan sebagai ujung tombak dalam strategi pertahanan siber perusahaan. Melalui Project Glasswing, Anthropic berupaya membuktikan bahwa model AI tercanggihnya dapat menjadi aset krusial dalam melindungi ekosistem digital global dari ancaman yang semakin kompleks.