Rating Game Steam Bermasalah, Komdigi Lakukan Investigasi Menyeluruh - readers
Rating Game Steam Bermasalah, Komdigi Lakukan Investigasi Menyeluruh
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengidentifikasi adanya kejanggalan signifikan dalam sistem klasifikasi Game Rating System (IGRS) pada sejumlah permainan yang tersedia di platform Steam di Indonesia. Penemuan ini memicu kekhawatiran karena beberapa game dengan konten dewasa justru diberi label aman untuk anak-anak.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyatakan bahwa insiden ini sangat tidak biasa dan dinilai ekstrem. “Kami sepakat dengan teman-teman, khususnya netizen, menurut kami insiden ini sangat janggal ya, sangat janggal sekali dan mungkin sangat ekstrem ya,” ujar Sonny, seperti dilansir dari Kompas.com pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Atas temuan tersebut, Komdigi telah berkoordinasi langsung dengan pihak Steam. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendalami akar permasalahan yang menyebabkan ketidaksesuaian rating tersebut.
Investigasi menyeluruh tengah dilakukan, melibatkan baik tim internal Komdigi maupun pihak eksternal dari Steam. “Makanya kita melakukan investigasi ini untuk melakukan apa sebenarnya permasalahannya, dan baik di internal Komdigi ataupun di eksternal di pihak Steam,” tambah Sonny.
Isu mengenai ketidaksesuaian rating IGRS ini sebelumnya ramai dibicarakan oleh warganet di media sosial, terutama X (dulunya Twitter). Banyak pengguna membagikan tangkapan layar yang menunjukkan anomali dalam sistem rating.
Beberapa tangkapan layar memperlihatkan game yang jelas mengandung unsur dewasa atau seksual diberi label “3+”, menandakan aman untuk anak usia 3 tahun ke atas. Di sisi lain, game populer berkelas AAA seperti Clair Obscure: Expedition 33 dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater justru mendapatkan label “tidak layak untuk didistribusikan di Indonesia”.
Komdigi menjelaskan bahwa investigasi ini mencakup semua aspek, mulai dari proses produksi, penilaian, hingga distribusi konten game. Tujuannya adalah memastikan bahwa akar masalah dapat teridentifikasi secara komprehensif, baik dari sisi pengembang game maupun platform distribusi.
Sebagai langkah awal untuk mengatasi masalah ini, pihak Steam telah melakukan penarikan (take down) label rating pada game-game yang teridentifikasi bermasalah.
Regulasi IGRS untuk Perlindungan Anak
Penerapan IGRS, menurut Sonny, merupakan bagian krusial dari upaya pemerintah dalam melindungi anak-anak di ruang digital. Kebijakan ini juga selaras dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
“Tujuan utama penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah memberi pegangan yang jelas bagi orang tua agar anak bermain sesuai dengan usianya,” jelas Sonny dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa (7/4/2026).
Sonny menambahkan bahwa regulasi klasifikasi usia game ini merupakan terobosan signifikan yang telah melewati proses panjang sejak tahun 2014. Setelah penantian satu dekade, Indonesia kini memiliki standar perlindungan warga negara yang setara dengan negara-negara lain.
Penerapan IGRS juga sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan konsumen dan keluarga di Indonesia, khususnya dalam konteks bermain game.