0
News
    Home AI Featured Gen Z Google Internet Kecerdasan Buatan Spesial

    Gen Z Indonesia Gunakan Google Search Berbasis Kecerdasan Buatan -

    7 min read

     

    Gen Z Indonesia Gunakan Google Search Berbasis Kecerdasan Buatan

    Fajar Ramadhan


    Foto: Getty Images/MartinPrescott

    Smallest Font

    Largest Font

    Mayoritas Generasi Z di Indonesia kini menggunakan Google Search setiap hari dengan perilaku yang sangat bergantung pada teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendapatkan hasil pencarian yang lebih mendalam dan spesifik. Fenomena ini disampaikan oleh Vice President Google Southeast Asia dan South Asia Frontier, Sapna Chadha, dalam sesi daring pada Kamis (23/4/2026).

    Data internal menunjukkan bahwa sebanyak 89% Gen Z di Indonesia memanfaatkan layanan mesin pencari tersebut setiap harinya, angka yang setara dengan pengguna di Filipina dan melampaui Thailand sebesar 82%. Pemanfaatan teknologi ini dilansir dari Detik iNET yang menyoroti pergeseran gaya pencarian informasi di kalangan anak muda.

    "Gen Z tidak sekadar menggunakan Search. Mereka mendefinisikan ulang cara penggunaannya, mereka mencari lebih dalam, lebih panjang, lebih visual, dan lebih banyak menggunakan suara dibanding generasi mana pun sebelumnya," tutur Chadha, Kamis (23/4/2026).

    Perbedaan signifikan terlihat pada panjang kueri yang diketik, di mana Gen Z cenderung menggunakan kalimat yang tiga kali lebih panjang dan mendetail dibandingkan generasi terdahulu. Google mengintegrasikan model Gemini 3 sebagai fondasi utama untuk memahami konteks dan memberikan jawaban melalui percakapan alami.

    "Ini adalah pergeseran paling signifikan dalam sejarah Search. Kita meninggalkan era mengambil informasi dan memasuki era kecerdasan yang sesungguhnya," ujar Chadha.

    Dalam demonstrasi fitur Search Live, pengguna dapat menggabungkan input kamera dan suara secara simultan untuk mencari produk tanpa perlu mengetik teks secara manual. Selain untuk berbelanja dan membandingkan produk, teknologi ini juga dioptimalkan sebagai sarana pembelajaran interaktif bagi para siswa.

    "Ini adalah pengubah permainan untuk kepercayaan diri siswa. Mereka bisa bertanya sebanyak yang mereka mau, kapan pun, tanpa rasa takut," ungkap Chadha.

    Fungsi verifikasi juga menjadi prioritas Gen Z untuk menyaring tren media sosial dan memastikan nilai suatu merek sebelum mengambil keputusan pembelian. Google memposisikan diri sebagai lapisan pelindung untuk memvalidasi informasi yang viral di ruang publik.

    "Bagi mereka, Search adalah lapisan penyaring yang mengubah viralitas menjadi keputusan yang bisa dipercaya," jelas Chadha.

    Sebagai inovasi terbaru, Google memperkenalkan fitur Personal Intelligence yang menghubungkan hasil pencarian dengan data pribadi di Gmail, Drive, dan Photos secara aman. Fitur personalisasi ini bersifat opsional dan tetap nonaktif secara bawaan kecuali diaktifkan oleh pengguna sendiri.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS