0
News
    Home Berita Featured Inovasi Spesial

    Terinspirasi Tuk-tuk Thailand, Siswa Puhua Purwokerto Modifikasi Becak Konvensional Jadi E-Cak - Tribunnews

    5 min read

     

    Terinspirasi Tuk-tuk Thailand, Siswa Puhua Purwokerto Modifikasi Becak Konvensional Jadi E-Cak

     

    Ringkasan Berita:
    • Siswa SMA Puhua Purwokerto memodifikasi becak konvensional menjadi becak listrik.
    • Inovasi ini terinspirasi dari tuk-tuk atau becak di Thailand.
    • Selain lebih ramah lingkungan, modifikasi ini diharapkan membantu pengayuh becak di banyumas yang mayoritas udah lansia.

    TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Becak Thailand atau tuk-tuk menginspirasi enam siswa Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan atau Puhua Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, membuat becak listrik.

    Mereka memodifikasi becak konvensional menjadi becak listrik yang diberi nama E-Cak.

    "Saya itu terinspirasi dari negara Thailand, di sana mempunyai kendaraan tradisional yaitu tuk-tuk."

    "Saya lihat, ada yang dikembangkan menggunakan listrik," kata Joseph Jefferson Setyako, perwakilan siswa, Senin (27/4/2026). 

    Joseph dan teman-temannya kemudian memodifikasi becak konvensional menjadi bertenaga listrik.

    Baca juga: Payung Shufa Pecahkan Rekor MURI di Puhua School Purwokerto, Angkat Tema Toleransi

    Selain lebih modern dan ramah lingkungan, becak listrik juga dapat membantu beban penganyuh becak yang rata-rata sudah lansia.

    "Kami ingin melestarikan kendaraan tradisional, karena becak sekarang tertinggal dengan transportasi lain."

    "Ini cara kami menjawab tantangan yang relevan dengan perkembangan zaman," katanya lagi. 

    "Kami juga ingin mengurangi beban fisik pengemudi becak yang rata-rata sudah lansia."

    "Sekaligus, mengurangi polusi udara," kata Joseph. 

    Gunakan Dinamo Motor Listrik

    Joseph mengatakan, selama berbulan-bulan dia dan temannya mengerjakan proyek ini.

    Mereka menggunakan dinamo sepeda listrik sebagai motor penggerak.

    Kemudian, untuk penyimpanan daya listrik, Joseph dkk menggunakan empat aki berkapasitas masing-masing 12 volt agar biayanya terjangkau. 

    Mereka juga memasang panel surya sebagai alternatif pengisian daya.

    "Kami kerjakan setiap hari setelah pulang sekolah."

    "Untuk biaya modifikasi, ini menghabiskan biaya Rp3 juta lebih," kata Joseph.

    Baca juga: Sosok Sultan Nusantara Banyumas Terungkap: Bantah Lakukan Penipuan, Tunggu Proses Hukum

    Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, becak listrik hasil modifikasi mereka mampu menempuh jarak 15 kilometer dengan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam. 

    "Untuk beban, maksimumnya 150 kilogram," ucap Joseph. 

    Dorong Inovasi Siswa

    Sementara, Direktur Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan Chen Tao mengatakan, becak listrik modifikasi anak didiknya merupakan bagian dari Student Fair yang digelar setiap tahun. 

    Acara ini memberikan kesempatan kepada siswa SMP, SMA, dan SD di Puhua Purwokerto untuk mengembangkan proyek berdasarkan kurikulum yang mereka minati. 

    Proyek-proyek ini kemudian dipresentasikan dan dilombakan. 

    "Semua proyek dikembangkan oleh siswa dengan bimbingan guru."

    "Ini mencakup berbagai mata pelajaran seperti matematika, kimia, fisika, dan biologi."

    "Ini adalah wadah penting untuk menampilkan hasil karya siswa," kata Chen Tao. (Kompas.com/Fadlan Mukhtar Zain)

    Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul "Prihatin Nasib Tukang Becak, Siswa SMA di Purwokerto Modifikasi Becak Bertenaga Listrik".

    Komentar
    Additional JS