Kernel Linux Resmi Izinkan Kode AI dengan Syarat Ketat Pengguna Bertanggung Jawab Penuh - BERITABUANA
BERITABUANA.CO, JAKARTA — Pengembang kernel Linux secara resmi mengizinkan kontribusi kode yang dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dengan syarat pengembang manusia yang mengirimkan kode bertanggung jawab penuh secara hukum dan teknis, menurut pedoman baru yang diterbitkan minggu ini.
Kebijakan Baru untuk Era AI
Pedoman tersebut, yang ditulis oleh pengelola kernel stabil Sasha Levin dari Nvidia dan didukung oleh Linus Torvalds, muncul dari konsensus di KTT pengelola kernel 2025 di Tokyo. Kini terintegrasi ke repositori kernel, aturan ini melarang agen AI menambahkan tag Signed-off-by — hanya manusia yang bisa menandatangani Developer Certificate of Origin untuk memastikan kepatuhan lisensi GPL-2.0. Pengirim harus mereview kode AI, memverifikasi lisensi, dan memikul seluruh tanggung jawab.
Akuntabilitas Daripada Penegakan
Torvalds dan Levin menekankan kebijakan ini untuk “aktor baik,” karena pelaku buruk tetap akan sembunyikan penggunaan AI. “Anda tandatangani kode AI. Anda yang punya sepenuhnya. Secara hukum, itu selalu benar. Kini ditulis jelas,” ringkas salah satu sumber. Survei baru tunjukkan 84% pengembang gunakan alat AI, sementara pengelola seperti Greg Kroah-Hartman catat lonjakan aktivitas AI di review keamanan Linux baru-baru ini.
Implikasi Lebih Luas
Kebijakan kernel Linux berpotensi jadi contoh bagi proyek open-source lain yang bergulat dengan isu serupa. Fokusnya pada transparansi — termasuk tag “Assisted-by” yang sebut nama alat AI, versi model, dan tools analisis — hindari perdebatan hak cipta kode AI yang dilatih dari materi berlisensi. Meski kekhawatiran hak cipta belum tuntas, tim kernel prioritaskan tanggung jawab manusia di era AI yang kian mendominasi. (Ery)