0
News
    Home Berita Dedi Mulyadi Featured Firoos Gatvan Ramadan Juara NASA Spesial

    Hadiah Dedi Mulyadi untuk Firoos Remaja Jenius di Subang yang Bobol Sistem NASA - Tribunnews

    6 min read

     

    Hadiah Dedi Mulyadi untuk Firoos Remaja Jenius di Subang yang Bobol Sistem NASA

    Ringkasan Berita:
    • Hacker Etis: Firoos Gatvan Ramadan (14), siswa kelas 8 SMPIT Alamy Subang, berhasil mengidentifikasi celah keamanan pada sistem digital milik lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA
    • Keahlian Otodidak: Firoos menguasai dunia keamanan siber secara otodidak, dimulai dari belajar coding melalui ponsel pintar sejak kelas 6 SD.
    • Dukungan Pendidikan: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan apresiasi berupa tabungan pendidikan untuk mendukung impian Firoos bersekolah di masa depan.

    TRIBUNJABAR.ID - Nama Firoos Gatvan Ramadan, seorang remaja berusia 14 tahun asal Subang, mendadak menjadi perbincangan dunia keamanan siber internasional.

    Siswa kelas 8 SMPIT Alamy Subang ini berhasil mengidentifikasi celah keamanan pada sistem digital milik lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA.

    Melalui program vulnerability disclosure, Firoos bertindak sebagai hacker etis.

    Ia menggunakan metode Open Source Intelligence (OSINT) untuk menyisir berbagai URL terkait NASA di platform media sosial.

    Dalam penelusurannya, ia menemukan sejumlah tautan yang sudah tidak aktif namun masih memiliki risiko besar jika didaftarkan ulang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

    "Celah ini bisa dimanfaatkan untuk phishing atau penyebaran informasi palsu," ungkap laporan analisis yang disusun Firoos Gatvan Ramadan.

    Baca juga: Dedi Mulyadi Kritik Sistem Pendidikan, Ingin Ubah Kurikulum Sekolah Jadi Produk Praktis

    Temuan tersebut diperkuat dengan bukti konsep (proof of concept) yang menunjukkan bahwa akun-akun tersebut memang bisa diambil alih kembali

    Rekomendasi Untuk Anda

    Apresiasi Resmi dari NASA

    Kejelian Firoos tidak sia-sia. Laporan lengkap yang ia kirimkan melalui platform Bugcrowd mendapat respons positif dari pihak NASA.

    Sebagai bentuk apresiasi, NASA mengirimkan penghargaan resmi berupa surat yang ditandatangani oleh pejabat keamanan informasi senior mereka, Kelvin Tyler, pada 10 April 2026.

    NASA menyebut keterampilan Firoos sebagai kemampuan yang sangat berharga di dunia keamanan siber global.

    Belajar Otodidak Sejak SD

    Menariknya, keahlian tinggi ini didapatkan Firoos secara otodidak.

    Ia mulai belajar dasar-dasar coding sejak duduk di bangku kelas 6 SD hanya dengan bermodalkan sebuah ponsel pintar.

    Kemudian, ia mulai menekuni bidang siber securty teknologi itu saat kelas 7 atau 1 SMP.

    Kemudian ia juga mengaku banyak pelajar dari mentor kakak tingkatnya bernama Musa serta guru bimbingannya Pak Hikmat hingga akhirnya bisa mengasah kemampuannya lebih luas hingga bisa menganalisis sistem NASA.

    Kemudian, Firoos memberikan pesan inspiratif untuk teman-temannya agar perbanyak literasi dan mengasah critical thinking.

    "Perbanyaklah literasi dan uji kreativitas kalian dengan critical thinking," ujar Firoos.

    Di tengah gempuran media sosial, Firoos justru memilih untuk menyelami dunia digital melalui jalur edukasi, matematika, dan logika.

    Meski memiliki kemampuan untuk menembus dokumen yang dikunci, ia menegaskan tidak akan melakukannya karena memegang teguh etika siber.

    "Janganlah kalian jadi budak algoritma yang ada di medsos. Lebih baik baca buku atau olahraga agar logika tetap terasah," tamba Firoos kepada rekan-rekan sebayanya. 

    Baca juga: Permintaan Maaf Pelajar SMAN 1 Purwakarta yang Viral Ejek Guru, Kini Terancam Kena Sanksi Sosial

    Hadiah dari Dedi Mulyadi

    Kini, remaja yang gemar berolahraga ini memiliki impian besar untuk melanjutkan pendidikannya di MAN Insan Cendekia atau mencari beasiswa ke Singapura.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap bakat langka ini, Dedi Mulyadi dalam kunjungannya memberikan apresiasi berupa tabungan pendidikan senilai Rp10 juta.

    Menurut Dedi Mulyadi, apa yang dipelajari Firoos tersebut termasuk dalam filosofi hidup manusia yang dikenal dengan konsep Alam Maya (dunia maya/digital).

    “Dalam Bahasa Sunda itu, kita ngomongin spiritualitas, Sunda itu membagi alam menjadi 3, Alam Bihari, Alam Kiwari dan Alam Poe Isuk. Alam Bihari itu ada dua, alam material dan spiritual. Alam Bihari spiritual yaitu alam ide atau dimensi lain kalau kata Pak Habibi, Alam Bihari material ya itu teknologi informasi dan digital,” papar Dedi Mulyadi

    Kisah Firoos menjadi bukti nyata bahwa dengan ketekunan dan bimbingan yang tepat, talenta muda Indonesia mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi keamanan digital di kancah internasional.

    Komentar
    Additional JS