Apa Itu IGRS Komdigi yang Bikin Heboh Gamer di Medsos? - Liputan6
Apa Itu IGRS Komdigi yang Bikin Heboh Gamer di Medsos?
Apa itu IGRS yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)? Yuk, simak penjelasannya di sini.
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5547059/original/052797000_1775439665-Rating_IGRS_di_Steam_Bikin_Heboh__Kemkomdigi_Sebut_Belum_Diverifikasi_Resmi.jpeg)
- Apa itu IGRS?
- Apa tujuan utama IGRS?
- Bagaimana proses klasifikasi game di IGRS?
Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah gamer di media sosial sedang ramai membahas IGRS atau (Indonesian Game Rating System) di platform distribusi game digital Steam. Mereka mempertanyakan akurasi rating umur IGRS di Steam yang muncul di beberapa judul game.
Lantas, apa itu IGRS yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)?
Mengutip laman resmi igrs.id, Senin (6/4/2026), IGRS adalah layanan publik yang diselenggarakan oleh Komdigi sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan sistem dan transaksi elektronik yang aman, andal, dan bertanggung jawab, khususnya untuk game.
Klasifikasi game dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Game.
Layanan ini bertujuan untuk memberikan klasifikasi usia dan konten untuk game yang beredar di Indonesia, dengan mempertimbangkan norma sosial dan budaya serta kepatuhan terhadap hukum dan peraturan.
Melalui sistem klasifikasi yang transparan dan akuntabel, IGRS berfungsi sebagai upaya strategis negara untuk menyeimbangkan perkembangan industri kreatif digital dan kebutuhan untuk melindungi masyarakat dari potensi dampak negatif konten game.
Dalam pelaksanaannya, IGRS memudahkan penerbit game untuk mendaftarkan dan mengklasifikasikan produk mereka sesuai dengan kategori usia yang berlaku, serta memfasilitasi pengaduan dan konsultasi publik mengenai klasifikasi game dan penggunaannya yang luas di masyarakat.
Layanan ini tidak hanya memperkuat perlindungan konsumen, tetapi juga mendukung pertumbuhan berkelanjutan industri game nasional dan memperkuat reputasi Indonesia sebagai negara yang peduli terhadap regulasi konten digital.
Proses Klasifikasi Game
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5378250/original/055750700_1760233854-Menkomdigi.jpg)
Proses bisnis utama IGRS meliputi pembuatan akun klasifikasi, verifikasi, pengujian kepatuhan, penanganan pengaduan, dan konsultasi game.
IGRS menerapkan proses klasifikasi game yang bertujuan untuk menentukan rating usia yang sesuai untuk setiap game yang akan dirilis di Indonesia.
Proses ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap game yang tersedia sesuai dengan usia dan nilai budaya masyarakat Indonesia, serta untuk memberikan panduan yang jelas bagi pengguna, terutama orang tua, dalam memilih game yang aman untuk dimainkan anak-anak.
Proses klasifikasi Game IGRS mudah dilakukan melalui sistem online yang dapat diakses oleh pengembang atau penerbit game.
Pengembang atau penerbit game hanya perlu mengisi formulir deskripsi game, mengunggah klip game (konten dan simulasi gameplay), dan menjawab kuesioner klasifikasi game.
Kategori Usia
Dalam sistem IGRS, game diklasifikasikan berdasarkan konten seperti kekerasan, bahasa, unsur seksual, horor, hingga simulasi perjudian.
Penilaian itu kemudian digunakan untuk menentukan kategori usia gamer yang diperbolehkan memainkan game tersebut.
Kategori usia dalam sistem IGRS antara lain semua usia, 3+. 7+, 13+, dan 18+. Untuk diketahui, sistem IGRS pertama kali diluncurkan pada 2016 dalam acara BEKRAF Game Prime.
Pada ajang IGDX Business & Conference 2025 di Bali, Komdigi memperkenalkan kembali IGRS sebagai bagian dari kebijakan pemerintah yang memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah (PP) TUNAS Nomor 17 Tahun 2025.
Infografis game yang dianggap berbahaya untuk anak-anak (Sumber: Infografis Sahabat Keluarga kemendikbud).
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1201848/original/099845800_1460536563-1590_670tips_game3.jpg)