97% Pengguna Galaxy S26 Sudah Pakai AI, Editing Video Kini Bukan Lagi Urusan Kreator - Qoo10
97% Pengguna Galaxy S26 Sudah Pakai AI, Editing Video Kini Bukan Lagi Urusan Kreator
Penggunaan kecerdasan buatan di Galaxy S26 Series kini nyaris merata. Samsung menyebut 97% pengguna Galaxy S26 sudah memakai fitur Galaxy AI dalam aktivitas sehari-hari, dengan pembuatan konten menjadi salah satu pendorong terbesarnya.
Angka itu menunjukkan perubahan penting pada cara pengguna memanfaatkan ponsel flagship. Fitur AI yang dulu sering dianggap pelengkap kini justru menjadi bagian rutin dari penggunaan harian, termasuk untuk memotret, merekam, hingga mengedit video langsung dari perangkat.
Data tersebut diungkap Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, saat memaparkan insight penggunaan Galaxy S26 Series sekitar 7-8 minggu setelah peluncuran globalnya. Paparan itu disampaikan dalam ajang Galaxy S26 Series #You&AI Workshop di Hanoi, Vietnam.
Menurut Samsung, tingkat adopsi AI pada Galaxy S26 meningkat tajam dibanding generasi sebelumnya. Saat Galaxy S24 pertama kali hadir, adopsi AI pada tiga bulan awal masih berada di kisaran 88%.
AI bukan lagi fitur tambahan
Kenaikan penggunaan ini disebut terjadi karena fitur AI yang tersedia semakin relevan dan praktis. Samsung menyoroti lima fitur Galaxy AI yang paling sering dipakai pengguna Galaxy S26, yakni Gemini, Circle to Search, Photo Assist, Audio Eraser, dan Now Brief.
Tren itu berjalan beriringan dengan meningkatnya kebiasaan membuat konten dari smartphone. Artinya, AI tidak hanya dipakai untuk tugas sederhana, tetapi juga semakin erat dengan kebutuhan kreatif pengguna.
Samsung juga mengungkap total fitur Galaxy AI di Galaxy S26 kini mencapai 47 fitur. Jumlah itu naik jauh dibanding generasi sebelumnya yang berada di kisaran 29 fitur.
Photo Assist menjadi salah satu contoh fitur yang disebut banyak diminati. Fitur ini memungkinkan pengeditan gambar lebih mudah dengan prompting AI, sehingga proses edit terasa lebih cepat dan sederhana.
Kamera makin sering dipakai, fitur pro ikut naik
Di saat penggunaan AI meningkat, pemakaian kamera di Galaxy S26 Series juga ikut naik. Samsung menyebut 93% pengguna Galaxy S26 aktif menggunakan kamera perangkat mereka.
Penggunaan fitur video, selfie, dan kamera utama juga dilaporkan lebih tinggi dibanding Galaxy S25 Series. Namun perhatian utama justru tertuju pada fitur yang biasanya identik dengan kreator konten yang lebih serius.
Samsung menyatakan penggunaan Pro Camera dan Pro Video hampir dua kali lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa semakin banyak pengguna yang tidak lagi hanya mengandalkan mode otomatis.
Menurut Ilham, peningkatan itu dipengaruhi kehadiran sejumlah fitur baru. Samsung menyoroti Log Video, Horizontal Lock, dan peningkatan nightography sebagai faktor yang membuat pengguna lebih nyaman membuat konten langsung dari smartphone.
Kombinasi fitur tersebut mendorong perangkat dipakai untuk produksi konten yang lebih beragam. Pengguna bukan hanya merekam momen, tetapi juga mulai memperhatikan hasil visual yang lebih rapi dan fleksibel untuk diedit.
Editing video jadi kebiasaan rutin
Perubahan perilaku paling menonjol terlihat pada aktivitas penyuntingan video. Samsung mengungkap pengguna Galaxy S26 Ultra rata-rata membuka aplikasi editing video hingga 15 kali per minggu.
Frekuensi itu setara sekitar dua kali setiap hari. Pola ini menunjukkan editing video tidak lagi menjadi aktivitas sesekali, melainkan bagian dari rutinitas penggunaan perangkat.
Samsung menilai kebiasaan tersebut berkaitan dengan performa yang dibawa Galaxy S26 Ultra. Menurut Ilham, hal itu menunjukkan performa yang dihadirkan pada perangkat tersebut cukup mumpuni untuk kebutuhan video editing yang lebih advance.
Dengan kata lain, ponsel tidak hanya diposisikan sebagai alat rekam. Perangkat juga semakin dipakai sebagai studio kerja ringkas yang mampu menangani proses produksi konten dari awal sampai tahap edit.
Nightography ikut jadi daya tarik
Samsung juga menyoroti penggunaan Galaxy S26 Ultra saat traveling dan membuat konten malam hari. Area ini menjadi penting karena kebutuhan dokumentasi kini tidak berhenti saat kondisi cahaya menurun.
Perusahaan itu menyebut peningkatan aperture kamera utama menjadi f/1.4 membuat hasil nightography lebih tajam dan dramatis. Contoh penggunaan yang disorot antara lain untuk memotret kembang api dan suasana malam.
Daya tarik kamera malam ini melengkapi tren pembuatan konten yang makin aktif di perangkat flagship. Saat hasil tangkapan lebih siap dipakai sejak awal, proses edit di perangkat pun menjadi lebih praktis.
Kondisi ini membantu menjelaskan mengapa AI, kamera, dan editing tumbuh bersamaan di Galaxy S26 Series. Pengguna tidak lagi melihat ketiganya sebagai fitur terpisah, melainkan sebagai rangkaian alat yang saling mendukung untuk kebutuhan harian dan kreasi konten.
Source: inet.detik.com