0
News
    Home Berita Featured Gadget LG Smartphone Spesial

    Hp Gulung LG Electronics Yang Batal Rilis Akhirnya Terkuak. - VOI

    4 min read

     

    Hp Gulung LG Electronics Yang Batal Rilis Akhirnya Terkuak



    LG Rollable mengusung pendekatan berbeda dari ponsel lipat (foldable). (foto: mx @Honor_Magic8RSR)

    LG Rollable mengusung pendekatan berbeda dari ponsel lipat (foldable). (foto: mx @Honor_Magic8RSR)

    LG Rollable mengusung pendekatan berbeda dari ponsel lipat (foldable). (foto: mx @Honor_Magic8RSR)

    JAKARTA - Pasar smartphone global kembali diingatkan pada satu “proyek hantu” yang nyaris mengubah arah industri. Sebuah video teardown dari kanal YouTube JerryRigEverything memperlihatkan secara detail perangkat misterius milik LG Electronics yang tak pernah dirilis ke publik: LG Rollable.

    Perangkat ini bukan sekadar konsep. Dalam video yang dibawakan oleh Zack Nelson, terlihat jelas bahwa LG Rollable sudah berada di tahap hampir final sebelum perusahaan asal Korea Selatan itu memutuskan hengkang dari bisnis smartphone pada 2021.

    “Ini mungkin tampilan terbaik yang pernah kita lihat dari perangkat ini,” ujar Zack dalam videonya, merujuk pada kondisi perangkat yang masih berfungsi meski sudah dibongkar.

    LG Rollable mengusung pendekatan berbeda dari ponsel lipat (foldable). Alih-alih melipat layar, perangkat ini menggunakan mekanisme layar OLED fleksibel yang dapat “digulung” keluar dari bodi utama. Sistem ini bekerja dengan kombinasi dua motor dan mekanisme pegas, memungkinkan layar memanjang saat dibutuhkan dan kembali masuk secara otomatis.

    Keunikan lain muncul saat layar ditarik kembali. Sebagian layar akan tersembunyi di balik panel kaca transparan di bagian belakang, yang kemudian berfungsi sebagai layar sekunder. Fitur ini dapat dimanfaatkan, misalnya, untuk preview kamera atau notifikasi—sebuah pendekatan yang dinilai lebih praktis dibanding desain foldable konvensional.

    Dalam pengujian langsungnya, Zack bahkan mengaku lebih menyukai konsep ini dibanding ponsel lipat bergaya buku yang saat ini beredar di pasar. “Kalau harus memilih, saya akan ambil ini dibanding foldable mana pun,” katanya.

    Namun, seperti teknologi layar fleksibel lainnya, LG Rollable juga memiliki kelemahan signifikan pada aspek durabilitas. Layar plastik yang digunakan terbukti sangat rentan terhadap goresan dan tekanan. Meski begitu, kondisi ini bukan hal baru, mengingat generasi awal foldable juga menghadapi tantangan serupa sebelum teknologi Ultra Thin Glass (UTG) berkembang.

    Menariknya, meskipun perangkat telah dibongkar hingga ke komponen internal, layar masih mampu merespons sentuhan dan bahkan memicu mekanisme ekspansi layar. Zack juga berhasil merakit kembali perangkat tersebut tanpa kerusakan berarti—indikasi bahwa desain engineering LG sudah cukup matang.

    Kehadiran LG Rollable dalam kondisi hampir siap produksi ini menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana jika LG tidak keluar dari pasar smartphone? Di tengah stagnasi inovasi desain dalam beberapa tahun terakhir, konsep rollable dinilai bisa menjadi lompatan berikutnya setelah foldable.

    Hingga kini, belum ada produsen yang benar-benar merilis ponsel rollable secara komersial. Sejumlah brand hanya menampilkan purwarupa di ajang teknologi, tanpa kepastian produksi massal.

    LG Rollable, yang kini hanya menjadi artefak teknologi yang “nyaris lahir”, justru memperlihatkan bahwa masa depan smartphone mungkin sudah lebih dekat dari yang dibayangkan—hanya saja, sempat tertunda oleh keputusan bisnis.


    Komentar
    Additional JS