0
News
    Home Berita Featured Game IGRS PEGI Spesial Steam

    Steam Copot IGRS! Heboh Rating 'Sesat' Bikin Gamer Ngamuk, Balik ke Standar Internasional PEGI - SoloBalapan

    4 min read

     

    Steam Copot IGRS! Heboh Rating 'Sesat' Bikin Gamer Ngamuk, Balik ke Standar Internasional PEGI

    Ilustrasi tampilan rating game. (ISTIMEWA)
    Ilustrasi tampilan rating game. (ISTIMEWA)

    SOLOBALAPAN.COM — Jagat industri game tanah air sedang tidak baik-baik saja.

    IGRS (Indonesia Game Rating System) mendadak jadi trending topic (5-6 April 2026) setelah sistem klasifikasinya di platform Steam dinilai kacau dan tidak akurat.

    Menanggapi kegaduhan tersebut, Valve (pemilik Steam) resmi mencopot IGRS dan melakukan rollback ke sistem rating lain.

    Kritik pedas salah satunya datang dari Kris Antoni, CEO Toge Productions, yang membongkar berbagai kejanggalan klasifikasi IGRS yang muncul di halaman Steam.

    Baca Juga: Sentil Kualitas Liga 1, Pelatih Persis Solo Ungkap Rahasia Sukses Negara Kelahirannya Tembus Piala Dunia Usai Depak Italia

    Klasifikasi yang Dianggap 'Nyeleneh'

    Kris Antoni menyoroti betapa tidak sinkronnya label IGRS dengan konten asli game. Beberapa poin yang bikin dahi mengernyit antara lain:

    • Konten Dewasa untuk Balita: Game dengan unsur seksual dewasa justru diberi label usia 3 tahun ke atas.
    • Game Pemenang Penghargaan Dicekal: Game berkualitas seperti Clair Obscur dan Metal Gear Solid Delta malah diberi label "Tidak Layak Edar".
    • Rating 18+ karena Rokok: Game buatan lokal, A Space for the Unbound, kena rating 18+ hanya karena adegan anak SMA merokok selama 3 detik dalam bentuk pixel art.

    "Steam hari ini sudah me-rollback rating IGRS. Sekarang yang muncul rating lain," tulis Kris Antoni melalui akun X pribadinya, Senin (6/4/2026).

    Baca Juga: Kabar Gembira! Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Gak Naik Sampai Akhir 2026, Siapkan 'Bantalan' Rp420 Triliun

    Kembalinya Rating PEGI

    Saat ini, Steam terpantau kembali menggunakan PEGI (Pan European Game Information).

    Dampaknya instan; game yang sebelumnya bertuliskan 'Not Fit For Distribution' kini bisa kembali diakses oleh gamer Indonesia.

    Meskipun PEGI adalah standar Eropa, gamer Indonesia jauh lebih menerima sistem ini karena dianggap lebih konsisten dan dihormati secara internasional sejak 2003 dibandingkan IGRS yang masih prematur dalam implementasinya.

    Respon Komdigi: Itu Bukan Rating Resmi!

    Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) langsung pasang badan.

    Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa rating kacau yang muncul di Steam bukanlah hasil klasifikasi resmi pemerintah.

    “Label yang beredar masih berasal dari sistem internal berbasis self-declare dan bukan hasil klasifikasi resmi IGRS. Ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik,” jelas Sonny, dikutip dari JawaPos.com.

    Pemerintah menduga ada indikasi penggunaan label IGRS tanpa proses verifikasi yang benar, yang bisa melanggar UU ITE dan Permen Kominfo Nomor 2 Tahun 2024.

    Pihak Komdigi pun berencana segera memanggil pihak platform untuk meminta klarifikasi. (dam)

    Editor : Damianus Bram

    Komentar
    Additional JS