Microsoft Outlook Error di Tengah Perjalanan Artemis II ke Bulan - Kompas
Microsoft Outlook Error di Tengah Perjalanan Artemis II ke Bulan
KOMPAS.com – Misi Artemis II tidak hanya menghadirkan momen bersejarah kembalinya manusia ke Bulan, tetapi juga cerita unik: kru sempat mengalami gangguan pada aplikasi e-mail Microsoft Outlook di tengah perjalanan luar angkasa.
Insiden ini terungkap dari siaran langsung (live stream) resmi NASA saat kapsul Orion spacecraft tengah menjalankan misi. Dalam potongan video yang beredar, komandan misi Reid Wiseman terdengar menghubungi Mission Control di Houston karena mengalami kendala teknis.
“Saya melihat ada dua Microsoft Outlook, dan keduanya tidak berfungsi jika Anda ingin melakukan remote,” ujar Wiseman sekitar 13 jam setelah peluncuran.
Baca juga: Artemis II Resmi Meluncur, Manusia Kembali ke Bulan setelah 50 Tahun
Tim kendali di Bumi kemudian merespons dengan melakukan pengecekan jarak jauh (remote troubleshooting). Sekitar satu jam kemudian, sistem Outlook dilaporkan kembali bisa diakses, meski tampil dalam kondisi offline.
“Untuk Outlook, kami berhasil membukanya. Akan terlihat ‘offline’, dan itu memang sesuai ekspektasi,” ujar petugas komunikasi kapsul (Capsule Communicator) dari Mission Control.
Meski terdengar janggal, astronaut di luar angkasa mengalami masalah e-mail, NASA menegaskan bahwa gangguan tersebut tidak memengaruhi sistem utama misi.
Hal ini karena sistem penerbangan dan navigasi berjalan di infrastruktur terpisah yang lebih aman dan khusus.

Dalam misi seperti Artemis II, perangkat lunak seperti Outlook hanya digunakan sebagai bagian dari sistem pendukung non-kritis, seperti pengelolaan jadwal, catatan, atau komunikasi administratif.
Kenapa pakai Outlook di pesawat luar angkasa?
Penggunaan Outlook di Orion bukan tanpa alasan. Dikutip KompasTekno dari Toms Hardware, NASA memanfaatkan perangkat lunak komersial atau Commercial Off-The-Shelf (COTS) untuk kebutuhan operasional sehari-hari astronaut.
Sistem ini biasanya mencakup antarmuka yang lebih familiar, seperti Windows dan aplikasi e-mail, sehingga memudahkan kru dalam mengakses informasi, berkomunikasi, atau menjalankan tugas non-teknis selama misi.
Namun, untuk sistem inti seperti navigasi, kendali penerbangan, dan komunikasi utama, NASA tetap mengandalkan perangkat keras tahan radiasi serta perangkat lunak khusus yang telah diuji secara ketat.
Baca juga: Akhirnya, Astronot Boleh Bawa iPhone Lagi ke Luar Angkasa
Momen ini pun menarik perhatian publik di media sosial. Salah satu pengguna BlueSky, Niki Grayson, bahkan berkomentar dengan nada bercanda, mempertanyakan mengapa astronaut yang dikirim ke Bulan masih harus berurusan dengan Outlook.
Terlepas dari gangguan tersebut, misi Artemis II tetap berjalan sesuai rencana. Kru melanjutkan perjalanan mengelilingi Bulan dalam misi berdurasi sekitar 10 hari, yang menjadi langkah penting menuju pendaratan manusia di Bulan pada misi Artemis berikutnya.
Insiden ini sekaligus menunjukkan bahwa bahkan dalam misi antariksa paling canggih sekalipun, masalah teknologi sehari-hari tetap bisa muncul, meski tidak berdampak pada keselamatan maupun tujuan utama misi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang