Indosat Minta Maaf dan Tarik Iklan IM3 soal Zakat, Ini Kronologi dan Alasannya - GadgetDIVA
GadgetDIVA - Indosat Ooredoo Hutchison akhirnya angkat bicara terkait polemik iklan IM3 yang menyinggung isu zakat dan menuai kritik dari berbagai pihak. Perusahaan telekomunikasi tersebut secara resmi menyampaikan permohonan maaf sekaligus menarik seluruh materi kampanye dari berbagai kanal komunikasi.
Langkah ini diambil setelah iklan tersebut dinilai memicu keresahan publik, khususnya di tengah momentum bulan Ramadhan yang identik dengan aktivitas zakat dan donasi keagamaan.
Dalam keterangan resminya, SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, menegaskan bahwa kampanye tersebut sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap maraknya penipuan digital, bukan untuk menyinggung nilai keagamaan.
“Kami tidak memiliki niat untuk menyinggung nilai-nilai keagamaan maupun kelompok atau organisasi tertentu,” ujar Ovidia dalam pernyataan yang diterima, Sabtu.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kampanye tersebut merupakan bagian dari fitur Anti Spam dan Anti Scam yang dimiliki IM3. Fitur ini dirancang untuk melindungi pelanggan dari berbagai modus penipuan yang kerap meningkat selama bulan Ramadhan.
Lonjakan Penipuan Digital Jadi Latar Belakang
Indosat mengungkapkan bahwa keputusan menghadirkan kampanye tersebut didasari oleh data internal perusahaan. Sepanjang Ramadhan 2025, kasus penipuan digital tercatat mengalami lonjakan signifikan.
Secara rinci, peningkatan mencapai 34,7 persen dibanding periode sebelumnya. Menariknya, sebagian besar modus penipuan terjadi melalui platform komunikasi yang dekat dengan masyarakat sehari-hari.
Sebanyak 89 persen kasus terjadi melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, sementara 64 persen lainnya berasal dari panggilan telepon. Modus yang digunakan pun beragam, termasuk yang mengatasnamakan kegiatan sosial dan keagamaan seperti penggalangan zakat.
Dengan latar belakang tersebut, Indosat berupaya mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap panggilan atau pesan mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan permintaan donasi.
Namun demikian, pesan yang disampaikan dalam iklan justru memicu polemik.
Iklan Dinilai Provokatif
Salah satu materi iklan luar ruang yang menjadi sorotan publik menampilkan pesan berbunyi: “Telpon Ngajak Zakat, Jangan Diangkat! Jangan-jangan Scammer.”
Kalimat tersebut dinilai bermasalah karena dianggap terlalu generalisasi dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Kritik pun datang dari Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ). Organisasi ini menilai narasi dalam kampanye tersebut cenderung provokatif dan dapat merusak kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat resmi.
Ketua Umum POROZ, Bukhori Muslim, menyampaikan bahwa pesan tersebut berpotensi membuat masyarakat ragu terhadap layanan zakat yang selama ini dilakukan oleh amil resmi.
“Narasi ini dapat menimbulkan keraguan di tengah masyarakat untuk merespons layanan edukasi dan penjemputan zakat yang dilakukan oleh amil resmi,” ujarnya.
Padahal, menurutnya, aktivitas pengelolaan zakat di Indonesia telah diatur secara jelas melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Indosat Lakukan Evaluasi dan Tarik Iklan
Menanggapi kritik yang berkembang, Indosat langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kampanye tersebut. Hasilnya, perusahaan memutuskan untuk menghentikan dan menarik seluruh materi komunikasi yang terkait.
“Sebagai bentuk tanggung jawab, seluruh materi komunikasi terkait kampanye ini telah ditarik dan dihentikan dari semua kanal,” tegas Ovidia.
Langkah ini mencerminkan respons cepat perusahaan dalam meredam polemik sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Selain itu, Indosat juga menyatakan komitmennya untuk lebih berhati-hati dalam menyusun pesan komunikasi ke depan, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti keagamaan.
Buka Peluang Kolaborasi
Tidak berhenti sampai di situ, Indosat juga membuka peluang untuk bekerja sama dengan lembaga pengelola zakat resmi. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat edukasi masyarakat sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap potensi penipuan digital.
Dengan pendekatan kolaboratif, perusahaan berharap pesan yang disampaikan ke masyarakat dapat lebih tepat sasaran tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
Di sisi lain, kerja sama ini juga diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap sistem penyaluran zakat yang telah berjalan selama ini.
Pelajaran dari Kontroversi
Kasus ini menjadi pengingat bahwa komunikasi publik, terutama dalam bentuk kampanye iklan, perlu mempertimbangkan sensitivitas sosial dan budaya.
Meskipun memiliki tujuan positif, penyampaian pesan yang kurang tepat dapat menimbulkan interpretasi berbeda di masyarakat.
Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk tidak hanya fokus pada pesan utama, tetapi juga pada bagaimana pesan tersebut diterima oleh berbagai lapisan audiens.
Di era digital seperti sekarang, respons publik terhadap sebuah kampanye dapat berkembang dengan cepat. Kritik dan reaksi dari masyarakat pun bisa langsung memengaruhi reputasi perusahaan.
Dengan menarik iklan dan menyampaikan permintaan maaf, Indosat berupaya menunjukkan tanggung jawab sekaligus komitmennya dalam menjaga hubungan baik dengan publik.
Ke depan, tantangan bagi perusahaan bukan hanya menghadirkan kampanye yang kreatif, tetapi juga relevan, sensitif, dan membangun kepercayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.